“Nadine..” Aku segera menoleh untuk memastikan jika sumber suara yang sedang memanggilku itu benar berasal dari suara Reno. “Reno?” Aku berteriak usai melihatnya. Reno menyeberang jalan untuk menghampiriku di depan toserba. “Kamu kemana aja sih aku cari, aku telepon nggak kamu angkat?” tanyaku dengan nada sedikit kesal. “Kamu nggak kenapa-napa kan?” tanyaku sembari memastikan jika tidak ada luka atau lecet di bagian manapun dalam tubuhnya. “Apaan sih Nad, suka amat deh pegang-pegang aku? Aku baik-baik saja ah.” celetuk Reno dengan nada bergurau seperti biasanya. “Habisnya kamu sih!” tandasku dengan kesal. “Hehe maaf deh maaf, aku lagi nongkrong di kedai Nad, terus lagi asyik

