Terima Kasih Sherry

1092 Words

"Ini lantai terakhir, Kak." Ujar Cindra dengan napas terengah. Sudah lebih satu jam ia menemani Sherry berkeliling rumah sambil menjadi juru fotonya. "Oh! I Love it!" Sherry memandang sekeliling roof top lantai empat itu dengan takjub. "Itu pasti teropongnya Leo?" Jeritnya saat melihat sebuah teropong besar yang berdiri di pinggir balkon. Cindra mengangguk sambil mencoba tetap tersenyum. "Mau aku fotoin lagi, Kak?" Tanyanya. Sherry mengangguk antusias. Ia berpose dengan teropong menempel di wajahnya, berpose di pagar tembok, di setiap sudut ruangan, di atas kursi dan sofa, hingga di area barbeque dengan pose seolah-olah ia sedang berbekyu-an. Roof top lantai empat itu memang indah, apalagi kalau malam hari. Ruangan itu paling sering digunakan untuk menggelar After Party setelah acara b

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD