Patah Hati

1147 Words

Cindra menatap satu per satu wajah di kantin yang ramai itu, berharap melihat Andra. Kantin adalah markasnya. Namun, saat ia tiba di meja terakhir, harapannya sirna. Andra tak kunjung terlihat. Hati Cindra semakin gelisah. Pesan terakhir yang ia kirimkan pada Andra bahkan belum dibaca. Kamu di mana, Dra? Kenapa enggak ada kabar? resahnya. "Cindra!" Sebuah suara disertai tepukan di bahu mengagetkannya. "Cari Andra, ya?" Tanya Tamy, teman sekelasnya. Cindra mengangguk kaku. "Dia mulai hari ini cuti satu minggu," sahut Tamy, datar. Cindra membelalakan kedua matanya, menatap Tamy dengan bingung. "Baru tadi sih dia urus cutinya. Katanya lagi banyak kerjaan." "Kenapa enggak kasih tahu aku?" Tanya Cindra, suaranya tercekat. "Mungkin belum sempat." "Belum sempat?" Cindra kembali menatap

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD