Kisah Sanggara - 62

1020 Words
Gara memasuki kamar nya dan mengambil peti kotak yang di berikan arra kepadanya , kotak yang menjadi peninggalan terakhir dari catra ayah nya. Banyak pertanyaan yang bersarang di dalam otak gara saat ini , haruskah ia berjalan terus melangkah untuk memecahkan segala masalah yang datang dalam kehidupan nya atau hanya tetap berpikir tentang apa yang menjadi jalan keluar untuk suatu permasalahan yang menimpa uraga ayahandanya. Gara memandanginya sejenak dan kemudian ia menemukan satu tanda yang dimana kemungkinan tanda itu adalah petunjuk untuk membuka peti kotak tersebut. Perlahan dengan hati-hati gara membuka peti tersebut dan mencaritahu apa yang saat ini sedang memancarkan kemilau silau yang berada pada mustika yang menjadi bandul kalung itu. Gara mengambilnya dan kemudian mengamatinya dengan saksama , di putar-putarnya bandul kalung tersebut sebab gara seperti pernah meliihatnya tapi ia tak tau dimana. Pikiran gara saat ini sangat tak bisa di buat untuk berpikir jernih dengan apa yang baru saja terjadi kepada arra dan juga shyam , yang dimana saat ini shyam masih menjaga arra dengan beberapa mantra nya agar tak di ganggu oleh sosok siluman katak yang juga sempat membuat dirinya tak mampu berkutik pada alam bawah sadar nya. Ia begitu sangat ingin melenyapkan siluman tersebut tapi ia masih tak bisa mengendalikan kekuatannya dan bahkan seketika gara merasa jika kekuatan nya yang baru saja ia dapatkan hilang sirna dari dalam dirinya tanpa menghilangkan segala ingatana nya lagi. “ apa yang sebenarnya terjadi kepada ku? Dan apa yang harus aku lakukan dengan kalung ini. “ Gumam nya dengan memandangi kalung tersebut , Kemudian ia teringat dengan bhima sang paman yang ada di lituania , ia berharap jika dari bhima ia bisa menemukan jawaban atas semua yang terjadi di dalam hidupnya saat ini. Dan entah mengapa gara percaya jika bhima tau semua tentang dirinya apalagi dengan semua yang sudah di sembunyikan catra dari gara , masalalunya yang baru saja di ketahuinya dan juga kenyataan dari ingatan masalalunya. Gara melangkah kan kakinya menuju kearah cermin yang ada di dalam kamarnya dan yang tak jauh dari arah nya sekarang , Ia menatap nyalang dirinya sendiri dari arah cermin dan kemudian ia memakai kalung tersebut lalu masih menatap dirinya sendiri dari sudut arah pandangnya , ia semakin merasakan adanya sesuatu yang tertarik dalam dirinya saat ini yang seketika membuat gara seperti kehilangan nafasnya. “ Apa ini , Apa yang terjadi kepada ku. “ Pungkas gara dengan memegang dadanya saat ini dan seketika ia pun juga melihat bandul kalung yang dipakainya kembali menyala memancarkan cahaya dari arah dalamnya. Rasanya gara ingin melepaskan kalung itu dari lehernya tapi gara tak bisa melepaskan nya dan bahkan saat ini terasa jika kalung tersebut malah seperti terpati dengan lehernya sendiri , pikiran nya semakin merasa tak karuan dan semakin membuat dirinya tak bisa bergerak. Dari arah belakang nya , Seketika jendela kamarnya pun terbuka lebar dan terasa adanya angin yang masuk dengan begitu derasnya bahkan sampai gara sendiri bisa melihat jika tirai jendela kamarnya berkibaran kesana kemari , bahkan kertas-kertas pun berterbangan karena angin tersebut. Bibir gara semakin terasa begitu kelu dan serasa tak bisa terbuka untuk meminta bantuan kepada shyam yang saat ini masih berada di dalam rumahnya. Apakah shyam tak merasakan jika saat ini gara sedang berada di dalam bahaya dan jika memang ini ada sesuatu yang mengganjal terjadi kepada dirinya , Bagaimana bisa gara malah mendapatkan sesuatu yang sangat tak bisa membuat nya berkutik sama sekali , dan bagaimana ia malah semakin tak bisa menggerakkan tubuhnya hanya sekedar untuk pembelaan tersendiri. Semua tubuh gara seperti tak memiliki fungsinya tapi yang terberat hanyalah sesuatu yang mengganjal di dalam hatinya , ia mengingat kembali ucapan shyam yang dimana ia pernah memberikan beberapa ucapan yang dimana akan berguna untuk dirinya. Mantra dan ucapan selalu gara geming kan di dalam hatinya , ia sangat berharap jika ia bisa segera terlepas dari jeratan yang begitu membuatnya merasa terkurung seperti sekarang ini. Perlahan gara sudah bisa menggerakkan kakinya dan seketika ia menghantamkan nya dengan keras pada meja yang tak jauh dari arah dirinya sekarang berada , gara sendiri berharap jika apa yang di lakukan nya saat ini bisa membuat dirinya terlepas dan juga setidaknya bisa membawa shyam masuk ke dalam kamarnya dan menolongnya dengan segera. Tapi saat ini ia merasakan jika tubuhnya masih tak bisa di gerakkan dan ketika ia mengarahkan pandangan nya kearah tempat tidurnya betapa terkejutnya gara ketika mendapati dirinya sendiri sedang tertidur di atas kasur miliknya. Lalu ia segera mengarahkan lagi tatapan nya kearah cermin tersebut dan ia mendapati dirinya berada di pantulan cermin yang sama , Pikiran nya semakin terasa membingungkan sekali dengan apa yang di lihat nya saat ini dan bagaimana ia bisa menjadi dua bagian seperti sekarang , yang dimana ia terlihat sedang tertidur di atas kasurnya dan yang dimana ia sedang berada di depan cermin kamarnya. Lalu tanpa ia sadari adanya lirikan dan juga smrik menantang dari arah cermin tersebut , keanehan yang sontak membuat nya tersadar jika saat ini dirinya sedang berada di dalam alam bawah sadar yang di buat khusus oleh gyon pastinya. Gara segera menyadari apa yang sedang menimpa dirinya dan kemudian ia mencoa memejamkan matanya kembali lalu berusaha untuk membuat dirinya yang menjadi pemegang alam bawah sadar nya sendiri dan juga membuat sosok itu merasa jera karena mengganggunya. Gara sama sekali tak paham siapa dalang yang sebenarnya mencoba untuk mengganggunya , namun saat ini gara semakin yakin jika semua ini adalah perbuatan gyon. Dan entah itu karena adanya sesuatu yang di ingin kan gyon atau memang karena tuntutan dari sosok lain kepada gyon. Dengan kegeraman nya gara segera menghancurkan cermin yang ada di hadapan nya kali ini yang sontak membuat gara mengalami luka pada tangan nya , dan setelah itu gara mengarahkan lagi kakinya menuju ke tempat tidurnya. Ia mendapati dirinya sendiri yang sedang terlelap dalam tidurnya dan ia pun juga melihat jika tangan nya kali ini sudah di penuhi oleh darah , Pikiran nya semakin di buat bingung dengan apa yang terjadi sekarang , Bagaimana bisa ia mendapatkan luka yang sama seperti apa yang sudah terjadi kepada dirinya kali ini , dan bagaimana bisa ia melihat dirinya sendiri di balik cermin yang saat ini sudah menjadi berkeping-keping. *
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD