Lelaki bermata hazel itu menatap lurus pada sosok pria bermata amber yang ada di hadapannya. Api cemburu terlihat di dalam sorot mata Reynold. Ini kali pertama untuk Reynold melihat sosok yang membuat Bella bergetar.
“Bella, siapa dia?” tanya Reynold penuh penekanan.
Air muka Alex langsung berubah. Netranya melirik Bella, tetapi dia tidak menemukan cinta dalam tatapan mantan kekasihnya itu.
“Bukan, saya hanya salah orang saja,” tampik Alex yang tidak ingin membuat Bella terlibat dalam masalah.
Arwah Bella terlihat sedih. Julie bisa melihat tatapan Bella yang terluka saat berhadapan dengan Alex.
“Alex, apa kamu baik-baik saja?” ucapnya dalam luka.
Suara hati Bella sampai ke telinga Julie. Perempuan itu mengulum senyum. Dia akhirnya mengetahui jika lelaki itu ternyata Alex.
Reynold tidak mudah percaya. Lelaki itu menahan bahu Alex yang hendak pergi meninggalkan mereka berdua. Napasnya mulai cepat. Aliran darahnya mengalir lambat, Tekanan darahnya seolah naik drastis.
“Siapa bilang kamu boleh pergi dari hadapanku, hah? Jawab dulu ada hubungan apa kamu dengan istriku?” tahannya dengan rahang yang menegas dan alis yang mulai menukik tajam.
“Suamiku, perkenalkan dia Alex, mantan kekasihku,” ucap Julie dengan penuh pecaya diri.
Alex mengernyitkan hidungnya. Dia pikir Bella tidak akan mengakui di depan Reynold. Dari parasnya saja Alex sudah tahu jika Reynold bukan lelaki penyabar.
“Maaf, tolong jangan buat Bella kesusahan,” pinta Alex. Lelaki itu masih memikirkan nasib Bella yang akan mengalami kesusahan.
Reynold tertawa jahat. Ada seorang lelaki entah pemberani atau sok jadi pahlawan yang meminta sesuatu hal di depan wajahnya.
“Siapa kamu berani meminta seperti itu? Saya Reynold tidak akan pernah dermawan kepada siapapun itu. Apalagi mengabulkan permintaan lelaki yang ternyata mantan kekasih dari istriku. Hah, lucu sekali!” balas Reynold dengan mata memicing.
Alex menurunkan lututnya. Dia rela harus merendahkan diri asalkan Reynold tidak berbuat kasar kepada Bella. Hal yang dia tahu jika Bella tidak pernah bisa membela diri dan tidak bisa menolak apapun.
“Alex, kenapa kamu merendahkan diri seperti itu?” Julie membantu Alex untuk bangkit dan tidak berlutut di depan Reynold. “Dia suamiku, dan aku bisa mengatasinya. Dia lelaki yang sangat mencintaiku. Benar ‘kan suamiku?” Julie menoleh ke arah Reynold yang menatapnya penuh intimidasi.
Reynold kali ini tidak memicing. Dia bahkan menarik lengan Bella dengan kasar. Perempuan itu langsung tertarik hingga masuk dalam pelukan suaminya. Alex menatap Bella yang diperlakukan cukup kasar oleh Reynold.
“Kenapa kamu masih berada di sini? Cepat pergi!” usir Reynold dengan suara lantang.
Dengan berat hati, Alex pergi meninggalkan Reynold yang mendekap Bella dengan erat. Lelaki itu melangkah begitu sulit. Rasanya seperti ada sebuah beban yang menahan langkahnya.
“Bella, kudoakan kamu bisa berbahagia dengan suamimu,” doa Alex dalam hatinya.
Sementara itu, Reynold tidak begitu saja membiarkan Bella bertindak semaunya. Dai angkat dagu Bella dengan kuat. Alisnya menukik tajam. Dia gigit bibir Bella hingga meneteskan cairan merah.
“Sakit!” pekik Julie sambil mendorong tubuh Reynold.
“Itu hukuman dari wanita yang menggoda pria lain di hadapan suaminya. Sekali lagi kamu melakukan hal itu, aku akan membuatmu menyesal seumur hidup!”
Reynold tidak membiarkan Bella berangkat sendirian. Dia seret Bella dengan sekuat tenaga saat melihat mobilnya sudah terparkir di depan pintu ke luar. Julie hanya tersenyum. Dia tidak merasa kesakitan hanya karena tindakan kasar Reynold. Dia malah ketagihan saat melihat wajah Reynold yang sedang terbakar cemburu.
Di dalam mobil, Reynold duduk tegak di samping Bella. Lelaki itu hanya mengeluarkan notebook yang ada dalam tas kecilnya. Dia membuka beberapa file. Julie tidak tertarik dengan yang dilakukan oleh Reynold.
“Suamiku, apa kamu cemburu melihat mantan kekasihku?” tanya Julie memancing mood Reynold yang sudah kembali membaik.
Lelaki itu langsung menghentikan jemarinya yang sedang mengetik sebuah email. Dia mengangkat kepala lalu menoleh ke arah istrinya. “Cemburu? Apanya yang harus cemburu? Kamu itu istriku. Semua hal yang berhubungan denganmu itu harus melalui kuasaku. Tidak boleh ada pembangkangan karena aku tidak akan berbaik hati!”
“Bilang cemburu saja susah!” cibir Julie sambil tersenyum remeh. Dia memalingkan wajahnya sambil tangan menyilang.
Reynold dengan cepat menarik dagu istrinya dengan kuat sampai menatap wajahnya secara langsung.
“Kamu tidak berhak untuk mengomentari apapun, dengar itu baik-baik! Matamu itu hanya boleh menatap wajahku, hidungmu hanya boleh digunakan untuk menghirup aroma tubuhku, telingamu hanya mendengar suaraku. Semua yang ada dalam dirimu itu milikku, milikku, Bella!”
Julie menarik dasi Reynold dengan kuat. Dia membalas perbuatan Reynold kepadanya tadi. Perempuan itu memiringkan kepalanya lalu menyambar bibir suaminya dengan lembut. Pada saat Reynold mulai hanyut dalam permainan, Julie menggigit bibir Reynold hingga berdarah.
“Berengsek!” Reynold langsung mendorong istrinya. Matanya memicing dengan dengkusan napas yang keras. “Kamu membalas apa yang tadi kulakukan padamu, hah!” murkanya.
Julie tertawa. Dengan mudah dia membalas apa yang Reynold lakukan tadi terhadapnya.
“Memangnya aku tidak bisa membalasmu? Suamiku, sudah kubilang kalau aku bisa membuatmu takluk kepadaku,” ucapnya dengan puas.
Reynold menutup notebooknya. Dia taruh di sampingnya lalu dengan cepat membuat istrinya berada di tepi pintu. Lelaki itu nekad membuka jendela dalam kondisi sedang ramai kendaraan. Kepala Bella terdorong ke luar. Jika salah langkah saja, kepala Bella bisa melayang menjadi sup.
Tentu saja Julie tidak mau mati konyol. Dia sudah pernah mati sekali karena takdir Tuhan. Kali ini dia tidak boleh menyia-nyiakan kesempatan emas ini. Julie mengumpulkan tenaga sebanyaknya. Dai dorong Reynold hingga tubuhnya kini berada di atas suaminya.
“Jangan kamu kira aku wanita lemah tidak berdaya, Suamiku. Sudah kubilang kalau aku akan membuat kejutan untukmu. Sebaiknya kamu harus menghabiskan uangmu untukku kalau kamu benar-benar kaya!”
Reynold tidak akan memberikan sesuatu yang tidak akan ada untung baginya. “Memangnya kamu bisa kasih apa yang aku butuhkan?” tanyanya.
Julie kembali duduk di tempat semula. Kaca mobil kembali ditutup seperti semula. Dia melihat sebuah toko dari brand fashion ternama.
“Aku ingin membeli barang yang ada di toko ini!” pinta Julie.
Reynold mau tidak mau menuruti permintaan Julie. Dia meminta mobilnya berhenti di depan toko tersebut. Dengan memakai baju
Mereka masuk ke toko tersebut lalu Julie memilih banyak pakaian dengan model terbaru yang berharga fantastis.
Tidak hanya itu, dia memilih sebuah gaun malam yang terbuka. Gaun berwarna merah menyala yang membuat pemakainya terlihat cantik dan menantang.
Ada pula gaun tidur yang membuat mata siapapun yang melihatnya terperangah. Julie dengan sengaja meminta Reynold melihatnya memakai gaun tidur yang membangkitkan napsu.
“Suamiku? Apa kamu menyukainya?” tanya Julie sambil memamerkan bentuk tubuhnya yang begitu menggiurkan.
Reynold menelan salivanya kasar. Pikiran semua lelaki sama ketika melihat tubuh perempuan. Bereaksi alami seperti layaknya hal normal.
“Kamu ingin aku melakukan apa? Memancingku di tempat seperti ini. Kamu mau melakukannya di sini, hah?” Reynold memegang rahang Bella dengan erat. Dia sambar bibir istrinya tanpa ampun.