Pandu di keluarkan dari perusahaan itu oleh salah satu pihak keamanan. Ia tak menyangka, perusahaan yang selama ini menjadi milik nya, malah perusahaan itu yang mengusir nya. Ia pun di usir tanpa boleh membawa supir dan juga mobil nya. Hanya pakaian yang melekat di badan, dan juga ponsel satu-satunya yang ia miliki saat ini. Jasmin hanya memantau Pandu dari jauh. Ia ingin membuat Pemuda itu sadar jika ia selama ini hanya di manfaatkan oleh saudara-saudaranya yang lain. Nyonya Rima sudah begitu lelah memperingatkan nya. Tapi Pandu, masih saja membela para saudara yang berusaha mengambil perusahaan induk. Ponsel milik Jasmin berdering. Tertera nama Nyonya Rima di sana. Ia pun langsung menjawab panggilan itu.. "Jasmin, bagaimana keadaan Pandu?" "Ia baik-baik saja, Nyonya. Apa Nyonya mau

