Nara bangun lebih awal dari biasanya, setelah jalan pagi di sekitar rumahnya, ia kembali dan menyiapkan sarapan. Sekitar pukul 6.30, Zayn turun ke bawah dengan tergesa. "Sarapan dulu.." ujar Nara. "Saya buru-buru." Lalu berlalu dari pandangan Nara tanpa berpamitan. Nara akhirnya sarapan sendirian. Setelah merapikan kembali meja makan dan mencuci piring bekas ia makan dan memasak, Nara duduk di sofa ruang depan. Ia membuka laptopnya dan mulai berkutat dengan pekerjaannya yang ia lewatkan beberapa hari. Untungnya deadline pekerjaannya itu masih memiliki banyak waktu. Di tengah pekerjaannya, Nara merasa suntuk. Ia akhirnya membuat kopi dingin dan tak lupa juga ia membawa beberapa cemilan untuk menemani nya bekerja. Dua jam berlalu hingga akhirnya Nara menyelesaikan pekerjaannya. Ia me

