55. Penolakan Mama

2069 Words

Mata Muti membelalak saat mendengar apa yang Damar katakan itu, sementara bibirnya terbuka, yang malah membuat Damar gemas ingin menciumnya lagi. Hanya sebentar bersentuhan dengan Muti saja sudah membuatnya mendambakan sesuatu yang selama ini tidak pernah ia inginkan sebelumnya dengan gadis lain. Damar ingin memiliki Muti seutuhnya. Ia ingin merasakan seluruh kulit halus Muti di bibirnya, menciuminya dengan semua perasaan yang Damar miliki untuk gadis ini. Pernyataan cinta yang Muti katakan, bahkan telah membuat tekadnya menjadi semakin kuat lagi untuk menikahi gadis itu. “Lo nggak mungkin serius, Dam!” teriak Muti kemudian sambil menggeleng-gelengkan kepala. “Menikah?? Astaga! Lo pasti bercanda!!” Damar tertawa melihat reaksi Muti itu. Memulai semuanya sebagai seorang sahabat, kadang

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD