Seusai mengutarakan segalanya, baik Zen dan Zahra merasa lega batinnya. Terlebih Zahra, wanita itu merasa baik-baik saja setelah mendapatkan kata maaf dari Sang Abi dan Umi. Sekarang, kedua insan itu tengah berbaring diatas ranjang, kamar Zahra. Iya, kamar Zahra. Karena kedua orang tua Zahra melarang sang anak untuk pulang terlalu cepat. Katanya, masih merindukan dia. Dan akhirnya, baik Zen dan Zahra hanya bisa menuruti jika diminta untuk menginap barang semalam. Itung-itung juga menyalurkan rindu. "Mas, hatiku rasanya lega banget deh. Kayak apa yang jadi beban aku selama ini, menguap entah kemana." ucap Zahra, dia melirik ke samping tepat ke arah suaminya. Dan Zen juga memusatkan perhatian penuh pada Zahra, "Iya kamu lega. Terlebih lagi masalah Vade dan orang tua kamu udah selesai sa

