Bab 5 Kejanggalan
Apa pun lah, pekerjaan menunggu adalah hal yang sangat membosankan. Dan saat ini ada seseorang lelaki berusia Dua puluh tahun duduk di ruang tamu, ia tidak berhenti untuk memandang jam dinding dan pintu gerbang secara bergantian.
Fahmi menunggu paket!
Setelah mendapatkan link web dari Reyhan, Fahmi telah mendaftarkan dirinya sebagai pemain Death Timer. Menurut cerita dari Reyhan, dokument perjanjian itu akan segera dikirim dalam waktu lima sampai enam jam.
" Seharusnya hari ini, dan pada jam ini! " Fahmi telah menghitung dari proses registrasinya pada jam tiga malam, menurut perhitungan paket itu akan segera sampai pada jam sembilan pagi. Jika menghitung enam jam waktu pengiriman.
" b******k! Aku tidak tidur hari ini hanya untuk menunggu paket! " keluh Fahmi dengan perasaan kesal.
Mata panda terlihat jelas melingkar di bawah alis, matanya agak memerah, sudah pasti ia tidak tidur semalam.
Krukk
" Sialan! Paket belum datang sekarang aku kelaparan! " Fhami kembali mendengus kesal sembari mengelus perutnya.
Tidak pergi untuk makan! Fahmi masih menunggu, setengah jam lagi mungkin dia akan pergi untuk mencari makan.
Setengah jam lewat, Fahmi terlihat masih bertahan dengan perut yang ia lilit dengan tiga sabuk. Ia tidak ingin melewatkan paket itu, lebih tepatnya ia sudah tidak sabar untuk bermain Game!
Dua jam terlewati, sekarang wajah Fahmi nampak buruk. Perut yang terasa sangat lapar terkombinasi dengan rasa kantuk yang teramat sangat.
Krukk
Suara perut kelaparan kembali terdengar, Fhami benar-benar mengumpat dalam hati, " Sialan! Persetan dengan paket! Aku pergi makan!"
Fahmi melepas sabuk yang melilit perutnya dengan kencang, dan bergegas keluar rumah untuk mencari warung makan.
Ya kali Fahmi keluar dengan memakai tiga sabuk yang melilit perutnya! Itu terlihat bodoh!
Warung makan Bu Sinah terletak delapan puluh lima meter dari rumah Fhami, " Mengapa delapan puluh lima meter terasa sangat jauh sekarang," keluh Fahmi dengan tangan yang masih memegang perut.
Emak-emak dan anak kecil memandangi Fahmi dengan tatapan aneh, itu seperti melihat seorang mahluk asing yang muncul ke dataran bumi.
Memang benar kehidupan seorang gamer yang hanya berkutat dengan pc dan keyboard, nampak terasingkan di dunia manusia. Mereka seperti kelalawar, mucul saat Gelap dan bersembuyi di saat terang, ibarat hantu juga bisa!
Dan saat ini Fahmi keluar rumah! Itu sesuatu yang menakjubkan dan aneh tentunya!
Mengabaikan tatapan semua orang, Fahmi terus berjalan menuju warung makan Bu Sinah, tepat di pertigaan jalan lalu belok kiri Fahmi akan sampai di tempat tujuan.
Namun pada pertigaan jalan itu ada banyak sekali anak kecil yang sedang bermain, ini tantangan buat Fhami! Bisakah dia melaluinya!
Jangan bercanda!!!
Apa Fhami takut dengan mereka! Hehhe, tentu sahaja iya!!
" Sialan, bocah b******k itu bermain di sana lagi!"
Sorot mata Fhami terlihat menajam, masih dengan tangan yang mencengkram perut, tiga langkah lagi Fhami tiba hadapan kerumunan anak kecil itu.
Satu
Dua
Tiga
" Pergi ada Monster! "
" Kyaa! Mama ada Alien! "
" Apah!" Fahmi tersentak keget! Ada apa ini, jika pada hari-hari biasanya Fhami akan mengejar anak kecil ini karena mereka menghina dan mengejeknya.
Tapi sekarang! Mereka lari hanya dengan melihat sosoknya muncul.
Lupakan! Saat ini Fahmi dalam kondisi yang tidak cukup baik untuk memikirkan sikap para perusuh itu!
Melupakan keanehan yang terjadi, Fhami terus melangkah hingga sampai di rumah makan Bu Sinah.
" Akhirnya aku sampai juga!" Fahmi menghela nafas berat! Ini perjalanan yang sangat berat baginya!
Memasuki warung, Fahmi memesan banyak sayur, namun sedikit nasi di piringnya. Ini ciri khas Fahmi. Fahmi suka sayur dan kurang suka nasi.
Urgggh
Fhami bersendawa setelah makan, itu sangat keras seperti suara Dinosaur! "Tidak tahu malu!" batin salah satu pengunjung rumah makan.
Setelah selesai makan dan menyelesaikan pembayaran, Fahmi pulang ke rumah.
Jalan tidak ramai seperti sebelumnya mengingat ini adalah tengah hari, para emak pasti melarang anaknya keluar rumah, mengingat jam-jam sekarang cahaya matahari sangat terik.
Tidak ada halangan!
Sampai di rumah Fahmi mengerutkan keningnya, " Paketnya sudah datang belum yah!" Fahmi menengok ke kiri dan ke kanan untuk melihat para tetangganya.
"Ini paket Dokument! Masa iya kurir menyerahkannya kepada orang lain, " pikir Fahmi.
Mengabaikan kekhawatirannya, Fahmi duduk kembali di ruangan tamu. Menunggu, ia menunggu lagi seperti sebelumnya.
Huffft
Berulang kali Fhami menghela nafas, satu jam, dua jam sampai tiga jam dan saat ini sudah jam lima sore! Ia masih belum tidur hingga detik ini!
" Apa-apa ini! Apa Reyhan menipuku!!! "
Fahmi memegang kepalanya, ia merasa sangat mengantuk, kepalanya terasa sangat berat dan matanya pun tidak bisa berhenti mencoba untuk menutup.
" Persetan dengan paket! Aku tidur sekarang! "
Ting tong
Suara bel berbunyi beberapa kali setelah sebuah mobil mewah berhenti di rumah Fhami.
Fahmi yang tertidur tidak sadarkan diri ada tamu. Dua pria bersetelan jam mewah masuk ke dalam rumah Fhami," Belum ada yang berubah, masih sama seperti dahulu," ucap salah satu pria paruh baya berambut putih keperakkan.
" Tuan apa ini tidak apa? " tanya seseorang di belakang pria paruh baya itu.
Pria paruh baya itu tertawa keras, kemudian berkata," Saat ini dia pasti sedang tidur, ayo jangan khawatirkan dia. "
Kedua pria ini memasuki rumah Fahmi yang tidak dikunci, Fahmi yang tertidur di meja tamu sama sekali tidak mengejutkan kedua pria ini. Apa memang sejak dari awal Reyhan sudah bekerja sama dengan mereka!
Tidak ada yang tahu!
" Bangunkan dia, tapi jangan sampai dia sadar sepenuhnya. " Perintah pria paruh baya.
" Hmm. "
Pria dewasa bersetelan jas mewah itu memukul leher Fahmi sedikit keras, Fahmi yang mendapatkan pukulan itu sontak terbangun dari tidurnya karena rasa sakit tersebut.
Jelb
Sebelum bisa berbicara banyak kata, pria dewasa itu menyutik bahu Fahmi dengan suntikan yang berisi cairan berwara biru laut.
Sekarang Fhami setengah sadar, pria paruh baya itu berkata banyak hal dan memberikan dokument itu kepada Fhami, setelah itu Fahmi menandatangni semua berkas tersebut dengan keadaan yang masih setengah sadar.
" Bawa Tuan muda ke Lab, ia harus mendapatkan kekuatan terbaik dari perusahan! "seru pria paruh baya itu kembali memberikan perintah.
Fahmi kembali di suntik dengan cairan berwarna biru laut, setelah cair itu sepenuhnya masuk ke dalam tubuh. Fahmi jatuh tidak sadarkan diri.
Satu hari kemudian, tepatnya pukulan sepuluh malam.
" Mana paketku! Sialan aku ketiduran, mengapa sampai sekarang belum juga datang paketku!? "
Arrgh
Fahmi memegang kepalanya yang terasa sangat sakit," Apa aku terlalu banyak tidur yah? Mengapa kepalaku sangat sakit! "
Fahmi tidak tahu seperti apa kejadian sehari yang lalu di Lab, samar-samar ia hanya mengingat saat ia menandatangni beberapa berkas di hadapan dua orang pria bersetelan jas mewah, itu pun terasa seperti dalam mimpi.
Tanpa melihat tanggal, Fahmi menelepon sahabatnya. Reyhan.
" Haloo, paketnya kok kagak dateng! Apa elu bohongin Gue! " teriak Fhami saat menelepon.
" Seharusnya paling lama sih enam jam, masa sih belum dateng juga! " Wajah Reyhan nampak buruk, menurut keterangan dari pihak perusahan enam jam maksimal paket dokumen perjanjian akan sampai di pihak kedua.
" Elu berarti belum mendapatkan oprasi!? " tanya Reyhan.
" Oprasi apaan cokk! Gue baru bangun tidur nih! Seharian gue tidur, pala gue sakit bener! " Fahmi berkata keras, ia merasa seperti dibohongi sahabat sendiri!
" Tunggu dulu, ini hari apa dan mengapa bukan dari kemarin kau menghubungiku! " Reyhan menjadi semakin bingung.
Fhami terperanjat sebentar, ia menyadari ada sesuatu yang salah disana!
" Tunggu sebentar! " Fahmi memeriksa tanggal di ponselnya dan mengamati keadaan rumahnya!
Tanggal sudah berubah, tapi keadaan rumahnya tidak berubah sama sekali!
Pintu masih setengah terbuka, meja tersusun rapih, perabotan rumah masih pada tempatnya, tapi tanggal berubah! Ini sudah dua hari semenjak Reyhan datang ke rumah Fahmi.
" Elu dimana sekarang? " tanya Fahmi kepada Reyhan.
" Di perum xxxx, deket Cengkareng. Lagi misi nih! "
" Kapan elu selesai! "
" Pagi aja gue kesono! "
" Okeh gue tunggu! "
Fahmi menghela nafas panjang dan mengakhiri telephonnya, " Apa benar aku sudah tertidur dua hari! " gumam Fahmi yang masih belum bisa menguak keganjalan yang tengah terjadi.
Di tengah kebosanan yang Fahmi rasakan karena menunggu Reyhan, ia menggeser layar ponselnya untuk mencari game rpg yang baru shaja ia instal.
" Apa ini!!! "
Fahmi tercengang! Matanya melebar! Tapi mulutnya tidak terbuka, ia hanya terkejut sebentar.
" Aplikasi ini mirip dengan miliki Reyhan!"
Nafas Fahmi tertahan sesaat, ia berpikir keras apakah mimpi semalam itu nyata!
" Tuhan jangan bercanda! Apa aku telah tertidur dua hari dan saat aku bangun aku sudah menjadi player DT," gumam Fahmi dengan nada rendah, meskipun saat ini belum pasti bahwa ia menjadi pemain DT, namun aplikasi di ponselnya sedikit memberi peluang baginya!
Fahmi menutup matanya dan menghela nafas tiga kali, sebelum mengambil keputusan untuk menggeklik ikon aplikasi yang bergambar api dengan tulisan abjad, 'DT'.
Wusss
Energi tidak kasap merembas keluar dari dalam ponsel Fhami, itu rasanya seperti tersengat listrik kecil, tapi ini membuat tubuh mu menjadi sangat berenergi.
Tubuh Fahmi terasa sangat hangat, di samping detak jantung yang berpacu menjadi semakin kencang.
Fahmi menarik nafas dalam, kemudian ia menghembuskannya pelan. Udara panas keluar dari hidung dan mulutnya ketika ia menghembuskan nafas.
Woss
Mencoba gerakan kecil, Fahmi meninju udara. Sekilas terlihat seperti pukulan biasa, namun Fahmi bisa merasakannya! Pukulan ini tidak biasa!
Ada tekanan disana dan kepalan tangan itu terasa berat, sedikit udara yang berhembus dari gerakan tersebut sudah cukup Fahmi jadikan sebagai bukti, pukulannya bertambah kuat!!
Fahmi terseyum lebar dan kali ini sangat lebar, bahkan lebih lebar dari biasanya, Fahmi girang!
Setelah selesai melakukan aksinya, Fahmi kembali menatap layar ponselnya dan saat ini ia telah membuka aplikasi DT.
Pada tampil aplikasi tersebut tidak menunjukkan apa pun, hanya berisi misi, informasi karakter. Pada bagian atas aplikasi terlihat tulisan berjalan yang berbunyi, " Naikkan level mu dan buka berbagi fitur terbaru dari aplikasi."
Tidak hanya ada tulisan di atas aplikasi, pada bagian bawah pun ada tulisan yang berjalan, tulisan tersebut mengatakan, " Selamat kepada Fahmi Wijaya karena telah resmi terdaftar sebagi pemain Death Timer, misi akan kami buka besok. Silahkan pahami peraturan dan cara bermain Game. Happy Gaming."
Peraturan dan cara main game tidak menarik perhatian Fahmi, mengingat ada Reyhan yang akan mengajarinya.
Fahmi lebih penasaran akan informasi karakternya di game:
Fahmi Wijaya : lvl 0
Str : 5
Vit : 15
Agi : 5
Dex : 5
Int : 5
Lux : 5
" lvl 0 segini!? Mengapa Reyhan lvl 30 memiliki stat yang jauh lebih tinggi, 30000 stat sungguh sulit untuk dinalar. "
" Aku harus bertanya kepada Reyhan apa rahasianya," gumam Fahmi.
Jam dinding sudah menunjukkan pukulan setengah dua belas malam, " Ngapain lagi yah!?..., emm, tidur lagi aahh." Fahmi memilih untuk tidur lagi, meskipun tahu pada dua hari yang lalu ia hanya tidur.
Apa Fahmi bermuka bantal!? Mungkin iya, mungkin juga tidak!
Keesokan harinya.
Seorang pria gemuk menekan bel puluhan kali di halaman rumah temannya, wajah pria gendut ini nampak buruk. Pasalanya semua orang perjalanan kaki memandanginya dengan tatapan aneh!?
Apa yang salah? Disini, bukankah pria gendut ini adalah tamu, apakah pemilik rumah adalah bandar obat terlarang sehingga siapa pun tamu yang berkujung akan disorot semua pihak!?
Termasuk emak-emak, anak kecil dan pedagang bakso!
Pria gendut itu tidak lain adalah Reyhan, memenuhi janjinya ia bertandang kerumah Fahmi di pagi hari.
Sudah hampir setengah jam lebih ia menekan bel rumah, dan menelepon nomor Fahmi, namun tidak ada balasan atau pun respon sedikit pun.
Reyhan mengertakkan giginya, " b*****t! Gue jauh ke sini tapi disia-siakan," umpat Reyhan dalam hati.
Hufft
" Lebih baik aku pergi shaja, mungkin orang itu ingin tidur seharian...." gumam Reyhan.
Ketika hendak berbalik pergi, ada seorang emak-emak atau lebih tepatnya tetangga Fahmi menghadang Reyhan.
" Bukan seperti itu cara membangunkanya anak b*****t itu! Perhatian baik-baik, kau akan membutuhkan cara ini, jika ingin berkujung ke rumah itu! "
Anak b*****t!! Apa maksudnya ini!
Reyhan tertegun sesaat ketika emak itu mengatakan pemilik rumah adalah anak b*****t!
Emak itu bernam Emak Yati, berbadan besar, memiliki perut buncit. Lebih gemuk dibanding Reyhan, lebar tubuhnya pun setengah kali lebih lebar dibanding tubuh Reyhan.
Jika Reyhan adalah orang gendut, lalu emak Yati itu apa? Super gedut!?
Emak Yati mengambil ancang-acang, posisi berdirinya saat ini seperti tokoh persilatan dalam novel beladiri cinta. Setelah menarik nafas dalam kaki kanannya mendendang gerbang pintu masuk rumah Fahmi.
Brakk
Brakk
" Oeeyy, Anak punk!! Bangun, ada anak baek-baek ingin bermain dengan mu! Jika kau tidak membuka pintunya aku hancurkan gerbang mu!! "
Reyhan menelan ludah, kerigat dingin membasahi punggungnya.
" Apa Emak-emak di sini sangat keras! " dalam hati Reyhan bersyukur karena tidak memiliki niat untuk membeli rumah di dekat rumah Fahmi.
" Tahh, lihat kan dia bangun! Awas aja elu yah kasih pengaruh yang buruk ke dia! " Emak Yati menghardik Fahmi, sebelum mengacungkan jari tengahnya dan pergi.
Melihat hal itu Fahmi terseyum pahit! Ini seperti sesuatu yang biasa! Normal! Tapi tidak bagi Reyhan!
" Sekarang aku yakin kau itu bermuka bantal, b******k!! " Reyhan benar-benar kesal, setengah jam lebih ia menunggu di depan pintu.
Menyikapi kelakuan Reyhan, Fahmi hanya terseyum canggung dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
" Ayo masuk, banyak hal yang ingin gue bicarakan!? "
" Gue pun sama! " seru Reyhan sembari melirik pintu gerbang Fahmi yang terlihat cekung. Mungkin sering ditendang emak-emak, pikir Reyhan.
Setelah memasuk ke dalam rumah dan duduk di rumah tamu, kedua orang ini menyadari ada kejanggalan besar yang Fahmi alami.
" Semua pemain Death Timer seharusnya telah dioprasi untuk penanaman batu Mulia! Bagaimana bisa kau menjadi pemain DT, namun tidak pernah dioprasi! Reyhan menolak kenyataan bahwa Fahmi telah menjadi Pemain Death Timer.