Hiburan Patah Hati

1248 Words

Entah sudah berapa lama Leo hanya berdiri memandangi punggung Cindra dari kejauhan. Dilihatnya gadis itu beberapa kali mengusap matanya, lalu kembali melamun, memandang kosong ke arah tumpukan roti dan seteko teh yang masih mengepul di hadapannya. Leo menarik napas dalam-dalam, lalu menghampirinya. Diletakkannya sekotak cokelat yang dibawanya di hadapan Cindra. "Buat aku?" Cindra terkejut melihat kotak cokelat berhiaskan pita keemasan di hadapannya. Buru-buru ia mengusap sisa air matanya. Leo mengangguk."Bingkisan Sherry kemarin," sahutnya, tersenyum manis. "Thanks!" Seketika wajah Cindra berseri. Ia memang sangat menyukai cokelat. Tapi Leo membencinya. "Kamu enggak ke kampus?" Leo memandangi Cindra yang masih mengenakan pakaian rumah. "Nanti siang," sahut Cindra sambil berusaha memb

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD