Bab 7 Misi Pertama
Perasaan Fahmi sangat tenang, ia tidak lagi khawatir akan kengerian game Death Timer yang kabarnya mampu mematikan para pemain.
Strategi game dan rencana matang yang telah ia siapkan membuatnya sangat percaya diri, disamping mendapatkan tips dan trik dari Reyhan, salah satu pemain awal. Semakin meyakinkan Fahmi akan kesuksesan targetnya.
Namun siapa yang akan menyangka, ketenangan itu akan melalaikan Fahmi! Benar sekali!
Sampai saat ini Fahmi masih tertidur dan belum bangun, bunyi nada dering ponsel terdengar mengisi kesuyian rumah Fahmi.
Akan tetapi Fahmi masih belum bangun juga!
Nada dering itu terus berbunyi, sebab pemberitahuan terbaru muncul dari ponselnya .
Secara sayup-sayup Fahmi jelas mendengar poselnya berbunyi, namun ia mengabaikan isi dari pemberitahuan tersebut.
Dengan menekan tombol power dari poselnya, suara kembali menjadi hening dan Fahmi melanjutkan tidurnya dengan duduk di atas kursi dengan wajah yang menempel di meja.
Jarum jam terus berdetak dan saat ini jam telah menunjukkan pukul sambilan pagi! Itu pun Fahmi masih tertidur!
Setengah jam kemudian, Fahmi baru membuka matanya, itu pun karena tubuhnya terasa sakit karena tidur sambil duduk di atas kursi.
Perlahan Fahmi merenggangkan badan dan melanjutkan untuk minum segelas air putih kemudian mencuci mukanya.
Aaahhh
" Segarnya!! " Fahmi merasa air dari kran wastafel itu sangat dingin, namun sangat menyegarkan dan membawa kenikmatan sendiri baginya.
Mata lelah Fahmi dapat terobati, namun tidak dengan tubuhnya. Hampir seluruh persendian dalam tubuhnya terasa sangat pegal!
" Huffft, apa sebab aku tidur di meja belajar yah, " gumam Fahmi sembari mengelus lehernya yang terasa sakit.
Kembali ke meja belajar untuk mengambil ponselnya, Fahmi berjalan pelan dengan sorot mata yang belum terbuka lebar, melihat tetapan matanya. Fahmi jelas seperti Zhombi hidup saking lamanya ia tertidur!!
Grep
Fahmi meraih ponsel dia atas meja dan menyalakannya, satu persatu pemberitahuan muncul!.
Dan semua itu sangat banyak, sampai layar pada halaman awal ponsel yang beisi jam dan tanggal tertutup oleh pemberitahuan terbaru.
Nafas Fahmi tiba-tiba berhenti, tangan kanannya bergretar hebat! Ia menyadari kesalahannya!
" Gawat!! Aku belum menyelesaikan misi harian! " Teriak Fahmi dengan keringat yang bercucuran di wajah.
Sebenarnya semalam Fahmi sengaja tidur di atas kursi, meja belajar supaya bisa bangun pagi hari agar keesokan harinya ia tidak kesiangan.
Mengingat pemberian misi dan pembaruan misi setiap jam 12 malam atau siang membuat Fahmi terseyum pahit sekarang!
Hanya tersisa tiga jam lagi pembaruan misi akan dimulai!
Waktu yang Fahmi miliki hanya tiga jam! Jika dalam waktu itu dia tidak bisa menyelesaikan misi dan memperpanjang waktu, maka karakternya akan mati!
" Sialan!! Tiga jam, hanya tiga jam waktuku!! " keluh Fahmi dengan nada kesal dan takut.
Berbagai pemberitahuan yang muncul itu berisikan peringatan untuk menyelesaikan misi dan ancaman, bila tidak bisa memperpanjang waktu.
Tangan Fahmi terus menggeser dan membaca pemberitahuan itu dengan cepat, ia merasa seperti mendapatkan spam chat, namun berisi ancaman.
" Persenan dengan semua ancaman! Aku akan menyelesaikan misi dengan waktu yang terisisa!"
Fahmi menghapus semua pemberitahuan pesan itu, kemudian mengeklik ikon api dengan abjad 'DT' di tengah menu utama pada poselnya.
Fitur baru telah dibuka! Pada mulanya, tepatnya hari kemarin, pada aplikasi hanya terdapat satu panel yaitu Info karakter. Sekarang tiga panel terbuka!
Ada word chat/ world info, word Reward, info karakter, Quest / misi.
Fahmi penasaran ingin mengetahui detail setiap panel pada aplikasi tersebut, namun kali ini ia memiliki sesuatu yang lebih penting untuk dilakukan dan didahulukan.
Menyelesaikan misi!
Segera, Fahmi menekan panel Quest di sisi paling kiri yang bersebelahan dengan info karakter!
Klik
' Questions '
' Misi harian : '
A. Membeli bakso dan memakan bakso pada penjual bakso keliling yang sering melewati rumah.
B. Membeli karangan bunga di mall Bandung.
C. Menjual perabotan bekas di Pasar Senen.
' Misi Utama '
A. Hajar pemain baru yang pertama Anda temui.
B. Selesai tiga misi pertama sebelum pembaruan misi.
' Reward '
Setiap satu Misi harian berhadiah, dua belas jam waktu games.
Setiap satu misi utama berhadiah satu sampai dua poin atribut pengalamaan.
Tidak menunggu lebih lama lagi untuk membaca detail dari misi, segera Fahmi memilih salah satu misi harian yang ia kira mudah untuk diselesaikan.
" Memakan bakso dari penjual bakso keliling, aku kira itu yang paling mudah! Mengingat pada jam-jam ini ia pasti sedang berkeliling di depan rumahku," gumam Fahmi sembari mengambil keputusan.
Fahmi tidak mempersiapkan apa pun untuk menyelesaikan misi sepele yang dikiranya mudah, hanya membawa dompet, itu sahaja.
Menurut pengalamannya, penjual bakso keliling pasti sedang berkeliling di gang Depok. Gang tersebut hanya lima puluh meter dari rumah Fahmi.
Setelah mengambil dompet, Fahmi bergegas keluar rumah dan menuju gang Depok.
Jalan menuju gang Depok tidak seperti jalan menuju warung makan Bu Sinah, ini jauh lebih sepi karena tidak ada anak kecil yang bermain di jalanan.
Jarak lima puluh meter dapat Fahmi tempuh dalam waktu lima menit, mengabaikan tatapan emak-emak yang melihatnya dengan sorot mata permusuhan.
Fahmi melangkah percaya diri dan tidak peduli akan tetapan membunuh tersebut, selama kebencian mereka tidak ekstrim dengan melakukan hal yang mengancam nyawanya, Fahmi pikir mengabaikan mereka sudah lebih dari cukup.
Tepat di perempatan, Fahmi berhenti sejenak hanya untuk memandang jalur mana yang akan ia ambil, ke utara atau ke timur?
Mengandalkan keberuntungan semata! Fahmi memilih ke timur, tepat setelah berjalan dua puluh meter ke timur mata Fahmi terbuka lebar, " Sudah selesai!" seru Fahmi ketika tahu di depannya sepuluh lagi ada penjual bakso keliling.
" Pak, beli bakso makan disini! " kata Fahmi dengan nada yang penuh semangat.
" Kosongan atau campur? "
" Campur aja, tapi banyakkin togenya ya Pak. "
" Okeh, okeh... " kata penjual Bakso yang sedang sibuk memasukan mie ke dalam beberapa mangkok.
Lima menit berlalu," Ini Teh, " ucap Penjual Bakso menyerahkan mangkok yang berisi bakso kapada pembeli.
" Makasih Mang. "
" Bakso campur, makan di tempat," kata penjual Bakso memastikan.
" Iya. "
Fahmi melihat ponselnya, tanpa sepengetahuan penjual Bakso, ia menghitung berapa lama pejualan bakso menyiapkan satu mangkok bakso kepada pembeli..
Satu menit! Pesanan Fahmi telah siap, itu pun disampingnya seorang wanita yang datang setelah Fahmi telah mendapatkan pesanannya.
" Lumayan cepat, "batin Fahmi dalam hati, pasalnya ia pernah melihat penjual bakso yang jauh lebih cepat dari ini.
Memakan bakso!
Fahmi memakan Bakso dengan lahap, itu seperti seseorang yang tidak makan selama satu minggu.
Di samping Fahmi, wanita cantik berambut lurus diikat sebahu, tertawa kecil melihat cara Fahmi makan.
Ketika wanita itu baru menyelesaikan tiga suap bakso kedalam mulutnya, Fahmi mengacungkan mangkok dan berkata, " Nambah pak."
Penjual bakso tertawa kecil kemudian berkata, " Okeh, okeh."
Wanita di samping Fahmi nampak mempercepat makanan, sesekali ia melirik Fahmi yang makan dengan lahap.
Hidung lancip dan mata sipit Fahmi terlihat sangat tampan bagi wanita ini, tidak tahu jika menurut wanita yang lain!
Fahmi sendiri tidak memperhatikan lingkungan sekitarnya, ia makan tanpa beban dan tidak peduli akan lirikan mata wantita cantik itu.
Emak-emak di lingkungan sekitar rumah Fahmi secara tidak langsung memberikan pelatihan kepadanya untuk tidak peduli dengan keadaan sekitar.
Asal tidak mengganggu atau membuat keributan di luar rumah yang merugikan orang lain, Fahmi pikir itu sudah lebih dari cukup.
Kembali ke ponsel.
Setelah menyelesaikan makan dan membayar makanannya, Fahmi duduk sebentar untuk memeriksa ponselnya, " Apa belum selesai!" teriak Fahmi dalam hati setelah mengetahui bahwa misinya belum selesai.
Rona wajah Fahmi menjadi buruk, ia meninggalkan Penjual Bakso dan wanita cantik itu tanpa berkata apa pun.
Melihat hal itu, wanita cantik itu mengerutkan keningnya, " Dia pasti sedang kecewa karena sesuatu," gumam wanita cantik itu.
" Heh, apa kau mengenalinya Neng," ucap Penjual Bakso.
Wanita cantik itu menganggukkan kepala, menjawab pertanyaan Penjual Bakso tanpa kata-kata.
" Jangan-jangan itu kekasih mu yah, " goda Penjual Bakso sembari memberikan uang kembalian kepada wanita cantik tersebut.
" Iihhh, apaan sih Mang! " seru wanita cantik itu menarik uang kembaliannya dengan cepat dan membalikkan badan, takut ketahuan wajahnya memerah.
Setelah meninggalkan Penjual Bakso, wanita itu pergi mengejar Fahmi.
Grep
" Fahmi tolong berhenti! " teriak wanita cantik itu sembari mengejar Fahmi.
Ketika jarak mereka semakin tipis, wanita itu mencengkram pundak Fahmi untuk menghentikannya pergi.
" Tolong berhenti... Aku ingin berbicara sebentar dengan mu.... " kata-kata itu terdengar lirih dengan nafas yang kembang-kempis, ia terlihat sangat bekerja keras dalam mengucapkan sususan kalimat tersebut.
" Ini sudah berakhir, aku sedang sibuk jangan ganggu aku! " ucap Fahmi dengan dingin.
" Kau pasti kecewa kepadaku, ini hanya kesalahpahaman kecil. Mengapa kau tidak memberikan aku kesempatan. "
" Elu pikir perselingkuhan itu kesalahpahaman kecil! Apa elu gila! " batin Fahmi mengumpat kesal.
" Aku sedang sibuk!! Jangan bicara lagi denganku, urusi sahaja itu pacar mu!"
" Katakan padaku! Apapun keinginan mu, aku akan memenuhinya asalkan mau mau berbicara denganku. "
" Apa benar itu, Dewi! "
" Hm, asalkan bukan yang aneh-aneh, " ucap Dewi dengan wajah merah padam saking malunya.
Singkat cerita, Fahmi berhasil menyelesaikan misi pertama, namun itu menjadi awal bencana yang sebenarnya ketika Fahmi memilih misi yang mudah ketika melibatkanya dengan seekor kucing.