Kedua kalinya...

669 Words
Caraka meraih tangan Canda.. "Aku mau nunjukkin sesuatu sama kamu" lalu menarik Gadis itu ke dalam lift.. "Pak Caraka sehat? " Canda menunjuk tangan Caraka yang sedari tadi menggenggam tangannya. tapi nampaknya tak ada sedikitpun niatan dari Caraka untuk melepas genggamannya. Canda hanya mengikuti arah Caraka dengan penuh tanda tanya.. Sampai pada akhirnya mereka tiba di basement tempat parkir, Caraka membawa Canda ke sebuah Jeep merah, memaksanya masuk ke dalam, "Tolong kamu ingat kata-kataku, lain kali jangan pernah kamu menolak saat aku menawari kamu tumpangan, kamu harus tau, aku rela membeli mobil ini, karena kamu menolak naik motorku. Dan jangan tanya kenapa Aku berbuat seperti ini, karena kamu seharusnya tau alasannya" Caraka mempererat genggamannya, sampai Canda merasakan sakit ditangan, dan dengan kasar Ia menarik tangannya, sampai akhirnya... Canda terbangun, Dia merasakan kram dibagian tangan, lalu memijit-mijit tangannya. Ternyata tanpa sadar selama tidur tangannya menyangga kepalanya terlalu lama, sampai tangannya terasa kram dan kebas. Baru beberapa saat kemudian, Dia teringat mimpinya barusan... 'Again, bisa-bisanya begituan jadi mimpi?' Canda bergidik tak percaya, dan kali ini menganggapnya mimpi yang amat konyol, dan memilih tidak terlalu memikirkannya. Dia menganggap mimpi kali ini karena kejadian tadi siang, mungkin otaknya kembali memberi respon, meskipun dalam cerita yang sama sekali tidak nyambung. Canda mendapati dirinya sedang duduk berdampingan bersama Caraka disebuah tempat yang gelap, tanpa ada sepatah katapun, sampai Canda mengatakan... "Bos, ngapain kita gini-gini?", Diantara rasa penasaran dan ketakutannya, Dia berusaha memberanikan diri.. Namun tidak ada sedikitpun respon dari Caraka, Dia hanya menoleh ke arah Canda, lalu tangannya meraih tengkuk Canda, mendekatkan wajahnya pelan, jantung Canda berpacu sangat cepat, kemudiann...... Canda terbangun dengan gelagapan.. Ia bergegas mengambil air putih di atas nakas, dan dengan terburu-buru meminumnya. Perlu beberapa menit untuk kembali membuatnya sadar. Mimpi konyol itu datang lagi, tapi bisa-bisanya Ia mimpi dicium Caraka? Pikiran Canda melayang kemana-mana, mungkinkah kebenciannya pada bos yang sok cool itu yang membuatnya jadi bermimpi demikian?!. Canda beranjak dari kamarnya, Ia mencuci muka, mengembalikan sisa-sisa mimpinya, agar tidak terulang lagi. "Mimpi Lexi aja kagak pernah, malah Die yang nongol, apes banget dah". Candapun tidak lagi bisa memejamkan mata, antara takut kembali bermimpi atau sudah tidak bisa lagi memejamkan mata, Ia memainkan HPnya, tanpa arah dan tujuan, melihat-lihat contact yang ada di sana, barangkali ada yang bisa diajak ngobrol. Iseng Ia membuat status di WA nya, setelah searching jeep merah di pinterest, Ia upload dengan caption Tragedi jeep merah. Setelah membuat status, Ia langsung terbang menuju i********:, sengaja Ia lihat kehidupan teman-teman yang muncul di feednya. Reel terbaru Echa foto gedung tempat mereka bekerja, bertuliskan "masa depanku di sini", namun Canda tau persis fokus foto dan caption ada pada sosok yang masuk ke dalam gedung, Canda hafal persis outfit Bos liberalnya itu meski dari belakang. Candapun meninggalkan jejak di comment "Malam ini jadi gue, pingsan Lu" sambil memberi emot tertawa lebar. Scrol ke bawah lagi ada Vanya yang memamerkan cowok barunya, postingan Vanya memang ramai, meskipun Dia selebgram yang followernya belum terlalu banyak, tapi interaksi di medsosnya cukup ramai. Banyak yang mendo'akan semoga langgeng, sementara tidak banyak yang tahu, Ia putus dengan cowoknya yang lama karena Vanya sudah bosan, entah cara apa yang Ia lakukan, sampai cowoknya yang memutuskannya, seolah Vanyalah korbannya. Dipostingan tersebut Canda hanya meninggalkan sebuah hati. Belum banyak yang Ia lihat, tiba-tiba ada notif dari WA, tertulis Pak Bos, Canda tidak membuka pesan tersebut, hanya mengintip dari notifikasi yang muncul di layar HPnya. "Ada apa dengan jeep merah?" Canda tidak berniat membalas WA tersebut, tapi mengingat urusan bisa jadi panjang besok kalau Dia cuekin WA Si Pak Bos, maka dengan malas Ia balas seadanya yang dipikirannya.. "Tadi lihat jeep merah keren banget Bos, jadi kepikiran seandanya Saya yang punya" Balas Canda sekenanya sambil menambah emot tertawa. Tidak lama, Si Bos membalas "Cepat tidur" yang dalam banyangan Canda seperti emak-emak lagi nyuruh anaknya tidur. Candapun juga membalas singkat "Siap Bos", lalu meletakkan HP ke nakas tanpa berniat memperpanjang percakapan. Akhirnya, sisa rasa ngantuknya membawanya kembali terlelap tanpa peduli mimpi yang baru saja dialaminya. " Bismillah, pergi jauh-jauh mimpi j*****m"
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD