BAB 48

1676 Words

            “Dasar aneh!” aku mengumpatnya.             Aku beranjak merebahkan diri di atas tempat tidurku. Aku mematikan lampu kamarku, begitu pula daya handphoneku. Aku tidak ingin Andre kembali mengganggu istirahatku malam itu. Aku juga berusaha untuk tidak peduli dengan alasannya meneleponku dan mematikannya begitu saja usai aku mengangkat panggilan darinya.             Keesokan harinya.             “Pagi bu..” sapaku pada sosok ibu yang pagi itu sudah bersiap di dapur seperti biasanya.             “Hmm enak banget sampe Nadine jadi kelaperan nih bu hanya dengan hanya mencium aromanya saja.” lanjutku.             Ibu hanya menanggapi dengan senyumannya yang pagi itu nampak sedikit tertahan. Aku mencoba memberikan ruang untuk ibu sendiri dulu. Ibu pasti sangat terpukul setelah men

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD