Bagian 11

953 Words

Tyas meraih tangan Nesya untuk digenggam. Menatap lekat sang sahabat yang sedang dirundung masalah itu. "Kita akan patungan untuk biayanya. Terlalu berisiko kalau lo hamil tanpa suami." Isthy mengganguk, menyetujui dengan perkataan Tyas. Nesya menarik tangannya yang ada di dalam genggaman Tyas dengan kasar. Ia tak habis pikir dengan jalan pikiran kedua sahabatnya. Kecewa. Itulah yang ia rasakan saat ini. Jika bukan mereka yang menudukungnya, lalu siapa lagi? Wanita malang itu menyeka sisa air mata di pipi. "Apa kalian gila?! Seburuk apa pun kelakuan gue, gue juga takut sama yang namanya dosa. Gue enggak mau ngebunuh anak ini." Nesya menggigit bibir bawahnya cukup kuat, berusaha menahan isak tangis. "Harusnya, kalian mendukung gue sebagai seorang sahabat. Tapi, apa? Kalian malah menyuruh

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD