Pov Marco Fernandes
Namaku Marco Fernandes. Usiaku saat ini, sudah menginjak angka tiga puluh dua tahun. Aku adalah salah satu anak dari keturunan keluarga Leonel yang terbuang dan terlupakan. Aku terlahir sebagai anak haram dari keluarga pejabat yang tak tersentuh. Namun, aku beruntung menjadi anak angkat dari keluarga Fernandes.
Menurut cerita kedua orang tua angkatku, Ibu kandungku bernama Liana Leonel, sedangkan ayah kandungku aku tak tahu, namanya. Karena, ibu-ku tidak pernah memberitahu kedua orang tua angkatku mengenai nama ayah kandungku yang sebenarnya. Beliau hanya bercerita tentang status lelaki itu yang ternyata sudah beristri dan berasal dari keluarga pejabat yang berpengaruh.
Ibu-ku hamil di luar nikah, setelah menjadi korban wanita polos yang menjadi simpanan pria yang sudah beristri dan tidak bertanggung jawab. Kakek dan nenek-ku marah besar kepada ibu-ku, ketika tahu sedang mengandungku. Mereka memintanya untuk menggugurkan kandungan ibu-ku, agar aku tidak lahir ke dunia ini, karena sebuah aib keluarga yang memalukan.
Namun, ibu-ku tetap bersikukuh untuk mempertahankan kehamilannya. Bagaimanapun, dia tidak ingin melakukan dosa besar untuk kedua kalinya.
Tak terima dengan keputusan yang diambil oleh ibu-ku, mereka mengusir ibu-ku dari kediamannya dan mencoret nama ibu-ku dari kartu keluarga besar Leonel.
Ibu-ku terlunta-lunta di jalanan, dengan hanya membawa sisa tabungan yang tak banyak. Dia pun terpaksa mencari pekerjaan yang sesuai dengan ijazah yang dimilikinya. Karena, beliau belum lulus kuliah saat itu.
Setelah hampir putus asa, pada akhirnya ada perusahaan yang mau menerima ibu-ku untuk menjadi seorang office girl. Ibu-ku tidak perduli dengan pekerjaan yang dijalaninya, asalkan dia bisa melanjutkan hidupnya dan mempertahankan kandungannya agar tetap sehat dan mendapatkan asupan gizi yang baik.
Semakin lama, kehamilan ibu-ku semakin membesar. Hingga ibu-ku tak mampu lagi untuk menyembunyikan kehamilannya. Ibu-ku memohon kepada atasannya di sana, untuk tidak memecatnya dari pekerjaan. Karena, ibu-ku tidak memiliki tempat tinggal untuk bernaung dan tidak memiliki penghasilan lain selain bekerja di sana.
Atasannya pun sangat baik hati dan pengertian, hingga pada akhirnya tetap mengizinkan ibu-ku bekerja. Disaat kehamilannya yang semakin membesar, tanpa disengaja ibu-ku menjatuhkan secangkir kopi panas di depan seorang wanita yang sedang berjalan menuju ruangan Presdir. Ternyata, wanita itu merupakan istri dari sang pemilik perusahaan yang bernama Nicko Fernandes.
Ibuku meminta maaf kepada wanita tersebut, atas kecerobohannya dalam bekerja. Sebaliknya, wanita itu malah menatap iba dan kasihan dengan kondisi ibu-ku yang masih saja bekerja, padahal sedang hamil besar.
Tak berselang lama, wanita itu meminta suaminya untuk memberikan cuti sementara waktu untuk ibu-ku yang tengah hamil tua. Karena ibu-ku tidak memiliki tempat tinggal yang layak, hanya menempati sebuah mes perusahaan selama ini, akhirnya wanita itu mengajak ibu-ku untuk tinggal bersama mereka sementara waktu sampai aku lahir ke dunia ini.
Dan, tepat di hari kelahiranku ke dunia ini, ibu-ku menghembuskan napas terakhirnya untuk selama-lamanya. Aku pun menjadi anak angkat dari pemilik perusahaan Fernandes, yang ternyata sudah hampir sepuluh tahun pernikahan mereka tak kunjung dikaruniai anak.
Kedua orang tua angkatku sengaja memberikan nama belakangku dengan nama keluarga Fernandes, karena sudah menganggap aku sebagai bagian dari keluarganya.
Aku pun tidak tahu bahwa pada kenyataannya jika aku bukanlah anak kandung mereka, beberapa tahun yang silam.
Pada saat itu, aku mengalami kecelakaan yang cukup banyak menghabiskan darah. Darahku termasuk ke dalam jenis golongan darah langka. Ternyata, ibu dan ayah yang selama ini aku kira orang tua angkatku, tidak memiliki golongan darah yang sama denganku. Akhirnya, dari sanalah asal-usulku terungkap.
Selepas aku menempuh pendidikan terakhirku, orang tua angkatku mempercayakan aku untuk memegang perusahaan dari grup Fernandes. Dengan demikian, aku belajar banyak tentang bisnis perusahaan yang selama ini dijalankan oleh ayah angkatku.
Satu tahun setelah ayah angkatku menurunkan semua ilmu bidang bisnis kepadaku, beliau pun memilih pensiun untuk focus menghabiskan masa tuanya bersama sang istri di rumah. Aku pun akhirnya, memegang kendali dan menjadi penerus tunggal dari keluarga Fernandes.
Dari hari ke hari, tahun ke tahun, aku mulai matang dan mampu mengembangkan bisnis perusahaan semakin maju dan berkembang. Perusahaan grup Fernandes pun menjadi salah satu perusahaan yang dilirik banyak perusahaan lain di kota London ini. Namun, persaingan pun semakin kuat dan berat dalam mendapatkan investor untuk bekerja sama dalam dunia bisnis yang mencakup dalam lingkup yang lebih besar.
Suatu hari dalam kesempatan yang sangat menjadi rebutan banyak pengusaha muda sepertiku, aku bertemu dengan salah satu Presdir dari perusahaan grup Leonel, yang bernama Excel Leonel. Namun, perusahaanku tidak terpilih untuk menjadi partner perusahaan besar sepertinya. Karena, masih banyak perusahaan lain yang lebih unggul dari perusahaanku.
Mendengar nama belakang Presdir tersebut, aku pun tertarik untuk mencari tahu dan mendekati keluarganya. Nama Leonel, adalah nama belakang ibu kandungku yang telah tiada dengan semua kepedihan dan kesakitannya.
Aku pun mendapat info menarik tentang keluarga besar dari mendiang ibu kandungku yang terbuang dan terabaikan. Setelah itu, aku diam-diam mendekati salah satu putri dari Presdir tersebut, untuk memenangkan hatinya.
Dengan kepiawaianku dalam hal membujuk dan merayu seorang gadis, akhirnya salah satu putri Presdir yang bernama Areta Wilson Leonel pun masuk ke dalam perangkapku. Sekali tepuk, aku mendapatkan dua mangsa sekali gus. Rupanya, adik tiri dari kekasihku yang bernama Celine Monaco, diam-diam juga tergila-gil4 kepadaku. Bahkan, dirinya rela untuk menjadi kekasih simpananku di belakang Areta.
Aku memanfaatkan keduanya, untuk mendapatkan simpatik dari ayah mereka. Dengan berjalannya waktu, semua yang aku rencanakan pada akhirnya membuahkan hasil yang memuaskan. Aku berhasil berkolaborasi dengan perusahaan grup Leonel.
Aku tidak menyangka, jika adik tiri kekasihku itu ternyata sangat iri dan membenci Areta, selama ini. Padahal, di depan ayah mereka, keduanya nampak terlihat baik-baik saja dan tidak pernah menunjukkan sikap iri dan bencinya tersebut.
Areta Wilson Leonel, ternyata tidak pernah menjalin kasih dengan siapa pun, sebelum bertemu denganku. Akulah pria pertama yang menjadi kekasihnya, dan berhasil mendapatkan hatinya. Namun, dia memiliki prinsip dalam hidupnya, anti pergaulan bebas dan anti minuman keras.
Selama menjalin kasih dengannya, aku mulai bosan dengan prinsip hidupnya. Untuk mencari pelampiasan kebosananku, aku pun sering menghabiskan malam panas dengan Celine, adik tirinya.
Setahun yang lalu, tuan Exel Leonel memintaku untuk meresmikan hubunganku dengan putrinya ke arah yang lebih serius. Aku pun setuju, lalu bertunangan dengan Areta Wilson Leonel. Pada saat itu, Celine Monaco pun sangat cemburu dan tak terima dengan pertunangan kami. Dia mengancamku untuk membocorkan semua yang aku lakukan dengannya di belakang Areta dan ayahnya, selama ini.
Namun, kendati begitu, aku pun tidak mengubris ancamannya tersebut. Aku pun memiliki kartu merah yang bisa menghancurkan dirinya, jika selama ini bukan akulah yang menginginkannya, melainkan dirinya yang dengan sengaja memintaku untuk menjadi kekasih simpanan.
Aku memiliki bukti rekaman yang aku ambil diam-diam, untuk menjadi senjataku jika aku terhimpit dan terdesak. Akhirnya, Celine pun tak berani lagi menuntut dan melawanku. Namun, aku harus mengabulkan permintaannya, jika dirinya sedang merindukan sentuhanku kapan pun yang dia mau.
Setahun bertunangan, akhirnya aku dan Areta akan segera menikah. Celine memaksaku untuk melakukan permainan panas di malam sebelum pernikahanku dengan kakak tirinya. Tak aku sangka, di hari pernikahanku, Areta membatalkan pernikahan kami di depan bapak pendeta dan semua tamu dan keluarga yang hadir.
Aku pun tidak pernah menyangka, jika Areta memiliki bukti rekaman perselingkuhanku dengan adik tirinya. Dia telah menyebarkan aib aku dan Celine, di depan umum dengan teganya.
Aku sedikit panic dengan video yang sedang berputar, lalu segera menghentikannya. Disaat semua orang riuh dan menyoraki kami, aku pun cepat-cepat memberikan pengertian kepada calon ayah mertuaku. Tak hanya aku, Celine dan ibunya pun turut membantuku untuk menutupi semua itu dari aib yang tersebar.
Berhasil meyakinkan calon ayah mertuaku, aku dan Celine pun akhirnya dinikahkah saat itu juga. Dengan alasan untuk menutupi aib keluarga besar Leonel dan Fernandes.
Aku pun tersenyum puas dengan apa yang sudah berpihak kepadaku, meskipun aku sedikit kecewa karena gagal mendapatkan Areta Wilson Leonel menjadi istriku.