Kau Harus Menderita

2464 Words

Jenny segera mengenakan pakaian yang pria itu siapkan, lalu bergabung dengan Rio pada meja yang berada di dekat jendela. Pria itu memperhatikan wajah Jenny, namun Jenny bersikap seakan tak menyadari apa yang pria itu lakukan padanya. Ia mengamati makanan yang ada di meja, lalu mengadahkan wajah dan melihat pria yang menatapnya lekat. “Tampaknya, kamu benar-benar seorang penguntit,” ucap Jenny sarkastis, sedang pria itu tertawa kecil mendengarkan perkataan Jenny, “Kamu bisa tahu kalau aku hanya memakan telur dan roti untuk sarapan. Kamu bahkan tahu kalau aku penggila kopi dan nggak menyiapkan teh.” Pria itu menggeleng-geleng. Jenny tak pernah berubah. Masih suka menganalisa orang dan juga keadaan sekitarnya. Mungkin, perceraian telah membuat wanita itu lebih sulit mempercayai orang lain d

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD