Jung Soo Young

1295 Words
Happy Reading. * Aliya tersenyum saat melihat Joy yang tengah memperhatikan cerminan dirinya dikaca. Joy tengah mencoba gaun pengantin yang akan digunakan untuk pernikahannya dengan Hoseok. "Apa ini terlihat bagus?" Tanya Joy sedikit aneh. "Apapun akan cocok jika Eonni yang mengenakanya" Ujar Aliya lembut. "Huh aku benar-benar gugup" ujar Joy lemas dan membuat Aliya tersenyum. "Semua wanita pasti akan gugup menjelang hari pernikahannya Eonni" ujar Aliya menenangkan. Setelah melalui pembicaraan yang panjang dengan keluarga Jung dan Park akhirnya Joy dan Hoseok akan segera naik pelaminan tapi tanpa diketahui media. Bisa dibilang pernikahan mereka pernikahan sembunyi-sembunyi dan hanya orang-orang tertentu saja yang tahu. Alasannya tentu saja SM entertainment yang masih ingin uang dari Joy dan dengan berat hati semua menyetujuinya. Joy hanya sendirian karena Aliya yang menemaninya dan member Red Velvet lain tidak datang. Mungkin Yeri akan datang menyusul nanti setelah pemotretannya selesai. Joy memang tidak mau Member Red Velvet lain menemaninya. "Eonni pasti bisa. Jangan gugup dan semua pasti akan berjalan lancar. Lagi pula Hoseok Oppa tidak menuntut apapun dari Eonni. Benarkan?" Joy tersenyum dan mengangguk. Hoseok memang tidak menuntut apapun darinya. Setelah menikah Joy masih dibolehkan bekerja asal tidak menggunakan pakaian yang terlalu terbuka. Beda dengan Taehyung yang sudah melarang Lisa terlalu sibuk dengan Blackpink, Taehyung ingin Lisa fokus pada pernikahan mereka dan lagipula member Blackpink juga tengah sibuk dengan jadwal Solonya. "Sebentar lagi Eonni akan jadi bagian dari kami. Nama Eonni akan berubah jadi Jung Soo Young" Joy tersenyum dan menggenggam tangan Aliya. "Terima kasih untuk semuanya" Aliya mengangguk dan memeluk Joy. "Aku tau kebahagiaan Hoseok Oppa adalah bersama Eonni, jadi kumohon jangan kecewakan dia" Joy mengangguk dan mengeratkan pelukannya. Joy sangat tau jika Aliya menganggap Hoseok sebagai kakaknya sendiri dan Joy juga tau jika Aliya sangat menyayangi Hoseok. "Apa kau tidak papa jika ada Seulgi Eonni disana nanti?" Tanya Joy pelan "Kenapa Eonni khawatir? Itu pernikahanmu dan kau berhak mengundang siapapun. Aku hanya tamu" ujar Aliya lucu. "Tapi aku takut kau~~~" "Gwenchanayo Eonni. Aku tidak mau terus bermusuhan dengan siapapun. Lagipula itu masalalu dan Jimin Oppa juga sudah menjadi suamiku dan lagi anakku juga akan segera lahir, jadi aku tidak mengkhawatirkan apapun" sela Aliya menenangkan Joy. "Hah aku tidak manyangka kau akan sedewasa ini" Aliya melepaskan pelukannya dan menatap Joy lembut. "Aku akan jadi Ibu" mereka tertawa dan kembali berpelukan. "Eonni~~~" teriakan Yeri dari luar membuat mereka melepaskan pelukannya. "Baru datang Yeri-ah?" Yeri tersenyum lucu dan menunjukkan bingkisan Pizza yang ia bawa. "Kau ini. Aku mau menikah dan harus diet. Kenapa kau justru membawa Pizza" Aliya dan Yeri tertawa mendengar ucapan Joy. "Jika Eonni tidak mau, aku bisa menghabiskannya dengan Aliya" kata Yeri jail dan sukses membuat Joy bertambah kesal. "Kim Yerim" * Pernikahan Joy dan Hoseok tidak diadakan di gedung mewah, hanya sebuah taman kecil milik keluarga yang mereka gunakan. Semuanya terlihat hadir dan saling berbaur. Acara pernikahannya akan dimulai setengah jam lagi dan tinggal menunggu sang mempelai. Aliya dan Lisa berjalan beriringan menuju acara, mereka baru saja dari kamar Joy dan pergi keluar untuk melihat kondisi luar. Joy sendiri tengah bersama Member Red Velvet dan kedua orang tuanya ada juga teman Joy yang sedang berfoto-foto. "Eonni kau kesana dulu. Aku ada perlu sebentar" ujar Aliya pada Lisa. "Eodi?" Tanya Lisa bingung. "Wendy Eonni" jawab Aliya sambil melirik Wendy yang tengah berdiri sendirian disamping taman. "Kau mau apa?" Tanya Lisa bingung. "Hanya sebentar" Aliya berjalan mendekati Wendy dan meninggalkan Lisa sendiri. "Eonni" panggil Aliya pelan dan membuat Wendy berbalik. "Oh Aliya kau disini?" Tanya Wendy sedikit kaget. "Nde. Boleh aku menemanimu?" Wendy mengangguk canggung dan membiarkan Aliya berdiri disampingnya. Memang setelah putusnya dengan Suga, Wendy tidak pernah berkomunikasi lagi dengan Aliya. "Bagaimana kabar Eonni? Akhir-akhir ini Eonni tidak pernah menghubungiku" ujar Aliya membuka pembicaraan. "Mianhae aku sangat sibuk akhir-akhir ini" Aliya mengangguk faham dan menatap depan. "Apa Eonni sedang memikirkan Suga Oppa?" Wendy sontak menatap tajam kearah Aliya. "Wae?" Tanya Aliya membalas tatapan tajam Wendy. "Jangan campuri urusanku" Aliya tersenyum dan mendekati Wendy. "Aku menyayangi dan Eonni seperti Kakakku sendiri. Aku selalu berharap dimana pun Eonni berada hanya akan ada kebahagiaan. Aku ingat saat Eonni memberiku Semangat dan dukungan saat dia dulu hubunganku dan Jimin Oppa memburuk. Aku mengingat semuanya Eonni. Tidak satupun kebaikan Eonni yang kulupakan" Aliya menarik panjang nafasnya dan menatap sendu Wendy. "Aku memang teman Raina tapi aku menganggapmu kakakku. Aku sangat menyayangimu melebihi Raina. Tapi kenapa setelah hubungan kalian berakhir kau menjauhiku? Aku tidak pernah berfikir jika hubungan saudara kita terputus begitu saja" tatapan tajam Wendy berubah menjadi sendu. "Jika Suga Oppa memang jodohmu dia pasti akan kembali padamu. Tidak peduli seberapa banyak orang yang dekat dengannya saat ini. Pada akhirnya dia pasti akan kembali padamu jika kalian benar-benar berjodoh. Tapi jika kalian tidak berjodoh sekeras apapun usahamu membuatnya kembali dia juga tidak akan kembali padamu. Kumohon pahami itu Eonni" Wendy menunduk menyembunyikan air matanya yang sudah jatuh dulu. "Kumohon jangan menyiksa dirimu sendiri" Aliya mendekati Wendy dan memeluknya dengan erat. "Hiks aku menyesal Aliya" Aliya menepuk punggung Wendy dengan lembut. "Bersabarlah untuk kebahagiaanmu. Dan kumohon jadilah orang yang kuat. Kau adalah Son Seung Wan dan kau bukan orang lemah" tangis Wendy semakin tidak terkendali dan Aliya hanya bisa menepuk punggung Wendy dengan lembut. "Kau bisa" mereka masih berpelukan erat dan tidak sadar ada yang memperhatikan mereka dari tadi. * "Langsung Buat Baby Nde Hyung" Aliya mencubit lengan Jimin saat mendengar ucapan vulgar Jimin untuk Hoseok, sedangkan Joy dan Hoseok hanya tersenyum malu dan jangan lupakan pipi Joy yang memerah malu. "Jangan dengarkan dia Oppa. Si menyebalkan ini sedang tidak waras" ujar Aliya pada Hoseok. "Aku tau mulut sialan suamimu akan mengatakan itu. Aku sudah antisipasi dari tadi" kata Hoseok dan melirik kesal kearah Jimin. Mereka sedang mengucapkan selamat untuk Joy dan Hoseok, karena keduanya baru sah menjadi suami istri. "Mianhae Eonni. Sudah dulu ya, biar kami gantian dengan yang lain. Kajja Oppa" Aliya menarik Jimin menjauh. Ia tidak mau suaminya terus menggoda pengantin baru. "Usulan Jimin boleh juga" bisik Hoseok tepat ditelinga Joy dan membuatnya bertambah malu. "Oppa" rengek Joy pelan. "Wae?" Tanya Hoseok sambil menatap jail kearah istrinya. "Jangan bahas itu" Hoseok tertawa dan mengangguk. "Siap Nyonya Jung Soo Young" ujar Hoseok patuh. "Hyung kajja kita berfoto bersama" teriak Taehyung yang sudah berdiri dengan yang lain. Hoseok mengangguk dan bergabung dengan yang lain, tidak lupa menarik tangan istrinya. Walaupun pernikahan mereka tidak dipublikasikan setidaknya mereka harus punya foto bersama. * Setelah acara selesai mereka berangkat ke Jeju untuk bulan madu. Tentu saja hanya berdua. Sebenarnya yang lain mau ikut tapi Hoseok menolaknya duluan. Hoseok tidak mau acara bulan madunya gagal seperti yang dialami Jin dan Jihyo dulu. Hoseok masih ingat saat dengan sialnya Magnae Line Bangtan terus menggagalkan rencana manis Jin dan Hoseok tidak mau itu terjadi padanya. Asik dengan fikiranya Hoseok tidak sadar jika Joy yang tengah berdiri didepannya dari tadi. "Oppa~~~" Hoseok tersentak saat mendengar suara lembut istrinya dan saat Hoseok mendongak ternyata Joy sudah ada didepannya. Hoseok tertegun melihat penampilan Joy yang hanya menggunakan kimono mandi dengan rambut basah. Hoseok tidak sadar jika gundukan dibalik celananya sudah mulai bereaksi. "Wae?" Tanya Joy aneh saat melihat suaminya hanya diam. "Kau sexy sayang" pipi Joy bersemu merah saat mendengar suara lembut suaminya. "Ah Oppa. Lebih baik mandi dulu. Aku akan berpakaian" sebelum Joy berbalik Hoseok lebih dulu menarik Joy hingga jatuh kepangkuannya. "Tidak secepat itu Nyonya Jung" cetus Hoseok sensual. "Op~~~" Hoseok menutup bibir Joy dengan tangannya dan menatap sendu mata Joy. "Apa tidak masalah jika kita memulainya sekarang" Joy meneguk kasar air liurnya dan menatap takut kearah Hoseok. "Uhm aku~~~ugh" ucapan Joy terhenti saat Hoseok tiba-tiba mencium lehernya. "Oppah~~~" Hoseok tidak terlalu mendengarkan ucapan Joy. Ia tengah sibuk dengan kegiatannya saat ini. "Aku mencintaimu" Hoseok mencium lembut bibir Joy dan membaringkan tubuh Joy diatas ranjang lalu menindihnya. "Ahhh! Oppaah! Huh" Tbc. Afandima, 30-11-2018.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD