Di ujung jalan terdapat secercah cahaya kecil yang langsung menabrak mata Azrael, sudah tidak diragukan lagi kalau cahaya itu berasal dari pintu yang akan menuntunnya keluar.
Tiba-tiba Azrael terdorong ke belakang, ada sebuah hal aneh terjadi. Tubuhnya seperti mengenai sesuatu, suasana yang gelap membuat dirinya tidak bisa melihat apa yang terjadi. Secara perlahan Azrael mengarahkan kedua tangannya ke depan sembari terus melangkah maju.
“Uh… siapa yang membuat dinding ini di sini?”
Ada percikan listrik yang terjadi saat dirinya menyentuh dinding tersebut, sebenarnya itu bukanlah dinding seperti yang dipikirkan Azrael. Itu merupakan barrier tingkat 10 yang memiliki ketahanan yang sangat luar biasa, setiap kekuatan sihir akan diukur melalui level. Ada beberapa level sihir dan yang paling tinggi adalah level 17, semakin tinggi level sihir maka semakin kuat damage yang dihasilkan atau kegunaan yang lebih bermanfaat.
Azrael menjadi bingung, dirinya tidak mampu untuk melihat keadaan. “Jika aku terus maju hanya aka membuatku menjadi kesakitan saja, sebaiknya apa yang harus aku lakukan?”
Azrael membuka telapak tangannya dan diarahkan sejajar dengan wajahnya, masih terngiang di dalam kepalanya tentang ucapan Draco. Azrael masih belum mengerti cara menggunakan sihir, dia sudah punya kuncinya, sekarang hanya perlu dorong untuk menggunakannya.
Secara perlahan dia mencoba menyalurkan energi miliknya, tangan terasa sangat hangat. Azrael mulai mengarahkan ke depan telapak tangannya, tidak beberapa lama cahaya terang mulai muncul.
Suara pijar api berwarna merah keluar dan menabrak barrier yang ternyata berwarna putih, api tersebut meledak hingga mengeluarkan suara gemuruh yang cukup kencang.
Belum cukup serangan itu bisa menghancurkan barrier itu, Azrael tidak menyerah.
“Hmm… begitu rupanya, ini semua terlihat seperti game yang pernah aku mainkan!” Azrael mencobanya sekali lagi, dia kali ini berkonsentrasi penuh.
Energi dalam tubuhnya dengan jelas bisa dia rasakan, energi itu berkumpul pada satu titik yaitu telapak tangannya. Terasa seperti ada ribuan semut yang sedang merayap, semakin lama energi itu semakin bisa dirasakan sangat besar. Tercipta bola api terang yang berukuran raksasa, semakin besar bola api itu.
Azrael meruncingkan matanya lalu dilepaskan energi tersebut seperti sedang mendorong bola biasa.
Kaboom!!!
Ledakan besar terjadi hingga melempar tubuh Azrael. Pantatnya terasa sangat sakit akibat benturan keras yang dilakukannya akibat hempasan gelombang yang tiba-tiba datang.
“Aduh… sepertinya serangan milikku masih belum terlalu kuat! Benar, aku masih memiliki kekuatan yang ada di dalam diriku, tapi bagaimana aku melakukannya?”
Satu kalimat dari Draco kemudian terlintas di kepala Azrael, matanya langsung membesar.
“Benar, aku hanya perlu menyalurkan energi yang lebih besar hingga ke titik maksimal!”
Azrael mulai berkonsentrasi, dia memusatkan energi ke telapak tangannya. Semakin besar energi tersebut yang menciptakan bola api raksasa, bola tersebut menyebabkan udara di dalam ruangan semakin panas, ukurannya juga semakin besar.
Setelah cukup siap Azrael mulai melepaskan bola api tersebut, ketika bola api menabrak barrier ledakan lebih besar terjadi. Ruangan berguncang hebat hingga menyebabkan kepanikan untuk Azrael, skenario yang bisa terjadi dia akan terkubur di dalam goa tanpa bisa keluar akibat ulahnya sendiri.
Beruntung guncangan hanya terjadi sesaat, Azrael melepas napas lega. Sekarang dia ingin menecoba mengetahui apakah barrier itu sudah hancur atau belum.
Azrael secara pelan maju.
Bzzssst!
Aliran listrik menyebar dengan sangat cepat, tubuh Azrael telah terpaku. Terpental dia sejauh beberapa meter, beberapa bagian tubuhnya tidak bisa merasakan apa-apa.
“Kurang ajar!” Suara yang keluar dari mulutnya sudah tidak terdengar seperti dirinya, matanya berubah menjadi merah menyala dalam kegelapan malam.
Begitu jelas dia bisa melihat barrier putih yang telah memperkuat pertahan miliknya menggunakan elemen listrik.
Amarah di dalam tubuh Azrael telah menggerogoti sifat rasional. “Akan aku hancurkan barrier ini dengan kekuatan yang aku miliki!” Tangannya mengeluarkan sinar terang seperti api.
Secara instant dia sudah berada di depan barrier, tidak ragu lagi langsung hantaman diberikan kepada barrier itu.
Percikan energi mulai keluar akibat benturan dari dua kekuatan berbeda, semakin lama semakin besar percikan yang tercipta menghancurkan batu dan dinding yang ada di sana bahkan pintu yang ada di dekatnya juga terkena.
Kaboom!!!
Ledakan terjadi hingga menghancurkan dinding dan benda di sekitarnya, goa kembali bergemuruh. Azrael segera melangkah keluar. Tepat dalam beberapa detik kemudian batu mulai berjatuhan dan menutupi seluruh jalan yang dilewati Azrael.
Sudah tidak bisa lagi dia masuk ke dalam goa, bebatuan telah menghalangi pintu untuk masuk. Tapi itu tidak apa-apa, dia sudah merasa lega bisa keluar dari dalam goa.
“Uh?” Tangannya seperti baru saja merasakan firasat buruk. “Apa yang sebenarnya terjadi?” Dia menatap ke arah jam dua, sebuah angin pembawa pertanda keburukan telah terasa.
***
Setelah keluar dari dalam goa, Azrael melangkah untuk memulai perjalanannya. Dia tidak tahu di mana saat ini dirinya berada, tapi semangatnya menyarankan untuk terus melangkah terus ke depan.
Dari atas bukit, dia menyaksikan penampakan yang benar-benar mengerikan. “Apa yang mereka lakukan?”
Makhluk setengah binatang yang disebut Beas Human telah dikumpulkan oleh para prajurit armor putih, tidak hanya dikumpulkan mereka juga melakukan hal keji, mereka memperkosa para wanita secara bergilir dan membunuh para laki-laki.
“Apa yang telah mereka lakukan, ini sama saja dengan tindakan binatang!”
Desa itu telah diserang secara mendadak oleh pasukan kerajaan, para penduduknya hanya makhluk yang lemah. Mereka tidak memiliki kekuatan untuk bisa melawan, jumlah mereka juga kalah jauh daripada para prajurit.
Para prajurit seperti orang gila memperkosa para wanita, memang wajah wanita dari Beast Human cukup cantik dan mereka tidak akan hamil saat diperkosa jika bukan makhluk dari ras dan spesies yang sama.
Para penjual b***k juga akan berani membeli mereka dengan harga yang mahal.
Suara desahan dari rintihan kesakitan yang dirasakan oleh para wanita menggema ke seluruh area, para lelaki yang masih hidup dipaksa menyaksikan anak, teman, dan kekasih mereka untuk diperkosa.
Beberapa dari para prajurit juga melakukan penyiksaan terhadap para laki-laki dengan membunuh mereka secara perlahan atau memasukkan mereka ke dalam api yang membara.
“Heahaha….” Tawa lepas dari setiap mulut prajurit terdengar sangat bahagia.
Siapa yang tahan melihat kejadian seperti itu? Mereka hanya makhluk yang tidak pantas untuk disebut sebagai makhluk hidup, tindakan mereka bahkan lebih kejam daripada binatang.
Para prajurit yang sedang bersenang-senang, terganggu dengan kemunculan seorang pria. Dia berjalan perlahan ke arah mereka, semua menatap dengan heran. Tidak ada yang mengenalnya.
“Oi… berhenti!” Pria berwajah sangar menghadang pria misterius itu. “Apa yang akan kau lakukan?”
“Aku akan memberikan kalian hukuman yang sangat pantas!” Wajah Azrael benar-benar mengerikan hingga menyebabkan semua orang menjadi merinding.
___ To Be Continued___