"Kak, ada Pak Prabu Wijaya menunggu Kakak di kantor," ucap Syifa saat Furqon mengontrol kegiatan bersih-bersih lingkungan di asrama putra. "Iya, Dek. Aku segera ke sana," balas Furqon sembari beranjak dari gazebo tempatnya mengawasi kinerja para santri. Ustaz tampan itu kemudian meninggalkan asrama putra diikuti oleh Syifa. "Kak, kenapa tadi malam tidak jadi konfirmasi? Masalah Kakak dan Ana yang di kamar mandi kantor itu kan masih ramai diperbincangkan para santri. Kakak bilang tadi malam mau mengumpulkan semua warga pesantren untuk konfirmasi agar tidak ada prasangka jelek." Furqon menghentikan langkah mendengar pertanyaan Syifa. Gadis itu pun ikut berhenti dan menatap kakaknya. "Menurutmu apa aku harus tetap konfirmasi jika aku dan Ana akan bercerai?" Syifa terkejut mendengar ucapa

