Hingga dua minggu sudah berlalu, Gray tidak menemukan satu pun wanita yang ingin dia nikahi walau hanya untuk sementara, apalagi untuk selamanya.
Apa yang harus aku lakukan? Aku tidak akan membiarkan wanita itu menikah dengan Papa.
Sejak ultimatum dari Jimmy, setiap malam dia berada di ruang kerjanya untuk memikirkan setiap wanita yang dikenal dan yang pernah dikencaninya. Namun, tidak satu pun yang sesuai keinginannya, sedangkan waktunya semakin menipis.
Saat Gray akan menuju kamarnya, seperti setiap malam lainnya, dia seperti mendengar suara seseorang berenang.
Apa mungkin itu Papa? Apa yang Papa pikirkan larut malam masih berenang? Airnya pasti sangat dingin, bagaimana jika Papa tambah sakit?
Dengan bergegas, Gray menuju ke sana dan ternyata itu bukan Jimmy. Dia melihat seorang wanita baru saja keluar dari kolam renang, dan Gray tahu siapa itu.
“Apa yang kamu lakukan malam-malam berenang di sini?”
“Akh!” pekik Klara begitu terkejut, sehingga dirinya terpeleset dan jatuh kembali ke dalam kolam renang.
Setelah berhasil muncul dari kolam, Klara sangat marah. “Haruskah Anda mengejutkan orang seperti itu?! Untung saja saya terjatuh di dalam kolam, jika tidak Anda akan bertanggung jawab atas kematian saya,” gerutu Klara kesal, karena sesaat tadi dia mengira jika Gray adalah hantu.
“Aduh!” pekik Klara kembali, karena saat mencoba untuk menaiki tangga kolam, Klara merasa kakinya begitu sakit.
Sepertinya kakiku terkilir.
“Tidak perlu berlebihan, Woman! Kamu hanya terjatuh ke dalam air saja bukan dari lantai empat ke lantai bawah jadi tidak perlu berpura-pura! Dan ini salahmu kenapa malam-malam berenang.”
“Aku tidak berpura-pura, aku memang kesakitan karena kakiku terkilir. Anda harus membantuku, aku tidak bisa keluar sendiri dari sini atau bahkan naik tangga.”
“Sudahlah, aku tidak akan tertipu. Selamat berendam kalau begitu.”
“Hey! Hey! Tolong aku! Aku tidak berpura-pura!” teriak Klara panik, memanggil Gray yang sudah berbalik akan kembali masuk ke dalam rumah. Namun, Gray tidak peduli. Dirinya terus masuk ke dalam rumah.
Entah apa yang direncanakan wanita itu dan aku tidak akan tertipu. Pasti dia berusaha mendekatiku agar aku merestui hubungannya dengan Papa. Tidak akan pernah!
“Sialan Anda, Mr. Clark! Anda memang tidak punya hati, aku terluka karena Anda. Semoga Anda masuk neraka dan sangat menderita di sana selamanya!” pekik Klara kesal.
Gray hanya mendengkus mendengar sumpah serapah Klara. Dirinya tetap melangkah masuk ke dalam rumah, dan tidak memedulikan teriakan Klara.
Dengan susah payah dan sangat kesakitan, Klara akhirnya bisa naik ke pinggir kolam sampai habis tenaganya, tidak punya kekuatan lagi untuk berjalan naik ke kamar. Jadi, ia hanya bisa menyeret tubuhnya ke kursi santai terdekat, dan berbaring meringkuk di sana.
‘Mungkin setelah beristirahat beberapa lama aku akan bisa ke kamar nanti,’ pikir Klara.
Sudah sejam Gray menajamkan pendengarannya, untuk mendengar apa Klara sudah kembali. Namun, dirinya tidak mendengar suara apa pun.
Apakah dia tidak berbohong tadi? Bagaimana kalau dia memang terkilir, dan mungkin dia akan mati kedinginan di kolam itu?
Bergegas Gray keluar dari kamar dan segera turun ke bawah, untuk melihat apakah wanita itu masih di sana dan ternyata di dalam kolam renang itu sudah kosong. Saat Gray akan berbalik, dia melihat sesuatu di atas kursi dan dengan cepat dia menghampirinya.
Apa yang dilakukannya di sini? Kenapa dia tidak masuk ke kamarnya? Apa dia berusaha bunuh diri?
Saat sudah dekat Gray bisa melihat kalau wanita itu menggigil kedinginan.
“Hey! Apa yang kamu lakukan di sini! Apa kamu mencoba untuk mati?” Gray tidak mendapatkan balasan sehingga nekat menyentuh Klara, dan dia begitu terkejut karena tubuh wanita itu terasa begitu dingin.
Bergegas menggendong Klara ke atas dan membawa wanita itu ke kamarnya. Kemudian dia menyalakan keran air panas di bathtub, dan memasukkan Klara di sana dengan perlahan. Merasa tidak bisa meninggalkan Klara di sana, jadi dia hanya bisa menungguinya. Saat menunggui Klara, dia baru memerhatikan kalau wanita itu memakai pakaian renang yang menempel ketat ditubuhnya. Saat di kolam renang tadi agak gelap, jadi Gray tidak bisa melihatnya dengan jelas. Gray begitu iri dengan pakaian itu.
‘Apa rasanya jika kulit wanita ini menempel dengan kulitku dan diriku menyatu dengannya?’ Dan pikiran itu membuat gairahnya bangkit tanpa bisa dikendalikannya. ‘Kamu sudah gila, Gray! Dia adalah calon istri papamu! Apa kamu akan merebut calon istri papamu sendiri?!’
Tapi untuk sesaat pikiran Gray menganggap itu ide yang sangat bagus.
Bagaimana kalau aku mengerjainya, dan membuatnya berpikir kalau kami sudah tidur bersama? Mungkin ia akan pergi meninggalkan Papa karena malu sudah berselingkuh! Tapi tidak malam ini. Malam ini aku harus membuatnya hangat atau ia akan mati kedinginan.
Gray dapat melihat kalau kulit Klara sudah tidak begitu pucat lagi, dan sudah mulai merona merah.
Aku harus membuka pakaiannya sebelum mengembalikannya ke kamarnya.
Dia mengangkat Klara dan mendudukkan tubuhnya di pangkuan, sehingga dia bisa membuka baju renang wanita itu. Saat dia mencoba membuka pakaiannya, Klara mendorong tangannya.
“Jangan! Apa yang Anda lakukan?” Klara membuka matanya sedikit, tapi kemudian memejamkan lagi serta meringkukkan tubuhnya semakin dalam ke dalam pelukan Gray.
“Dinginnn ….” Gigi Klara menggemeletuk karena kedinginan.
“Maaf, aku harus membuka pakaianmu kalau tidak ingin kamu mati kedinginan.” Dengan bergegas Gray membuka semua pakaian Klara. tanpa menyisakan sehelai benang pun.
Gray menggendong wanita itu ke kamarnya, setelah mengambil handuk untuk menutupi tubuh Klara. Namun, Klara merangkul leher Gray dengan kencang, dan semakin meringkuk dalam pelukannya. Bahkan dirinya menyusupkan kepala semakin dalam di lekukan leher Gray, dan menempelkan bibirnya yang dingin di sana.
Gray hampir menggeram, karena apa yang dilakukan Klara membangkitkan gairahnya kembali. Gray sejak tadi sudah berusaha dengan susah payah mengendalikan diri.
“Dinginnn ….” Klara kembali bergumam.
‘s**t!’ maki Gray. ‘Aku tidak bisa mengembalikan dia ke kamarnya untuk sendirian. Bagaimana jika dia demam dan tidak ada yang tahu? Hal itu akan menjadi salahku, dan Papa akan sangat marah karena mengira aku sengaja melakukannya. Meski aku ingin menyingkirkan wanita ini tapi tidak dengan membuatnya terbunuh.’
Jadi, Gray membaringkan Klara di ranjangnya dan menutupinya dengan selimut tebal. Gray membuka pakaiannya yang ikut basah dan hanya menyisakan celana dalam, tapi saat akan berbalik pergi mandi air dingin untuk memadamkan hasratnya, Klara menangkap tangannya dan kembali mengigau.
“Dinginnn ….”
Gray tidak siap, saat Klara menariknya mendekat hingga dia terjatuh di ranjang. Akhirnya dia menyerah dan memasukkan dirinya ke dalam selimut.
Mungkin kehangatan tubuhku akan segera menghangatkan wanita ini, jadi, aku bisa segera mengembalikannya ke kamarnya.
Dengan segera Klara memeluk kehangatan yang berada di sebelahnya dengan tubuh telanjang, untuk mendapatkan kehangatan yang terasa begitu nikmat. Tanpa menyadari sumber kehangatan itu berasal dari mana.
Mungkin aku bisa membiarkannya sebentar meski ini mungkin akan membunuhku.
Namun, tanpa bisa Gray kendalikan, dirinya ikut tertidur karena terus kekurangan tidur saat memilih-milih dan mencari wanita yang mungkin akan dinikahinya.
☼☼☼