Hari-hari Dara berubah seperti mimpi buruk dengan setting sinetron jadul: rumah sempit, mertua menyebalkan, suami bimbang, dan anak yang mulai menangkap energi negatif dari semua drama dewasa di sekelilingnya. Pagi itu, Dara telat bangun. Alarm tidak terdengar karena semalam ia lembur cuci piring di warung bakso sampai larut malam. Tubuhnya pegal semua. Tapi yang paling berat bukan tulangnya, melainkan hati dan pikirannya. Saat membuka pintu kamar, aroma menyengat dari dapur langsung menyerangnya. Bau sambal gosong dan... bau politik rumah tangga. “Masakannya Ibu lebih enak dari masakan kamu, Dara!” teriak Bu Rini dari dapur dengan suara yang sengaja dibuat bisa terdengar sampai ke tetangga sebelah. Dara jalan pelan menuju dapur, melihat Bu Rini dengan daster bunga-bunga merah terang s

