Kisah Sanggara - 64

1038 Words
Tak pernah terpikir sebelum nya dalam otak gyon yang dimana pusat dari kehidupan nya akan segera memusnahkan nya. Sebab kemunculan gyon memanglah untuk membebaskan sosok yang bernama dimitri. Telah begitu lama gyon berusaha mencari banyak cara untuk melepaskan dimitri dari belenggu edward yang sudah mengurungnya di dalam patung itu. Gyon mencari banyak manusia untuk membuat nya bertahan di alam manusia, kehidupan gyon sendiri seakan tak pernah mampu tenang dengan mencari kekuatan untuk dirinya. Apalagi dengan kebaikan dimitri yang menyelamatkan dirinya dan membuatnya memiliki ilmu serta keabadian. Apa yang gyon lakukan hanyalah semata-mata untuk membalas semua kebaikan yang sudah di lakukan dimitri kepadanya. Titik terakhir dari kehidupan gyon adalah ketika ia mulai berani benar-benar masuk ke dalam alam bawah sadar gara yang dimana sang empunya saat itu sudah mengetahui siapa gyon sebenarnya dan bahkan gara sendiri sudah memiliki lampu hijau dari edward maupun dimitri untuk memusnahkan gyon yang sudah begitu sangat meresahkan. Banyak jiwa sudah menjadi korban dari kehadiran gyon. Dan gyon pun berusaha mendapatkan apa yang kini kembali di miliki oleh gara setelah gara mendapatkan seperempat dari jati dirinya. Sebab semua itu akan membantu gyon untuk dengan leluasa membebaskan dimitri yang sudah sangat di hormatinya. Di dalam alam bawah sadar gara kini gyon sudah membawa sang empunya kembali menjumpai tempat dimana ia berasal dan dimana gara mampu melihat dengan jelas goa yang juga pernah ia jumpai tersebut. Gara membiarkan gyon untuk membawanya dan menjelajahi hutan tempat tinggalnya sampai akhirnya gara kembali di pertemukan dengan air terjun yang sama dengan tempat pertemuannya dan arra waktu itu. Terulang semua kisah gara dan kemudian terjadilah penolakan dari gara yang sontak membuat gyon terkejut dengan apa yang terjadi kepadanya. Gyon seperti terpelanting jauh disaat gara mulai menolak apa yang sudah di atur oleh gyon, dalam diam gyon memandang lurus kearah pohon akasia besar yang seakan tertiup angin kencang namun ia sendiri tak merasakan angin yang berhembus di sekitarnya. Gyon segera beranjak dari tempat nya sekarang dan kemudian ia melihat gara yang berjalan menuju kearah nya dengan senyuman yang sangat sulit untuk di artikan. Gyon benar-benar sangat terkejut karena gara yang mampu melihat dirinya di dalam alam yang dimana gyon adalah pemegang utama alam mimpi gara tersebut. “gara.” “bukankah hal menarik bermain di dalam alam yang dapat di manipulasi gyon. Kau terlalu ceroboh gyon. Kau tak pernah bisa melihat mana musuh yang bahaya dan musuh yang dapat kau tangani dengan mudah.” “tapi, bagaimana ini bisa terjadi. Bagaimana kau bisa mengambil alih kekuasaan ku.” “gyon sang pengendali mimpi apakah kau tau dimana kau berada saat ini. Kau ada di alam ku bukan alam mu jadi kau sama sekali tak bisa mengaturku gyon.” Jelas gara kepada gyon yang begitu membuat sang empunya sangat khawatir menghadapi gara yang sudah memiliki keabadian nya kembali. Gara melantangkan senyuman nya kembali dan kemudian seketik terlihat keluar api dari arah tangan kanan nya hingga pada akhirnya membuat gyon terbakar habis dengan kekuatan yang di berikan oleh gara. Tak menunggu lama kini gyon sudah hancur lebur seperti debu dan kemudian gara pun segera mengakhiri perjalanan mimpinya dan kembali pada dunia nyatanya lalu gara pun bergegas menghubungi edward dan memberitahukan apa yang menjadi misinya telah berhasil di lakukan. Gara berterimakasih atas apa yang sudah di lakukannya setelah menceritakan semua tentang gyon yang ada sangkut pautnya dengan dimitri. *** Dering jam wekker yang berada di dalam kamar arra berbunyi begitu keras hingga membuat sang empunya terkejut mendengar suara yang seakan baru pertama kali menemaninya di pagi hari. Dengan segera arra pun bersiap-siap membuatkan sarapan untuk gara dan disaat arra membuka pintu kamarnya ia melihat gara yang sedang bergelumit di dalam dapur dan dengan menggunakan apron, gara begitu antusias sekali meracik beberapa bumbu yang sudah tertata rapi di atas talenan. Arra masih berdiri di tempatnya dengan memandang kearah gara, banyak memori yang terlintas begitu saja di dalam otak arra dan ia pun juga membayangkan bagaimana indahnya kisah mereka dulu. Namum arra masih terus bertanya-tanya apakah gara sudah mampu mengingat siapa dirinya dan apakah gara juga mampu hidup tanpa adanya mustika yang sudah di berikan nya kepada arra. Begitu banyak ketakutan dalam diri arra sendiri karena kembalinya gara di dalam kehidupannya namun arra juga tak bisa memungkiri jika ia sangat merasa bahagia atas apa yang sudah ia capai saat ini. Bagi arra kebahagiaan gara lah yang utama dan apalagi ia juga harus masih berusaha menemukan sesuatu untuk mengambil jimat yang ada di dalam peti kayu peninggalan ayahnya. Arra sendiri juga merasa kebingungan karena ternyata peti itu masih belum bisa terbuka dengan keadaan gara yang sekarang. Seperti masih ada beberapa hal yang harus gara temukan lagi untuk membuka sisi demi sisi peti tersebut. Begitu berat rasanya ketika arra memutuskan untuk memberikan peti tersebut kepada gara, banyak hal yang harus arra pertimbangkan ketika ia memberikan peti itu sebab ada satu rasa takut yang masih mengganjal di dalam hati arra. Namun arra sendiri juga tidak bisa bersikap egois untuk tidak memberikan jalan bahagia untuk gara, sebab yang arra tau setelah gara menyempurnakan dirinya sendiri ia akan dengan segera melupakan arra. Janji arra yang tak bisa arra lupakan, janji yang dimana ia utarakan kepada pawira dewa kehidupan. Dewa yang saat itu datang kepada arra dan menjelaskan segala tentang kehidupan gara sampai detik ini. Kala itu tepat disaat kelahiran gara, terjadi sesuatu yang pada akhirnya menyebabkan pawira harus turun tangan dan membuat suatu perjanjian dengan arra yang ternyata juga menunggu kehadiran gara. Pawira memberikan beberapa syarat yang harus di lakukan arra ketika gara sudah mulai mendapatkan jati dirinya kembali dan demi kelancaran kelahiran gara saat itu arra pun juga diberikan satu syarat agar gara bisa hidup dengan baik sebelum ia mendapatkan jati dirinya. Ada satu rahasia besar yang masih arra sembunyikan, ia sendiri masih menantikan peristiwa itu terjadi. Sebab pawira pun pasti akan menagih janji arra kepadanya, bahkan pada setiap hidup arra ia masih terus terniang-niang segala perkataan yang di ucapkan oleh pawira tentang keabadian yang harus di miliki gara kembali jika ia ingin menyelamatkan ayahnya dari kurungan yang sudah mengurungnya beribu tahun lamanya. Tanpa tersadar saat ini gara sudah berada di depan arra dan kemudian membuyarkan lamunan nya. Arra pun tersenyum kearah gara dan terlihat gara yang membawakan satu piring omlette yang nampak begitu lezat dan menagih untuk di santap. ***
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD