Kisah Sanggara - 63

1137 Words
“Apa yang sebenarnya sedang mengganggu ku?” Gumam gara yang tiba-tiba saja terbangun dari alam bawah sadarnya. Ia sama sekali merasa ada banyak keanehan yang mulai menimpanya dengan waktu yang sangat singkat dan ia sendiri pun merasa jika semua memori perjalanan ini mampu ia ingat kembali apalagi dengan semua kisah masalalu nya yang juga sudah ia ingat namun gara tidak berniat untuk mengumbarnya. Ia bangun dari tempat tidurnya sekarang dan menatap dirinya lagi pada kaca yang berada di dalam kamarnya , namun kali ini semua nya nampak biasa saja tanpa adanya sesuatu yang terjadi kepada dirinya saat itu. Gara kembali teringat kembali lorong itu dan masih bertanya-tanya tentang gyon yang sudah berani memasuki kehidupan barunya saat ini , apalagi perkataan shyam yang menjelaskan jika gyon pernah membuat arra menjadi mangsanya. Dengan langkah pelan gara menuju ke depan kaca cermin dan mengamati nya lalu perlahan jemari tangan nya mengarah pada kaca tersebut yang terlihat baik-baik saja , namun seketika jemarinya terhenti pada satu titik yang menunjukkan bahwa ada serpihan kaca yang hilang dari cermin itu. Kedua alis gara pun mengerut ketika mendapati kejanggalan tersebut , sebab ia sangat tau jika begitu mustahil saat sebuah kaca hilang pada bagian yang terlihat begitu sangat sulit untuk di ambil dan jika pun itu terjadi dapat gara pastikan jika cermin tersebut sudah benar-benar hancur pastinya. Suara dering ponsel pun mengalihkan pandangan gara pada cermin tersebut hingga akhirnya gara memilih untuk mengambil ponselnya dan menerima panggilan telpon itu. Gara semakin menaruh banyak tanya ketika melihat nama edward pada layar ponselnya hingga segera ia menekan tombol hijau ponsel tersebut. “bos, ada yang bisa saya bantu?” titah gara setelah menerima panggilan ponsel tersebut tapi entah mengapa gara merasa ada sesuatu yang sangat tak biasa dari suara edward , seakan ada sesuatu yang tak bisa hadapi sendiri. Tapi gara sendiri pun juga tak tau harus melakukan hal apa untuk menanggapi ucapan edward jika ia menjawab pertanyaan dari gara. Kemudian dengan seksama gara pun mendengarkan setiap kata yang terlontar dari suara edward yang mengatakan jika dirinya mengetahui sesuatu yang berbahaya akan menimpa luna dan semua ini juga menyangkut dengan arra, gara pun menanyakan bagaimana edward tau tentang kabar tersebut dan edward kembali menjelaskan jika ia mendapatkan ke khawatiran tersebut dari alam bawah sadarnya. Seketika gara teringat dengan sosok yang juga baru saja mengintai hidupnya yang dimana gara sendiri mengetahui seluk beluk sosok itu dari shyam. Sosok yang juga untuk kali pertama bagi gara mengetahui siapa sebenarnya pengganggu dalam mimpi-mimpi gara selama ini dan apa yang di pikirkan gara saat ini mampu ia salurkan kepada edward tanpa sang empunya sendiri tahu tentang apa yang sudah ia perbuat baru saja. “gaa, aku mampu menerima apa yang juga kamu pikirkan gaa.” Ujar edward dari arah ponselnya dan gara pun juga mengetahui itu. Dan kali ini edward pun menyampaikan bagaimana cara untuk membinasakan sosok yang bernama gyon itu yang dimana ia adalah siluman yang selalu mengganggu serta memgusik kehidupan alam bawah sadar manusia. Bahkan selama edward di alam manusia ia baru mengetahui jika ada sosok seperti itu yang bisa lolos dan dengan mudahnya mempora-porandakan jiwa tentram di bumi. Setelah penjelasan panjang lebar dari gara pada akhirnya edward memilih untuk mematikan panggilan ponselnya dan kemudian melakukan apa yang sudah di perintahkan oleh gara. Sebab apa yang di katakan oleh gara memang ada benarnya. Gyon akan kembali dalam mimpi edward karena ada satu misi tersendiri bagi gyon yang belum terselesaikan pada diri edward. *** Perlahan edward mengetuk pintu kamar luna yang masih tertutup, sekali dua kali luna belum membukanya namun untuk yang ketiga kalinya luna pun membuka pintu tersebut dan menjumpai edward dengan tatapan yang sangat sulit untuk di artikan. Seperti apa yang sudah di katakan oleh gara melalui panggilan ponselnya tadi, edward pun mencoba menceritakan apa yang di alaminya dan betapa terkejutnya edward ketika luna juga menceritakan kepada edward jika ia pun juga mengalami hal yang sama seperti apa yang juga di alami oleh edward di dalam mimpi tersebut. Dan edward pun percaya dengan apa yang di katakan oleh gara. Jika mimpi tersebut seperti sesuatu yang berantai antara satu dengan yang lainnya dan bahkan dalam mimpi luna itu pun ia juga yang menjadi korban namun bukan hanya ia saja yang akan mengalami hal buruk sebab akan ada arra juga yang mendapati kemalangan yang sama seperti apa yang menimpa luna. Rasanya sangat aneh jika mimpi itu malah membawa mereka semua dalam satu jalan panjang yang seakan berhubungan. Namun disini luna sendiri yang masih merasa kebingungan dengan arti dari mimpinya itu karena edward tak menjelaskan secara keseluruhan untuk apa yang sedang mereka hadapi kali ini. Edward hanya meminta kepada luna agar ia tetap berada di dalam rumah dan tidak keluar walaupun itu hanya di halaman aataupun taman saja. Edward melarang keras luna untuk menolak apa yang sudah menjadi perintahnya dan luna pun hanya menurutinya. Edward segera berjalan keluar dari kamar luna kemudian menuju ke ruangan yang dimana patung keramat itu berada. Patung yang sempat membuat gara bertanya-tanya tentang tujuan edward memasukkan ribuan siluman di dalam patung tersebut. Di pandanginya kemudian ia mulai menjelajahi keadaan di dalam patung tersebut hingga akhirnya ia menemukan satu sosok yang di maksud oleh gara. Sosok yang dimana ia adalah perisai utama untuk gyon dan tujuan gyon mengintai dirinya dan luna agar ia bisa mendapatkan tempat dimana ia dulu hidup tentram. Bukan salah edward jika ia mengurung sosok tersebut sebab apa yang sudah di lakukan nya adalah suatu hal yang sangat menjijikkan bagi kaumnya. Dalam gelap yang perlahan menjadi terang hingga membuat sosok itu tersadar atas kedatangan edward yang menemui dirinya. Seketika wajah edward pun berubah menjadi sosok asli dirinya dan membuat sosok yang di temuinya merasa begitu takut atas pandangan tajam yang tertuju kepadanya. “edd.. edd.. edward.” Ujar sosok yang di datangi edward dengan terbata-bata. Ia begitu sangat terlihat jelas ketakutan ketika melihat sosok asli edward yang menunjukkan kedua taringnya yang tajam. Apalagi dengan senyum yang mengangkat satu sudut bibirnya semakin membuat bulu kudu berdiri ketika menghadapinya. “bagus jika kau paham aku siapa. Kau tau tujuan ku datang kepadamu.” Sosok tersebut hanya menggeleng saja dan sikapnya semakin membuat edward sangat geram hingga memilih untuk mendekatinya lagi lalu mencengkeram kedua pipinya dengan satu tangan nya. “musnahkan gyon atau kau yang aku musnahkan. Paham.” Tandas edward yang semakin membuat sosok itu tak mampu berbuat banyak lagi. Sebab gyon terlalu ceroboh untuk memilih musuh, ia seakan tak mengetahui siapa yang sedang ia hadapi dan jika gyon musnah maka sosok tersebut tak akan pernah bebas dari kurungan yang di buat oleh edward itu. Pilihan yang begitu sangat sulit , namun sosok itu pun juga sangat ingin merasakan kebebasan lagi seperti dulu kala ketika ia menjadi penguasa sungai neman dan menjadi makhluk yang abadi. Namun sebenarnya hanya gyon lah satu-satunya cara agar ia bisa bebas dari jeratan edward selama ribuan tahun tersebut. ***
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD