Bab 9

1086 Words

Akhirnya hari itu pun berlalu. Pandu pulang ke rumah nenek nya karena tidak mau tinggal dengan Jasmin di apartemen itu. Takut nya, nanti ia malah di suruh untuk melakukan hal yang tidak ia suka. Nenek nya Pandu sudah menunggu nya di teras. Wanita tua itu sangat lah menyayangi cucu nya itu. Entah mengapa, di masa lalu ia hanya bisa memiliki satu cucu. Jika bukan karena keluarga cabang yang licik, pasti saat ini cucu nya bukan hanya Pandu. "Pandu, bagaimana hari mu?" "Seperti berada di ne-raka, nek. Aku mau ma-ti aja." Ucap Pandu sambil memeluk nenek nya. "Kamu mau ma-ti? Baiklah. Sebelum itu, tandatangani dulu surat pemutusan hubungan keluarga. Dengan begitu, nenek tidak perlu mengurus jenazah mu nanti." Huhuhuhu "Nenek kok tegaaaaa." "Maka nya nurut sama nenek. Nenek itu sayang sam

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD