Asap kegelapan mulai keluar, Azrael tidak bergerak dia ingin melihat apa yang akan dilakukan oleh asap tersebut.
Masuk melalui hidung, telinga, dan mulut. Asap tersebut menimbulkan sensasi menyakitkan, tubuh Azrael terasa terbakar. Dia tidak bisa bernapas, tubuhnya spontan terduduk dengan pandangan wajah penuh rasa syok.
“Huh… apa ini? Kenapa rasanya sakit sekali?”
Tawa menggelegar terdengar dari sosok hitam bermata merah itu, dia benar-benar menikmati penderitaan Azrael.
“Apa yang kau lakukan kepadaku?”
“Tenang saja, kekuatan yang aku berikan saat ini sedang mencoba menyatu dengan tubuhmu!”
Setelah mendengar hal tersebut, Azrael merasakan sesuatu yang sedang berjalan di dalam tubuhnya. Dia merasakan kekuatan yang sangat luar biasa, jika bisa dirinya ingin terbang ke langit sebagai ungkapan yang saat ini sedang terjadi.
“Apa ini? Kenapa rasa sakit itu berubah menjadi seperti sumber kekuatan?” Dia terus memandangi tubuhnya.
“Heh… kau sepertinya sudah berhasil menyatu dengan kekuatan milikku, tadi aku kira kau akan langsung terbakar dan mati!”
Mendengarnya Azrael bisa menyimpulkan kalau makhluk itu sebenarnya sejak awal sudah merencanakan ini semua.
“Dengar, sekarang kau sudah menyatu dengan kekuatan milikku, kau akan tersiksa jika tidak bisa mengendalikannya! Mengendalikan bukanlah perkara mudah, kau harus berhati-hati, kekuatan itu bisa menghancurkan dirimu sendiri!”
Azrael merenung, dalam beberapa detik dia menarik napasnya lalu berkata, “Aku sudah siap akan hal itu, tujuanku sekarang adalah membalas dendam kepada para b******n itu. Aku akan membunuh setiap orang yang terlibat dengan kejadian yang terjadi!”
“Heh. Heahahaha… menarik sekali, kau sudah melebihi apa yang aku bayangkan!”
“Sekarang bagaimana aku bisa menggunakan kekuatan ini?”
“Kau tidak perlu khawatir, kekuatan itu akan mudah digunakan selayaknya udara yang sering kau hirup!”
Azrael sedikit khawatir, bagaimana reaksi tubuhnya dalam menggunakan kekuatan itu.
“Sudah lama sekali ada yang mengunjungi diriku, selama 400 tahun terakhir hanya kau yang baru datang!”
Azrael mendongak, sosok itu tidak dapat dia lihat. Kegelapan benar-benar membatasi jarak pandangnya, dari ukuran mata serta suara yang menggelegar bisa dipastikan kalau sosok itu adalah makhluk berukuran besar.
“Memangnya apa yang terjadi?” Azrael mencoba untuk bertanya.
“Ini terjadi ketika di masa lampau aku bertarung melawan seorang pahlawan, dia disebut sebagai Holy Knight. Pertarungan kami sungguh mengerikan, aku adalah makhluk yang sudah banyak menghancurkan kehidupan makhluk di dunia ini, kebencian mereka kepadaku sangat nyata terutama untuk para manusia. Dahulu tempat aku tinggal pernah dihancurkan oleh manusia yang merupakan seorang petualang, akibat hal itu aku menjadi marah. Aku mengamuk dan menyerang negeri manusia hingga Holy Knight datang dan menyegel diriku di sini!”
Setelah berucap makhluk itu meludahkan energi ke atas langit-langit ruangan, cahaya pecah yang menyilaukan mata. Tapi, tidak bisa Azrael untuk berkedip, tepat di depan matanya sosok besar berwajah mengerikan sudah berdiri dan memandang dirinya.
“K-Kau seekor naga?”
“Ya, aku adalah Violence of Darkness Dragon atau lebih disebut sebagai Draco!”
Sesuai dengan namanya, Draco memiliki tubuh hitam metalik yang berkilau dibawah sinar terang energi. Dia adalah makhluk yang memiliki fisik begitu indah dan sangat menakjubkan, Azrael bahkan tidak bisa berkedip untuk beberapa saat.
“Kau tidak perlu begitu takjub dengan wujud dari diriku ini, apakah kau belum pernah melihat seekor naga?”
Azrael menggelengkan kepalanya. “Sebenarnya aku datang dari dunia berbeda, tidak sengaja aku dipanggil ke dunia ini, aku sendiri mengira kalau ini adalah mimpi, tapi… rasa sakit yang aku rasakan ini begitu dalam hingga dadaku terasa ingin meledak!” Detak jantung Azrael semakin kencang dalam berdetak tepat saat kalimat itu dia ucapkan.
“Begitu rupanya, pantas saja aku melihat ada sesuatu hal yang cukup menarik dari dirimu, kau tidak memiliki cahaya seperti manusia pada umumnya, kau memiliki cahaya seperti diriku yang penuh dengan kegelapan yang sangat dalam, itu pasti berasal dari dendam yang kau alami!”
“Hmm… aku sendiri tidak tahu, hidup ini terlalu berat sangat berliku jalan yang aku jalani!”
“Di dunia ini ada beberapa makhluk yang sangat kuat, dengan kekuatan yang aku berikan akan bisa membantu dirimu melawan mereka, tapi kau harus ingat kekuatan itu sangat liar. Kalau kau tidak bisa mengendalikannya maka….”
Azrael paham akhir kalimat itu tidak lain adalah mati, dan hal itu sama sekali tidak membuat dirinya terkejut.
“Aku tidak peduli, jika memang aku akan mati maka biarlah seperti itu. Saat ini aku hanya akan membalas dendam kepada mereka yang telah membuat ini semua terjadi!” Mengepal tangannya dengan sangat kuat, semua amarah seolah sedang digenggam olehnya.
Draco menatap dengan dalam, di saat itu juga dia bisa merasakan kemarahan yang lebih besar daripada miliknya.
“Baiklah, aku paham, kau sepertinya akan memiliki peran yang besar! Di dunia ini telah banyak makhluk yang menderita, setiap penderitaan akan mengakibatkan kebencian yang sangat luar biasa, tidak ada kesatria yang mampu menghapus kebencian itu, aku harap kau bisa mengendalikan diri!”
Azrael sama sekali tidak memahami ucapan Draco. “Kenapa kau bilang seperti itu? Kau seolah mengajari diriku untuk tidak membalas dendam kepada mereka?”
“Entahlah, aku sendiri tidak bisa mengerti. Aku paham kalau dendam memang adalah hal yang cukup bagus untuk mengubah sikap seseorang, tapi dendam juga bagaikan racun yang berbahaya! Aku hanya merasa kasihan jika kau terkurung oleh orang-orang yang mengatas namakan keadilan!”
“Kau tidak perlu khawatir, aku akan melakukan semua yang aku bisa lakukan dengan sebaik mungkin. Tidak peduli seberapa banyak makhluk yang harus aku lawan, tetap hanya aku yang akan bertahan!”
“Kau sudah seperti seorang Raja Iblis!”
Azrael tertawa kecil. “Kau mungkin memang benar!”
Setelah percakapan kecil itu, Azrael mulai mencari jalan keluar. Draco menyarankan untuk Azrael pergi ke arah barat karena dia sering melihat orang yang mengunjunginya datang dari arah yang sama.
Draco merenung dengan tatapan mata terus tajam ke depan. “Sungguh manusia yang menarik, aku tidak sabar dunia seperti apa yang akan dibuatnya. Pasti dengan kemunculan darinya semua orang akan terkejut, aku hanya menyalurkan sedikit kekuatan, tapi reaksinya sebesar itu! Luar biasa!”
“Tunggu saja, aku pasti akan datang dan memenggal kepala kalian yang ada di sana!” Tangan Azrael mengepal dengan sangat kuat.
Lorong yang dilewati Azrael penuh dengan bebatuan keras, semua begitu gelap dia hanya mengandalkan insting untuk terus berjalan. Entah mengapa dia seolah bisa menyadari kalau di sisi kiri dan kanannya adalah dinding keras, beberapa batu yang ada di lantai juga tidak pernah membuatnya tersandung. Dia jadi paham bahwa kekuatan yang diberikan Draco memberikan indra sensor yang sangat berguna.
__To Be Continued__