Azura merasa bersemangat setelah berbicara dengan Nura. Ia ingin segera melanjutkan hidupnya di kota lain dan meninggalkan semua kenangan buruk di Semarang. Namun, kebahagiaannya tidak berlangsung sebuah dering telepon membuatnya terganggu. “Ngapain si Ben telepon aku,” ucapnya kesal. Telepon terus berdering membuat pagi harinya yang seharusnya bersemangat tak lagi sama. Tak lama ada pesan masuk di ponselnya. Ben : Angkat telepon ku, Azura. Aku ingin bicara penting sama kamu tentang Elo dan Ela. Azura mau tak mau akan mengangkat telepon dari Ben. Walau bagaimanapun Ben tetaplah Ayah dari Angela dan Angelo. “Ada apa?” tanya Azura tanpa mengucapkan kata HALLO. “Di mana sopan santunmu? Orang kalau ditelepon itu mengatakan hallo atau apa gitu yang sopan,” ucap Ben. “Waktumu hanya

