“Kita mau ke mana?” tanya Muti saat melihat mobil Damar meluncur berlawanan arah dengan yang biasa mereka lalui untuk pulang. Muti merasa sangat lelah walaupun pada kenyataannya, ia sama sekali tidak bekerja selama tiga hari ini. Apa yang dilakukannya hanyalah menggambar dan terus menggambar untuk mengekspresikan kesedihannya karena ditinggalkan oleh Nero. Ia tahu itu salah dan kekanak-kanakkan. Muti bahkan mengacuhkan hampir semua pekerjaannya dan itu sama sekali bukan sesuatu yang bertanggung jawab. Damar menyarankannya untuk cuti, tetapi Muti menolaknya dengan tegas, dan tetap pergi ke sekolah meskipun yang ia lakukan juga hanya menggambar di perpustakaan. Setidaknya, dengan berada di sekolah, akan jauh lebih mudah bagi Muti untuk bisa merelakan kepergian Nero dengan cepat. Perpust

