Bagian 13

1167 Words

Tiga bulan kemudian ... Aliyah mengetuk pelan pintu di depannya, membukanya perlahan tanpa meminta izin dari sang empunya kamar. Wanita paruh baya itu menghela napas berat ketika mengetahui putri dari suaminya itu masih bergelut di balik selimut. "Nesya, saya membawakan s**u untuk kamu." Aliyah memindahkan segelas s**u itu dari nampan yang dibawanya ke atas nakas. Hening. Tak ada jawaban dari wanita itu, bahkan napasnya pun tak terdengar. "Bukankah siang ini kamu ada kuliah?" Aliyah membuka pembicaraan kembali setelah sebelumnya diabaikan. Dia tahu bahwa Nesya hanya pura-pura tidur. "Bergegaslah mandi dan minum s**u ini untuk menguatkan kandungan kamu." Alih-alih beranjak dari ranjang, Nesya menarik selimut hingga ke atas kepalanya. Aliyah menggeleng heran. Menghela napas panjang,

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD