Pukul setengah sepuluh pagi, di Butik Khumairroh. “Assalamualaikum..” “Waalaikumsalam warrahmatullahi wabarakatuh,” para pegawai Bilqis di butik menyahut kompak. Bilqis tersenyum. Lalu, menatap seseorang yang juga turut menjawab salam. “Masya Allah, Mbak Gendis ada perlu apa, Mbak? Kok tumben ke butik pagi-pagi begini?” Bilqis menyapa. Menghampiri seorang wanita berbalut pakaian senada. “Mari Mbak, masuk. Kita mengobrol di ruangan Bilqis saja,” Bilqis mengarahkan. Berjalan bersama dengan Gendis memasuki ruang kerja. “Silahkan duduk, Mbak. Mau minum apa?” Bilqis kembali mengeluarkan suara. Menundukkan badan singkat ke arah Gendis yang sudah duduk di sofa. “Apa saja, Bilqis,” sahut Gendis mengikut saja. Bilqis berlalu beberapa langkah. Memberhentikan diri di sela daun pintu. Meminta

