Malam harinya,Hawa menjemput Adam yang sudah menunggu didepan pagar rumahnya.
Hawa berhenti dan menatap Adam yang sedang menunggu sambil bermain ponsel.
"Susah ya nyari alamatnya?"Tanya Adam ramah sambil memasang helmnya dan tersenyum.
"Nggak sih,maklum aja,jiwa jiwa gojek emang udah tumbuh didiri aku."Hawa mencoba bercanda.
"Srek."Adam menurunkan kaca helm Hawa."Apaan sih."Hawa berhasil terkekeh tertawa.
Hawa melihat rumah megah Adam yang berpagar tinggi itu.
"Udah,ntar juga jadi menantu disini kok."Adam menyela di tengah pandangan Hawa.
Hawa menatap dengan senyum tipis.'Semoga aku memamg bisa jadi isteri kamu,aku udah cinta banget sama kamu dan semua yang ada sama kamu.Aku yakin bisa bahagiain aku dan orang tua aku kalau nikah sama kamu Adam.'Hawa sudah berangan lebih sekarang.
"SREK."Adam langsung duduk belakang Hawa dan memeluk pinggang Hawa."Kamu aja yang bawa ya."
"Eh,iya."Hawa kontan gugup dan malu.Hawa mulai memulas gas.
"Cup."Adam mengecup pundak Hawa yang polos tidak tertutup baju itu.
"SSrrrrrrr."Hawa jadi merinding disko dibuatnya dan pelukan Adam dipinggangnya juga semakin erat.Bulu kuduk Hawa semua dalam posisi siap grak ditempat.
'Harum,manis dan aura polosnya masih kerasa banget.'Itulah kesan Adam saat menempel pada Hawa dan mendengus harum Hawa sekarang.
Tanpa terasa miliknya lalu menegang,apalagi saat melihat wajah Hawa dari samping yang putih itu.Seketika ia tidak ingin bekerja lagi.Namun karena harus dan penting mau tidak mau ia tetap harus bekerja.
"Yank,mau nonton bioskop tengah malam nggak?"Adam menaruh kepalanya di pundak Hawa dan bertopang dagu di pundak Hawa.
"Seram."Wajah Hawa meraut manja dengan nada bicaranya.
"Srek."Adam memeluk pinggang Hawa lebih erat.
"Kan ada aku yang lindungin kamu,mau ya.Enak kali nonton malem malem,berasa kayak sendu mendayu lagu melayu gitu."Adam tebar pesona lagi dengan untaian rayuan kata kata manis itu.
Hawa melipat bibir."Em,iya deh."Hawa akhirnya mau.
"Besok aku anterin kamu ya kuliah."Adam senang karena maunya di turuti.
"Iya,makasih ya."Hawa sangat senang sekarang.
Apalagi Adam tidak malu malu menunjukkan kasih sayangnya walau di depan orang ramai.Bahkan di lampu merah ia tetap memeluk Hawa seolah menunjukkan kalau dirinya adalah b***k cinta Hawa.
Sampailah Hawa di kantor Adam dan berhenti di halama parkiran.Adam juga sudah turun dari motor.
"Yank,kiss dulu lah."Adam genit lagi sekarang mendekati Hawa.
"Nggak ah,nanti ada yang liat."Hawa jadi tegang lagi sekarang.
"Yang liat cuma jangkrik sama cicak paling."Adam membuka helmnya dan makin mendekat.
"Muach."Akhirnya Adam tanpa permisi mengecup duluan bibir Hawa.
"PUK."Hawa reflek menepuk d**a Adam.
"Awwwwwww,sakit."Adam pura pura kesakitan.
"Kamu sih,genit banget."Hawa lalu merasa bersalah mengira Adam benar benar kesakitan.
"Nggak kok yank,aku bohong aja.Suka aja lihat kamu panik gitu,bikin gemes."Sanggah Adam.
"SLAP."Adam lalu memeluk Hawa.
"Aku sayang banget sama kamu yank,rasanya berat banget mau kerja,maunya sama kamu aja.Kamu tuh kayak magnet yang buat aku pengen nempel terus.(Ini gimana ini?Baper euiy ingat pacaran dulu.Hehehe.)
Hawa menempel didada Adam.Menghirup harum aroma tubuh Adam."Aku juga nggak mau pisah."
Adam melepas pelukan itu."Sabar ya sayang,tunggu aku.Nanti kita nonton,besok aku antar,besok seharian aku sama kamu.Aku mau izin aja besok.Kita habisin waktu sama sama ya yank."Adam mengelus pipi Hawa lembut.
Hawa mengangguk patuh seperti anak anjing yang sudah diberi makan.
Adam mulai pergi dan berjalan mundur,raut wajah seolah enggan meninggalkan Hawa dengan nampak berat menjauh.
Begitupun Hawa yang sedih dan masih ingin bersama Adam.Hawa hanya bisa tersenyum sedih.
Tapi akhirnya Adam sudah masuk kekantornya dan Hawa juga pergi dari situ,tidak sabar menunggu tengah malam nanti.
***
"Raisa,sini biar aku aja yang kerjain berkas kamu."Adam meraih berkas berkas di tangan Raisa yang sedang kebingungan dan sibuk.
"Nggak apa apa ya Dam?Ntar kamu repot."
"Udah,apa sih yang nggak buat kamu.Cewek cantik nggak boleh cemberut gitu."Adam sudah menebar jala lagi sekarang dan bersiap menjaring wanita baru kalau misinya sudah tuntas.
Raisa melipat rambutnya ke belakang telinga."Makasih ya."Raisanya tersenyum malu malu.
Adam mengedipkan sebelah matanya dan tersenyum.(Noh,memang kadal hutan kan!)
Alhasil Raisa makin kepincut dengan Adam dan sudah mulai jatuh hati.Apalagi gantengnya Adam itu kelas atas dan anak orang kaya.Makin kesemsem lah Raisa di buatnya.
'Papa pasti senang kalau aku punya calon kayak dia.'Itulah yang ada di benak Raisa saat Adam berjalan didepannya dan ia melihat punggung tegak Adam.
***
Hawa terus menatap jam saking tegang dan tidak sabarnya.
"Ini kok tengah malam aku tunggu banget ya?Biasanya yang aku tunggu me time nonton drakor,sekarang udah punya pacar malah nunggu pacar terus."
Hawa menatap jam seakan benar kata pepatah -waktu adalah uang- yang sangat berharga.
Jam menunjukkan sudah pukul 10.45,mata Hawa sepeti sudah diisolasi dan hanya fokus melihat jam.
"Kayaknya aku harus nonton drakor aja ini,biar waktu nggak kerasa sama belajar jurus slepetan ala ala Korea."Hawa dengan penuh tekad lalu membuka situs drama Korea andalannya.
Hawa memilih menonton drama W-Two world kali ini karena ia juga menggemari Lee Jong Suk.Hawa yang melihat adegan ciuma di drama itu lalu mengingat lekuk bibir Adam.
Wajah Hawa seketika memerah dan ia membayangkan lagi ciuman ciumannya bersama Adam.
"Kayaknya tensi aku naik deh,mendadak jantung jadi cenat cenut dan melihat kaca rias di kamarnya juga wajah aku udah kayak kepiting rebus."Hawa semakin tidak konsen.
Ia melihat ke arah ponselnya dan berharap sekali Adam meneleponnya.
Sim salabim abra kadabra,ponsel itu berdering yang meneleponnya dengan panggilan video adalah Adam yang sekarang sudah mengganti foto profilnya dengan wajahnya.Padahal itu memang trik Adam yang punya beberapa hp,agar Hawa semakin jatuh cinta.
Hawa menganggkat hpnya dan menekan tombol menyambungkan.
"Sayang,"Adam langsung menyapa.
Hawa berdebar melihat wajah pacarnya."Halo."Hawa gugup dengan wajah masih memerah.
Adam mengepal tangan menaruhnya di bawah mulut dan tertawa."Muka kamu kenapa merah gitu yank?Alergi ya?"
Hawa reflek memegang wajahnya."Eh nggak,aku cuma agak anget aja."
"Yah,nggak bisa dong kita nonton kalau kamu sakit?"Adam membuat raut seolah kecewa.
"Eh nggak."Hawa menyangkal keras.'Aduh,aku kenapa sih malah salah ngomong.'
"Aku cuma kepanasan gara gara habis makan mie rebus pakai cabe rawit 10 aja."Sambung Hawa lagi.
Adam kembali senang."Ya ampun yank,kirain kamu beneran sakit.Awas ya,udah makan yang hot ntar tambah hot tuh,ada pedas pedasnya."Canda Adam.
"Bisa aja."Hawa tersipu malu sambil menggaruk lehernya yang tidak gatal sama sekali.
"Udah ya yank,aku kerja dulu.Mmuuaachhh."Adam mencium Hawa dari jarak jauh.
"Muach juga."Balas Hawa berani walau ekspresinya datar.
Adam kelihatan senang dengan balasan ciuman Hawa.
***
Setelah lama menunggu,akhirnya Hawa sekarang berada di sebuah mall bersama Adam.Adam menjemput Hawa dengan motor temannya karena tidak mau Hawa menjemputnya sudah larut malam.
Tiket sudah dibeli dan film sudah diputar.Sedapnya,film yang di putar adalah film horor yang sedang populer.Hawa yang di mabuk cinta mangut saja di ajak nonton film seperti itu.
Ujungnya,ia malah ketakutan dan tidak berani membuka mata.Penonton juga tidak banyak di ruangan itu.Di barisan Adam dan Hawa hanya mereka berdua yang mengisi.
Adam melihat Hawa yang ketakutan dan menutup mata itu.
"Muach."Adam tiba tiba mengecup bibir Hawa.
Hawa membuka mata dan melihat Adam ada didepan wajahnya dengan jarak kurang dari sejengkal dan bahkan hidung mereka saling bersentuhan.
Mata Hawa yang sendu mendayu menatap tunduk pada Adam.
Adam menatap seakan berkata 'Boleh nggak aku cium kamu.'
Hawa masih diam dan tidak menghindar pertanda lampu hijau.
Adam lalu menyilangkan tangannya mengekang Hawa.Tidak menunggu lama,di bangku bioskop yang sedang memutar film horor itu,Adam langsung menyentuhkan dan menyambar bibirnya pada bibir Hawa.
Adam mulai melumat bibir kekasihnya itu,Hawa mulai memejamkan mata dan ac bisokop yang dingin membuat seolah film horor itu tidak lagi menakutkan walau jeritan dan musik horor mengalun keras.
Adam dengan lembut menggilir memaut bibir Hawa atas bawah bergiliran.Ia menuntun Hawa agar mengikuti arusnya.
'Hawa,kamu memang buat aku mabuk kepayang sekarang.'Adam mematut dalam hati karena merasa saliva Hawa yang bening dan harum nafas Hawa yang wangi.Kejantanannya juga bereaksi tegang karena hal itu.