GELANG KEPEMILIKAN.

602 Words
    “ Berhenti  bermain petak  umpet Simon! Beritahu  aku siapa pelakunya. Aku  yakin kamu sudah tahu melihatnya  ekspresi anehmu saat mendapatkan benda  itu. Sesungguhnya itu gelang apa?" tuntutku.      Kami  sudah berada  didalam mobil, perjalanan  pulang. Setelah menerima gelang  perak dipenuhi ukiran asing bagiku, dibagian  dalamnya dari Mrs. Kendrall. Simon menjadi bertingkah  aneh dan tak biasa.      Belum  pernah seumur  hidup aku melihat  karakter Simon yang  ini, menjadi pemarah, dipenuhi  dendam, serta emosi dalam. Simon  bahkan tak mengucapkan sepatah kalimatpun  saat kami berpamitan pulang dari kediaman Kendrall, yang  dia lakukan hanya memandangi gelang perak tersebut.      “ Simon! Tolong  jawab aku!" teriakku  frustasi.      Tapi  Simon tetap  diam seribu bahasa, bibirnya  tertutup rapat sementara dia menyetir  gila-gilaan. Alih-alih menuju rumah kami  dia malah membelokkan mobil ke blok belakang, aku  langsung tahu kemana arah tujuannya.      Simon  memarkir  mobil secara  sembarangan didepan  rumah Patt, tanpa menungguku  dia melompat turun dan berlari  menyusuri sangat cepat menyusuri halaman  depan. Setibanya didepan pintu Simon menggedor  pintu sembari meneriakkan nama Patt seperti orang  gila. Untungnya aku berhasil menghentikannya sebelum dia  menjebol sesuatu.      “ Simon  hentikan!" bentakku  menahan tangannya. “ Ada  apa sebenarnya?! Mengapa kamu  menjadi begini liar"      Pintu  rumah dibuka, memperlihatkan  sosok Patt yang hanya mengenakan  jeans biru belel dan bertelanjang d**a. Tampak  berantakan sambil mengucek-ucek matanya. Belum sempat  dia memprotes karena kelakuan Simon, sebuah tinju berhasil  melayang telak di pipi kanan Patt. Membuatnya tersungkur ketanah, kesadarannya  kembali seutuhnya.      Aku  menjerit  tertahan, kudorong  tubuh Simon kebelakang  sebelum dia berhasil mem-berikan  pukulan ke tubuh Patt lagi. "Berhenti  Simon Tuddington! Atau  kamu akan menyesal seumur  hidup!"  Aku mengamui. Berusaha menyadarkannya.      Kemarahanku  seperti mantra  baginya. Simon berdiri  ditempat menahan pukulan  diudara, dadanya naik turun  karena emosi, kuperhatikan adrenalin  yang mengalir kencang diwajahnya mengendur  perlahan, ekspresinya sedikit melembut.       Patt  bangkit  lalu berdiri  disampingku. “ Apa  kamu sudah gila?!"  teriaknya pada Simon.      Pemuda  itu tak  menjawab, dia  mengeluarkan gelang  perak dari saku jeansnya  kepada Patt. Sambil melotot  dia berkata sinis. “ Masih ingat  benda itu?!"      Patt  berjalan  perlahan untuk  mengambil gelang  perak dari tangan  Simon, kuperhatikan tubuhnya  sedikit gemetar. Bahunya turun “ Darimana  kamu......” pertanyaanya terhenti, matanya tampak  sangat putus asa.      “ Keluarga  Kendrall memberikannya  padaku. Jadi, sampai kapan  kamu mau menanggung semuanya  sendirian lagi?!" Simon sangat amat  marah. “ Apa sampai tubuhmu ditemukan tergantung  tak bernyawa!"      “ Sebenarnya  apa yang sedang  kalian bicarakan!" potongku  berani. Kekesalan karena tak  dianggap melandaku.       “ Ini  bukan urusanmu  Tish!" tukas Patt  kasar.      “ Oh, tentu  saja ini menjadi  urusanku! Aku sudah  terlanjur terlibat meskipun  kamu tidak mau, aku baru tak  mau tahu jika diriku didepak selamanya  dari kehidupan kalian!" ancamku.      Simon  melirikku. “ Tish  benar, dia pantas tahu  kebenarannya"      “ Tidak!! Apa  kamu sudah gila!"  bentak Patt marah.      “ YA!" balas  Simon, dengan berani  menantang Patt lalu mendekatiku. “ Namanya  gelang pemilik Tish, benda itu sangat berharga  bagi kami dulunya karena itu menandakan kepemilikian  kami atas seorang Pemimpin…"      Patt  mengerang  marah, dia berbalik  dan menarik kerah baju  Simon. “ Kubilang hentikan! Dia  tak berhak tahu dan tak boleh! Apa  kamu mau selamanya Tisha menderita! Karena  itukan tujuan kita selama ini, MELINDUNGINYA!"      “ Cukup  Patt!!" aku  maju dan mendorong  tubuh Patt hingga melepaskan  Simon. “ Jangan pernah menjadikan  alasan keselamatanku untuk menutupi  kepengecutanmu!"      Kupandangi  kedua sahabatku  dengan wajah terluka. “ Kalau  kalian tak mau memberitahuku tak  masalah, aku bisa mencari tahu sendiri! Dan  ingat, jangan  pernah minta  aku tak ikut campur  jika masih menginginkanku!"     Tanpa  sepatah  kata lagi  aku membalikkan  badan dan berlari  keluar dari rumah Blaze. Aku  masih mendengar teriakan Patt serta  kemarahan Simon padanya, namun tak ada  satupun dari mereka yang cukup bodoh untuk  menyusulku saat ini. Mereka terlalu memahami diriku.      Dalam  hati bersumpah, apapun  rahasia yang mereka miliki  aku akan membongkarnya tanpa  atau dengan bantuan mereka. Lagipula  aku sudah terlanjur berjanji pada Mrs.  Kendrall untuk menangkap pembunuh asli putrinya. Penyelidikan  akan kumulai dari awal,       Dan  semuanya  dimulai dari  Gelang  pemilik...
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD