Bab 19 Janji Bersama Giva menunggu Gerry di depan bale. Sejak pukul delapan Gerry pergi tapi sampai jam 22.00 WITA, pria itu belum juga pulang. Ada kekhawatiran yang menyapa hatinya. Tahu begitu, Giva menyesal mengatakan keinginannya pada Gerry. Dia bahkan bisa menebak bahwa siomay di pasar yang dikatakan Gerry sebelum berangkat pastilah tidak ada dan ia pun mencari di tempat yang lain. Saat tubuh tinggi yang dikenalinya membuka pintu depan halaman rumahnya, Giva tersenyum lebar. Gerry balas tersenyum saat ia memasuki pintu tersebut. Apalagi saat matanya menemukan tubuh wanita yang ia cintai di depan bale, seperti sedang menunggunya, dia benar-benar tidak sabar untuk memberikan siomay yang sudah dicarinya dengan susah payah itu. “Ger, kamu udah pulang?” Gerry

