“Apa maksud lo dia gila?” Sejak tadi Muti terus bertanya, tetapi Nero tidak juga mengatakan apa-apa padanya. Itu salah satu hal yang Muti benci dari Nero. Ketika cowok itu tidak menyelesaikan apa yang ia mulai dan meninggalkannya dalam berbagai pertanyaan seperti ini. Apa Nero tidak pernah merasakan pukulan maut Muti? Ah, tentu saja tidak karena ia belum pernah memukul cowok ini. “Aku telepon Mama kamu dulu. Takut beliau nungguin.” Nero menghentikan motornya di pinggir dan meraih ponselnya tanpa menunggu Muti menjawab. “Halo, Tante.” “.......” “Muti lagi belajar sama Nero. Pulangnya paling agak telat ya, Tan.” “........” “Makasih, Tante. Assalamualaikum.” Muti mencibir saat Nero menoleh dan tersenyum padanya. Tentu saja Mama tidak akan melarang. Muti yakin sekaran

