Redhook Depot. London | 23.00 Udara asin dari pelabuhan menyelinap masuk melalui celah pintu besi yang berkarat. Suara riak air dan teriakan burung camar samar-samar terdengar, bercampur dengan dengung mesin kapal di kejauhan. Lampu neon di sudut gudang berkelip, seolah ikut menertawakan kesabaran yang mulai menipis. “Sudah satu jam… tapi mereka belum juga bisa meringkus Priscila dan Jack. Apa rencana kita selanjutnya, Tuan?” Edward bersuara, menahan resah. Jemarinya mengetuk gagang pistol di pinggang. Mike Orlando diam sesaat. Pandangannya tajam menembus kegelapan, seakan menghitung sesuatu dalam benaknya. Pria paruh baya itu akhirnya membuka suara, datar namun sarat ancaman. “Jika tidak bisa membunuh mereka… maka buat mereka menjauh dari Kota London.” Bibirnya melengkung tipis, entah

