Morning

678 Words
Happy Reading. * Jihyo menunduk malu saat semua anak-anak terus saja meledeknya. Tentu saja masalah raibnya pengantin baru semalam, apalagi pengantin baru sampai tidak ikut makan malam dan langsung berangkat kekamar, tentu saja kejadian itu tidak akan sampai dilewatkan oleh yang lain. "Aigoo kasihan istriku!" Kata Jin sambil merangkul mesra Jihyo dan langsung mendapat sorakan dari semua yang ada disana. "Pamer!" Ketus Jungkook sebal. Tentu saja Jungkook sebal, Tzuyu tidak ikut dan itu artinya Jungkook tidak punya pasangan di Jeju. "Sabar Kookie!" Kata Lisa sambil menepuk pundak Jungkook. "Noona mau menemaniku?" Mendengar pertanyaan Jungkook untuk Lisa, Taehyung langsung menghadiahi Jungkook dengan lemparan sendok dan tatapan mematikan. Jungkook yang menerima lemparan sendok dari Hyung Alienya sontak langsung berteriak dan semuanya langsung tertawa. "Kelinci Sialan" maki Taehyung geram dan menarik Lisa hingga menjauh dari Jungkook. "Jangan ganggu calon pengantin baru Kookie" kata Jimin sambil mengusap kepala Jungkook yang baru kena lempar dari Taehyung. Tentu saja Jimin mengusap kepala Jungkook dulu karena jika sampai Jimin terlambat 1 detik saja sudah pasti tangan mulus Aliya yang mengusap kepala Jungkook dan Jimin tidak mau berbagi dengan siapapun untuk kasih sayang atau sentuhan Aliya. Jimin mau menang sendiri untuk Aliya dan tidak ada kata berbagi, Aliya hanya untuk Jimin dan itu sudah mutlak. "Sakit Hyung!" Rengek Jungkook. "Sabar!" Kata Jimin sambil terus mengusap kepala batu Jungkook. "Selesaikan sarapan kalian!" Kata Namjoon lelah pada anak-anak yang hanya main-main. "Ara Leader-nim!" Koor semuanya. * "Mau konsep seperti apa?" Tanya Aliya pada Lisa "Klasik saja! Tambahkan warna hitam dan dongker!" Aliya mengangguk mengerti. "Seragamnya?" Tanya Aliya lagi. "Black and Pink!" Jawab Lisa tegas. "Ara!" Pasrah Aliya. * Semuanya berteriak saat sampai dipantai, mereka lepas baju dan langsung melompat kedalam air termasuk Lisa dan Jihyo. Aliya dan Momo hanya diam dipinggir pantai. Mereka tidak boleh berenang, apalagi kandungan Aliya yang sudah memasuki bulan ke-7, akan sangat berbahaya jika ikut berenang. Arus laut tidak bisa diprediksi. "Mereka kekanakan!" Kekeh Momo sambil mengusap perutnya yang tidak terlalu buncit saat melihat tingkah kekanakan anak-anak yang berenang. "Setidaknya itu yang bisa mereka lakukan untuk menghilangkan rasa lelah mereka. Termasuk melampiaskanya dengan bersikap kekanak-kanakan!" Balas Aliya. "Kau benar!" Kata Momo. "Ngomong-ngomong Baby Kim berjenis kelamin apa?" Tanya Aliya sambil menatap Momo. "Perempuan!" Jawab Momo. "Wow, Namjoon Oppa pasti sangat senang!" Ujar Aliya. "Hem, dia bahkan selalu mengusap perutku setiap waktu dan membisikkan hal yang aku sendiri tidak tahu!" Ujar Momo semangat. "Itu artinya sayang!" Kata Aliya. "Ara! Lalu Baby Park?" Tanya Momo balik. "Kami belum tahu. Setiap USG aku selalu menolak saat dokter ingin memberitahukan jenis kelaminya. Aku ingin itu menjadi kejutan, lagi pula Jimin juga tidak keberaran" jawab Aliya. "Ah tidak ada persiapan jadi?" Tanya Momo. "Ada, tapi kami tidak mau terburu-buru. Biar waktu yang menjawabnya!" Jawab Aliya. "Sunggu Bayi bijak!" Mendengar ucapan Momo wajah Aliya langsung masam. Lagi, dirinya dipanggil Bayi, cih Aliya bukan bayi. "Hahah Bayi-ku marah!" Tawa Momo yang melihat wajah kesal Aliya. "Eonni!" Rengek Aliya kesal. "Ara-ara. Jim istrimu marah!" Teriak Momo pada Jimin yang akan menghampiri mereka. "Eonni!" Protes Aliya yang semakin kesal. "Wae Noona?" Tanya Jimin sambil duduk disamping Aliya. "Istrimu marah padaku!" Kata Momo memberitahu. "Marah? Kenapa?" Tanya Jimin sambil membawa wajah Aliya untuk menatapnya. "Momo Eonni mengataiku Bayi!" Adu Aliya kesal dan mengundang senyum dari Jimin. "Kau memang Bayi~~~akhh!" Jimin memekik saat Aliya mencubit perutnya. "Sakit sayang!" Kata Jimin. "Aku tidak peduli!" Ketus Aliya sambil meninggalkan Jimin. "Baby Tunggu!" Teriak Jimin. "Kejar dia" kata Momo. "Ara Noona! Aku pergi Nde? Kau susul saja Namjoon Hyung!" Ujar Jimin sambil berlalu. * "Jangan marah Baby!" Ujar Jimin sambil memeluk Aliya dari belakang. "Lepaskan!" Sentak Aliya tapi Jimin tetap memeluknya. "Ayolah Baby! Tadi hanya bercanda, kenapa kau marah?" Tanya Jimin sambil mencium pundak Aliya. "Ish lepas! Bajumu basah!" Kesal Aliya. "Biar saja! Aku mau kau juga basah, tapi bukan hanya baju tapi tubuh!" Aliya memekik saat Jimin tiba-tiba membalik tubuhnya dan menggendongnya. "Heiiii!" Jimin tersenyum mesum dan mengedipkan matanya lucu. "Kajja kita mandi!" Ajak Jimin dan langsung berjalan kekamar mandi. "Yakhh turunkan aku!" Teriak Aliya sambil memukul Jimin. "Nanti saja Nde" ujar Jimin mesra. "Park Jiminnnnnnnn!" T.b.c
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD