Bab 6 Strategiku Bermain Game

2144 Words
Bab 6 Strategiku Bermain Game " Emak itu... " " Stat gue... " Huftt " Elu duluan aja! " seru Fahmi setelah menghela nafas. " Aku yakin elu pasti masih penasaran sama emak Yati yang baik itu," lanjut Fahmi dengan seyum kecut menghiasi bibirnya. " Emak baik!! " Reyhan menaikkan alisnya. " Benar itu Bu Rt di sini, rekor kebaikannya dua tahun yang lalu! Aku telah ganti gerbang pintu tiga kali dalam tahun itu! " Sekarang Fahmi bermuka serius. Mendengar perkataan Fahmi. Reyhan bergidik ngeri, seingatnya emak-emak di sekitar rumahnya tidak segarang Emak Yati. " Apa dia memiliki dendam dengan mu? " tanya Reyhan penasaran, dengan sikap dan perilaku Emak Yati, Reyhan menduga Fahmi telah membuat kesalahan yang menyinggungnya. Fahmi menggelengkan kepalanya pelan dan berkata," Semenjak anak ceweknya aku tolak, dia sering lewat ke rumahku...." Fahmi kembali menarik nafas. " Dan setiap temanku datang berkujung untuk main, elu tau... Dia akan melakukan hal yang sama seperti yang baru sahaja elu lihat barusan! Kemudian mengatakan kebaikannya karena membangunkan tidurku, padahal elu tau sendiri kekuatan tendangan kakinya!! " " Itu lebih hebat dibandingkan sabuk hitam Teakwondo! " timpal Reyhan dengan keringat mengucur di pelipisnya. Fahmi tertawa keras sampai kepalanya terlempar ke belakang kemudian berkata," Elu belum tahu yang lain sih! Jika elu tahu yang lain pasti sikap mu akan berbeda, mungkin akan menganggap itu sebagai sesuatu yang biasa, normal! " " Ada yang lain lagi!? " Mata Reyhan nampak membesar. Bagaimana bisa emak-emak itu sangat kuat!! " Hmm, belum lagi anak-anaknya yang resek! " Fahmi menganguk dan kembali terseyum masam. Melihat resksi Fahmi, Reyhan menghela nafas dan menepuk pundak Fahmi dan berkata," Pasti sangat berat yah untuk mu! " Fahmi mengangkat kedua pundaknya," Seharusnya elu tahu, tapi gue menikmatinya setenang mungkin, walaupun kadang pengin gue hajar tuh anak-anaknya yang resek!! " " Ini keluar dari bisnis terlalu jauh!! Apa kau tertarik dengan emak-emak. " Fahmi menyunggingkan senyum sederhana sembari melirik Reyhan dengan genit. " Dasar anak Punk, b*****t!! " ucap Reyhan mengikuti perkataan emak Yati. Fahmi kembali tertawa keras, kemudian disusul gelak tawa Reyhan yang tidak kalah keras. Di luar rumah Fahmi, pedagang bakso kembali bergumam," Anak Wibu kedatangan temannya lagi! " Sembari mendorong grobak baksonya, pedagangan bakso ini tertawa cekikikan. Kembali ke rumah Fahmi! " Lihatlah pukulanku! " ucap Fahmi sembari meninju udara. Udara nampak berhembus dengan kencang saat kepalan tangan Fahmi bergerak lurus ke depan," Ini bukan pukulan manusia biasa! " pekik Reyhan, ia sepontan berdiri dari tempat duduknya. " Bukankah sudah gue katakan sebelumnya, gue telah menjadi Pemain Death Timer. " Fahmi berkata dengan datar, tidak terlihat emosi pada setiap katanya, itu seperti perkataan monoton, namun terlihat kesombongan yang jelas pada intonasinya. Reyhan menolak untuk percaya!! " Tidak, ini tidak mungkin. Seharusnya kau melakukan oprasi, pihak perusahan akan menanamkan Batu Mulia kedalam tubuh mu!! " Reyhan berkata keras dengan logat bahasa Indonesia. " Entahlah, aku tertidur selama dua hari. Ketika aku bangun keadaannya seperti ini. Ada aplikasi di ponselku dan ketika aku menekan ikon tersebut kekuatan memenuhi tubuhku," ucap Fahmi tanpa menggunakan logat daerah. " Ini... Gila... Elu gila tahu enggak!!! " Wajah Reyhan menjadi sangat rumit, ia telah menjadi pemain Death Timer selama satu tahun lebih dan telah mendapatkan julukan para pemain pertama. Menurut pengetahuannya, dan pengalamannya sebagai seorang pemain Death Timer, semua pemain setelah mendaftar dan menandatangai dokumen, pihak perusahan akan menanamkan batu mulia ke dalam tubuh setiap pemain, dari sanalah kekuatan yang melebihi manusia normal akan aktif. " Apa paket dokument mu sudah datang? " tanya Reyhan yang masih tidak mau menerima kenyataan. " Berapa kali harus gue katakan kepada elu! Gue tidur Han!!! Tidur!!! Bangke!! Ketika gue bangun tiba-tiba ada aplikasi di ponsel dan... " Fahmi berkata sangat keras, namun sebelum sempat ia menyelesaikan perkataannya, Reyhan memotongnya. " Tidak mungkin, ini tidak mungkin terjadi! Pasti pihak perusahan datang kemari dan elu telah dioprasi, dengan keadaan tidak sadarkan diri!!! " Reyhan berteriak tidak mau kalah. Emak-emak di luar rumah Fahmi mendengar jelas perdebatan mereka, dalam hati mereka sudah bersiap diri untuk melaporkan perdebatan itu kepada Bu Rt, Bu Yati. Itu sangat brisik! Dan menggangu!! Kembali ke rumah Fahmi. " Sstt. Apa kau ingin aku mengganti pagar gerbangku ketiga kalinya tahun ini. " Fahmi menutup mulut dengan jari telunjuknya. Reyhan menghela nafas kemudian menggosok mukanya sendiri dengan kasar, " Benar tidak terjadi apa pun? " tanya Reyhan dengan putus asa. Masih jelas dalam ingatannya tentang Bu Yati, emak berkekuatan Gorila! " Emm..., gue cuma bermimpi, ada dua pria bersetelan jas memberiku dokument kemudian gue menandatangainya dan... Tidak ingat lagi, tahu-tahu gue bangun sudah dua hari berlalu. " Fahmi terseyum canggung. " Itu dia!! Anak b*****t!! Itu dia, disana!! " Brak " b******n!!! Sudah berapa kali aku bilang!! Jangan berteriak-teriak di rumahku, apa kau ingin melihat Emak Yati menghancurkan gerbangku!!" Fahmi menggeprak meja kayu dihadapannya, emosinya benar-benar tersulut ketika Reyhan berkata keras tanpa mengindahkan pesannya. " Ehmm... Sorry bro! Tuh, lihat... Yang elu kira mimpi pasti kejadian nyata, pihak perusahan telah melakukan oprasi tanpa sepengetahun elu." Reyhan menunjuk meja di hadapan mereka yang nampak hancur setelah Fahmi pukul. " Manusia biasa tidak akan biasa melakukannya dengan mudah! " Fahmi tersentak untuk beberapa saat, ia memandang tanggan kanannya beberapa detik kemudian ia memeriksa keadaan meja yang nampak hancur dan tidak bisa dipakai kembali. Meja itu terbelah jadi dua! Reyhan sebenarnya ikut terkejut, namun itu tidak ia tunjukan dengan ekspresi yang mencolok. Malu atau gengsi!? Tidak ada yang tahu. " Seingatku sejak aku berada di level awal, kekuatanku belum memilki daya rusak yang seperti itu!? " batin Reyhan dalam hati. " Anggap sahaja asumsi elu bernar! Sekarang berikan gue petunjuk akan peraturan dalam larangan dalam game! " Fahmi tidak ingin berdebat, ia memilih mengalah terhadap perkiraan Reyhan. Meskipun dalam hati sebenarnya ia sangat tidak setuju. " Okeh, dengar baik-baik. Death Timer adalah game kematian itu hal pertama yang harus kau camkan. " Reyhan menatap Fahmi yang berada di sebrang meja! Ia mencoba mengamati apakah Fahmi akan terkejut dengan penjelasannya. " Meskipun seperti itu, game ini memiliki mode penghargaan yang sangat baik, setiap pemain Death Timer yang berhasil mencetak namanya dalam game akan mendapatkan reward yang sangat menakjubkan! Sebagai contoh! Sepuluh pemain Death Timer pertama di Indonesia, mendapatkan jalukan ' Ten Miracle'. Mereka yang memiliki jalukan ini mendapatkan bonus stat saat mereka menyelesaikan misi utama. Kau harus berusaha mencetak nama mu sendiri dalam game, cari keunikan yang tidak pernah terpikirkan oleh orang lain dan itu harus out of the box. Hampir sama lah dengan beberapa game Rpg online 3 D. Gue yakin elu sebagai ciri khasnya pasti sangat tahu betapa pentingnya julukan ini. " " Han berapa julukan yang elu miliki! Dan bagaimana bisa stat elu begitu tinggi? " tanya Fahmi menyela penjelasan Reyhan. Mendapatkan pertanyaan di tengah materi yang ia bawa membuat Reyhan kesal, jiwa pengajarnya meronta-ronta ingin memarahi Fahmi! Apa dia tidak pernah makan bangku sekolah!! Ada sesi pertanyaan di akhir sesi materi, bukan di awal-awal meteri!! " Apa itu sikap seorang murid kepada gurunya!! b*****t!!" batin Reyhan dalam hati. " Jadilah pemain top, nanti elu akan tahu siapa gue dan julukan yang gue punya! " ucap Reyhan sembari mendengus kesal, terdengar jelas ada nada kesombongan pada setiap intonasi yang ia ucapkan . " Ayolah kasih tahu dikit napa!? " goda Fahmi dengan ekspresi seperti anak kecil. Sudut bibir Reyhan nampak berkedut, ia terlihat kesal dengan ingin memaki keras sahabatnya ini," Ingin bertanya lagi!! GUE KELUAR DARI SINI!! Gue yakin sebagai master gamer elu tidak butuh bantuan dari gue!!! " Fahmi tertawa keras! Terlihat jelas bahwa ia menikmati kesenangan saat melihat wajah Reyhan yang buruk! " Sekarang elu tahu kan bagaimana rasaya mengajar. Tiga tahun yang lalu cokk, gue bersabar seperti ini! Dan sekarang gue tahu ternyata kesabaran ku itu melebihi kesabaran elu," kata Fahmi dengan nada normal, tidak terdengar intonasi kesal atau marah, itu jauh lebih menyentuh dan terdengar tulus. Plakk Reyhan menyadari sesuatu, kata-kata Fahmi memicunya kembali ke masa lalu dan ia teringat kejadian ini pernah terjadi, namun yang mengajar adalah Fahmi dan yang bertanya adalah dirinya sendiri. Tidak bisa menahan diri lagi, Reyhan menepuk pahanya dan ia tertawa keras!! " Jika dia b*****t!! Maka gue jauh lebih dari kata b*****t!!" batin Reyhan dengan gelak tawa yang sangat lama. Fahmi ikut tertawa! Namun tidak lama ia mengedipkan matanya berbeda kali karena begitu banyak air disana, " Cukup, cukup Han, apa elu tidak punya niatan mengajariku dengan benar!" " Sorry, Sorry Bro! Gue baru tahu jadi selama ini, perasaan elu seperti ini ketika mengajar gue dulu! " ucap Reyhan dengan nada sedikit kasar namun perasaan tulus terdengar jelas pada setiap intonasi kata yang ia keluarkan, Fahmi merasakan hal itu! Fahmi membalas itu dengan menggelengkan kepala pelan dan terseyum lebar," Asal elu tau Han, saat dimana posisi kita ini terbalik itu gue tidak pernah menyangka, dulu gue mengajar elu tulus dengan hati karena elu salah satu sahabat terbaik gue." Salah satu sudut hati Reyhan terasa hangat, apa yang dikatakan Fahmi benar-benar masuk ke dalam hatinya! " Terimakasih banyak Bro! " Reyhan mengacungkan kepala tangan kearah Fahmi untuk melakukan Toss. Dalam hati ia bertekad akan membantu Fahmi di game Death Timer dan tidak akan membiarkan siapa pun membunuhnya. Fahmi menyambut Toss itu dan tertawa kecil, " Suasana melankolis seperti ini gue rasa tidak cocok untuk kita berdua! " " Dasar anak b*****t!! Ayo kita lanjut materinya!! " Reyhan mengikuti, ia pun tertawa kecil sebelum berkata demikian. Reyhan bukanlah pengajar yang baik! Penjelasan yang ia sampaikan akan membuka banyak celah pertanyaan untuk Fahmi. Pengalaman dan pemahaman Reyhan diuji kali ini! Kerap terjadi perdebatan keras antara mereka berdua, dan gelak tawa memenuhi ruang tamu Fahmi. Suasana hangat menyelimuti pembicaraan mereka, sampai-sampai waktu tidak terasa sudah jam dua siang, namun mereka masih sibuk mengobrol mengenai masalah game Death Timer. Secara keseluruhan Fahmi akhirnya paham akan Rule and law yang ditetapkan, kali ini materi telah berubah. Sekarang pembicaraan Reyhan seputar pengalamannya dalam bermain Death Timer, ketika suasana semakin memanas karena keterangan cerita itu, surat tidak asing terdengar di luar pintu gerbang rumah Fahmi. Brakk Brakk Brakk " Oeyy, anak b*****t!! Apa elu berniat menggangu ketertiban masyarakat! Jangan elu tularkan pengaruh mulut kotor elu kepada pria baek itu!! " Benar sekali itu Emak Yati, emak super berkekuatan Gorila! Samar-samar Fahmi dan Reyhan mengintip aksi Emak Yati dari balik gorden yang terbuka setengah bagian, mereka menyaksikan kehebatan emak super itu! Hanya dengan satu kali tendangan, pagar gerbang besi tebal yang semula lurus sekarang menjadi melengkung. Itu bukan sekali atau dua kalinya! Meskipun seperti itu, petunjukan Emak Yati tetap menarik untuk di tonton. Emak Yati mengakhiri aksinya setelah seluruh gerbang pintu rumah Fahmi hancur dan terlihat buruk. Setelah menyelesaikan aksinya, Emak Yati mengacungkan jari tengahnya ke arah jendela. Ia seperti tahu Fahmi dan Reyhan mengintipnya dari balik gorden. Fahmi dan Reyhan sempat tersentak kaget! Segera mereka membalikan badan memunggungi jendela dan menggelengkan kepala, dengan tidak percaya. " Emak berkekuatan Gorila! " seru Reyhan. " Mengapa elu tidak lapor polisi? Emak Yati itu bisa kita jadikan kasus! " Fahmi tertawa," Siapa yang menjadi saksi!? Ada bukti tidak ada saksi percuma! Apa elu tidak mendengar sayup-sayup suara tepuk tangan itu!" " Para emak-emak berkomplot! " Reyhan mengerutkan keningnya. " Benar sekali! Sedangkan bapak-bapak disini sibuk bekerja sebagai buruh pabrik! Urusan dan kejadian rumah tidak ada yang peduli, mereka terlalu lelah untuk mendengarkan ceritaku. " Fahmi mengungkapkan keluhannya. Grep Reyhan menepuk pundak Fahmi dan berkata," Elu benar-benar sahabat gue yang paling sabar! " " Apa itu pujian! " balas Fahmi tanpa ekspresi. " Entahlah! Elu harus memikirkan pagar gerbang yang lebih kuat, Bro. " Reyhan pamit pergi setelah berkata demikian. Sebenarnya Fahmi masih ingin mengobrol lebih lama dengan Reyhan, hanya sahaja Emak Yati menghancurkan moodnya. Hari ini Fahmi tidak keluar untuk makan, ia cukup tahu diri. Ketika ia keluar, pasti anak emak-emak resek itu akan mengejeknya karena pintu gerbang rumahnya rusak lagi. Ia lebih memilih memesan makanan online. Waktu cepat berlalu, matahari telah tenggelam dari tempat peredaranya dan Fahmi nampak masih berkutat dengan pulpen dan buku tulisnya, di depan meja belajar. Wajah Fahmi nampak sangat serius, ia sedang merencanakan strateginya dalam bermain game, dan menyusun jadwal kegiatan ketika ia menjadi pemain Death Timer. Fahmi yakin dalam hati, dengan jadwal yang sistematis, targetnya untuk menjadi pemain pro akan tercapai dalam waktu beberapa bulan. " Aku sudah tidak sabar seperti apa yah misi yang akan aku terima besok! " Fahmi meletakkan pulpennya dan hanyut dalam Imajensi akan seperti apa misi dalam game Death Timer itu. Mengingat hari ini adalah hari pertama Fahmi resmi bergabung menjadi pemain Death Timer, pihak perusahan tidak terburu-buru untuk memberi pemain baru misi. Hari pertama dibebaskan untuk memahami peraturan dan lapangan permainan. Satu jam dua jam, akhirnya Fahmi tertidur dalam meja belajarnya setelah berimajensi tentang misi. Sekarang salah satu sifat Fshmi terbongkar! Fahmi bermuka bantal!! Pagi hari! Pemberitahuan dalam ponsel Fahmi menyala, namun ia masih dalam keadaan tertidur! Game Death Timer dimulai!!!
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD