Kisah Sanggara - 20

1226 Words
“ apa maksud kamu nak? “ “ sanggara mau tau soal merubah wujud paman. “ “ merubah wujud… “ | | Tak pernah terbayang bagi uuraga yang dimana hal yang memang sudah di jaga nya agar sanggara tak mengetahui nya malah sudah di ceritakan katomi kepada sanggara. Bukan tak ingin uraga memberitahu sanggara , Namun ia sangat tak ingin sanggara mengetahuinya sebab uraga sangat takut jika sanggara akan menggunakan nya untuk mendekati manusia. Karena itu adalah hal yang membahayakan bagi sanggara. Masih begitu tersimpan dengan rapat rahasia kehidupan sanggara yang di sembunyikan oleh uraga , bagaimana ia harus berantisipasi kepada manusia. Uraga begitu takut , Jika yang ia dekati nantinya adalah ibunda nya yang sudah hampir seratus tahun meninggalkan khayangan dan menetap di bumi. Karena wita akan mengalami hampir lebih dari lima puluh kali proses reinkarnasi untuk menebus kesalahan yang sama sekali tak di perbuatnya. Erlang lah yang seharusnya menanggung semua perbuatan keji itu , tapi betapa pintarnya erlang dan malah membuat wita dan juga uraga menjadi tersangka di dalam peristiwa itu. Dan lagi-lagi uraga harus mengingat kembali kejadian yang sangat memukul dirinya , Apalagi dengan di lepasnya ikatan batin antara mereka berdua menjadi penyebab terputusnya semua hubungan yang sangat sudah di bina nya begitu lama. Uraga masih memandang lekat kalung yang selama ini melingkar pada leher sanggara , kalung yang dimana masih terus menyimpan semua kenangan antara dirinya wita dan juga sanggara. Tapi uraga juga tak memberitahu semua nya kepada sanggara dengan apa yang selama ini sudah ia sembunyikan. Sanggara sendiri mengerti dengan kegundahan uraga untuk menjawab pertanyaan sanggara dan juga katomi. “ sudahlah , kembali lah besok. “ Ucapnya dengan menepuk kedua pundak katomi dan ia pun segera menagngguki perkataan sanggara dan kemudian ia berpamitan untuk pulang. Uraga melayangkan senyuman nya , Ia sendiri seakan mengerti dengan apa yang di  maksud oleh sanggara yang meminta katomi untuk segera meninggalkan mereka berdua. “ apa yang sebenarnya terjadi ayah? “ Sanggara menanyakan sesuatu yang juga sudah sedari tadi menjadi apa yang berputar di dalam otak nya. Uraga mencoba menarik pelanafas nya dan kemudian mengaturnya agar ia bisa mengambil pasokan udara untuk mengalir di dalam proses pernafasan nya. “ ayah hanya tak mau membahayakan keselamatan kamu nak. Sebab adanya sesutau yang sangat tak akan pernah bisa ayah maafkan jika semua itu terjadi kepadamu , sanggara. Dan pastinya ibunda mu pun juga tak ingin kamu mengalaminya. “ Jelas uraga yang masih membuat sanggara kebingungan dengan apa yang di maksud oleh uraga. “ ayah sama sekali juga tak tahu , nak. Apakah kamu masih mengingat sosok ibunda mu. “ Timpa uraga lagi yang sontak membuat sanggara menjadi sedikit kaku dengan pertanyaan uraga yang begitu mengejutkan. Ia seperti mengingat sosok perempuan pertama yang ada di dalam hidup nya , perempuan yang untuk pertama kalinya membimbing sanggara untuk berjalan. Seketika ingatan lama nya seperti terlintas kembali saat uuraga mulai menerangkan masa lalu mereka semasih berada di khayangan. Wajah ayu sang ibunda pun kembali sanggara dapatkan di dalam netra nya , Dan kini bulir-bulir airmata pun lolos terjatuh membasahi pipinya dengan begitu derasnya. Kenangan yang selama ini sempat ia lupakan bahkan sudah tak ada di dalam hatinya karena adanya sesuatu hal yang membuat kehidupan mereka di khayangan menjadi suatu musibah. Uraga juga menjelaskan kepada sanggara , Siapa erlang sebenarnya dan bagaimana sikap mereka yang harus kebih berhati-hati dengan erlang yang masih terus menerus menginginkan sesuatu yang di miliki oleh uraga. Sanggara semakin tak mengerti dengan apa yang di inginkan oleh erlang dan mengapa ia harus memisahkan dirinya dan juga ibunda nya. Apa sebenarnya motip dari semua yang di kerjakan oleh erlang , Lalu apa yang membuat mustika itu nampak hebat hingga erlang begitu gila akan mustika itu. Dan kemudian uraga pun menjelaskan nya dengan lebih terperinci kepada sanggara , tentang apa yang sebenarnya erlang inginkan dan juga kegunaan mustika itu yang memang telah di minati oleh banyak nya siluman dan raja-raja khayangan. Namun karena kegigihan uraga dan keuletan nya dalam menjada khayangan , akhirnya dewa langit pun memberikan nya kepada uraga. Tadinya memang banyak yang tidak menyukai nya , Namun dengan berjalan nya waktu dan juga nampak kebaikan yang di lakukan oleh uraga membuat semua penghuni khayangan dapat menerima semua yang sudah di berikan untuk uraga. Dan semua nya terasa begitu damai , Tapi tidak dengan erlang yang merasa jika apa yang di dapatkan uraga itu terlalu begitu berlebihan , dan erlang pun ternyata juga sudah mengincar apa yang di berika dewa langit kepada uraga. Sebab dengan adanya mustika itu , Ia bisa mengusai surga dan juga neraka bukan hanya sebagai penjaga yang berkedudukan tinggi di pada pintu terakhir neraka. Namun ia bisa menjadi segala raja di khayangan. Kegigihan nya untuk merebut mustika itu semakin menjadi dan ternyata di balik semua itu juga terdapat dendam tersendiri yang erlang simpan. Dendam yang dimana ia telah gagal memenangkan hati wita dan malah berbanding terbalik dari apa yang sudah ia rencanakan. Sebab itulah , Erlang mengincar uraga dan juga wita. Ia sangat ingin menghancurkan mereka berdua tanpa terkecuali dan bahkan sampai ke sanggara sekalipun ia akan tetap menghancurkan nya. Sanggara sangat terpukul dengan apa yang baru saja di ceritakan oleh uraga kepada nya , Ia sendiri nampak terkejut dengan semua kenyataan pahit di dalam hidup nya dan sanggara berjanji jika ia akan melenyapkan erlang dengan tangan nya sendiri. Sampai kapan pun sanggara tak akan pernah memaafkan erlang yang sudah beraninya mempora-porandakan kebahagiaan keluarga kecil sanggara. Uraga pun menjelaskan kembali , Arti dari kalung yang di pakainya saat ini kalung yang dimana juga menjadi salah satu petunjuk untuk mereka dapat menemukan dimana wita berada. Dan mungkin saat ini wita juga sudah tak bisa merasakan kehadiran mereka lagi , Sebab ikatan yang sudah terputus itu sudah tak bisa di sambung lagi , namun hanya kalung inilah yang menjadi satu-satunya perantara bagi sanggara dan uraga untuk bisa menemukan wita kembali. Walaupun nanti nya wita tak akan mengenali mereka yang sebenarnya , Tapi setidaknya antara hati dan perasaan uraga bisa menjadi lega dan tak di rundung oleh perasaan bersalahnya yang semakin hari semakin mengecam. Karena uraga sendiri hanya ingin mengetahui jika wita sedang baik-baik saja dan tak mengalami hal yang sulit. Lalu sanggara menanyakan lagi tentang bagaimana dengan berubah wujud seperti yang di katakan oleh katomi. Ia pun juga ingin mengerti sisi lain dari dirinya yang ternyata belum pernah ia kembangkan , Dan bisa jadi juga banyak hal lainnya yang belum juga ia ketahui. Dan tatapan uraga pun seketika menyayu seperti enggan memberitahu semua itu kepada sanggara. Ia sangat takut jika akan terjadi sesuatu hal yang buruk , apalagi hanya tinggal sanggara lah yang tersisa di dalam kehidupan nya. “ percaya lah ayah , Aku tidak akan melakukan hal buruk dengan semua kekuatan ku. Aku hanya ingin menemui nya sekali saja ayah , bantu aku. Setelah itu aku tidak akan menemui nya lagi. Aku mohon...“ Pungkas sanggara yang mencoba memberikan uraga pengertian  sebab sanggara sendiri tahu apa yang sedang di khawatirkan oleh ayah nya. Ia begitu sangat meminta kepada uraga. Mungkin ini pun juga sudah saat nya untuk sanggara mengenal semua yang harus ia miliki. Termasuk mustika kehidupan abadi itu juga. Yang sudah hampir tiba waktunya untuk segera sanggara miliki dan bergantinya sebuah tanggung jawab besar dari uraga untuk sanggara. Entah , Apakah sanggara akan menerima nya atau tidak. Tapi itulah yang sudah menjadi jalan takdirnya yang memang harus ia jalani suka ataupun tidak suka.     ◖Bersambung◗    
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD