Eps 18 Fisik yang Lemah

1696 Words
Eps 18 Fisik yang Lemah Fahmi pergi meninggalkan taman kira-kira pada jam sembilan pagi, ia memesan ojek online, namun pengendaranya bukan motor, melainkan mobil. Selang beberapa menit menunggu akhirnya mobil sedan menghampiri Fahmi, setelah memastikan identitas sang sopir dan mengatakan tujuannya. Fahmi menaiki mobil. Di dalam mobil Fahmi merenungi perkataan Nenek Lee, ' Keberanian adalah langkah awal untuk menikmati hidup!' Mengingat beberapa tahun yang lalu, serta mengenang waktu dimasa lampau. Ingatan dimana Fahmi kecil sampai tumbuh menjadi dewasa, membanjiri pikirannya. " Mungkinkah keberanian terbesarku muncul saat aku terlibat Tawuran waktu Sma?" Fahmi berpikir keras mengenai kata-kata Nenek Lee. Dalam ingatan Fahmi waktu kecil hingga ia dewasa, tidak sekalipun ia pernah memberanikan dirinya menghadapi tekanan yang timbul dari ketakutan. Sebuat sahaja contohnya saat ia kecil, waktu itu itu ia bahkan tidak berani menyuarakan keinginannya untuk pergi ke rumah Neneknya di Bogor. Itu terus berlanjut sampai ia remaja, sikap acuh tak acuh dari kedua orang tua semakin menjadi-jadi, Fahmi memiliki keluarga namun tidak merasa seperti memilikinya? Kepada siapa ia harus mencurahkan perasaan akan rasa takutnya?? Baru setelah ia masuk sel, kedua orang tuannya memarahinya dan berkata keras kepadanya, kemudian keadaan berbalik! Sekarang giliran Fahmi yang menyikapi acuh tak acuh kedua orang tuannya. Dan ketakutan Fahmi semakin menjadi-jadi ketika ia keluar dari Sel, semua teman yang nongkrong dengannya dan terlibat tawran dikeluarkan dari sekolah, beruntung latar belakang keluarga Fahmi tidak biasa sehingga ia tidak bisa dikeluarkan dari sekolah. Dikucilkan!! Fahmi diabaikan semua teman-temannya, jelas semua siswa akan memandang Fahmi dengan cara yang baru! Mereka pasti tidak akan memperlakukkan Fahmi seperti bisanya setelah apa yang terjadi sebelumnya. Berlanjut sampai sekarang dan Fahmi masih dihantui oleh ketakutan saat bermain game Death Timer, dengan dua Julukan Legendaris yang ia terima, ia sampai merasa ketakutan untuk keluar rumah dan menyelesaikan misi. Sebab itulah selama ini Fahmi selalu tertidur!! Bukan bermuka bantal, hanya sahaja menjadikan tidur sebagai pelarian atas ketakutannya dalam menyelesaikan misi!! Sekarang semuanya menjadi jelas!! Sebab apa Fahmi selalu tidur!! Masih jelas pada ingatan Fahmi, saat ia mendapatkan penyiksaan dan penghinaan masal di markas besar Guild Midnight Scares. Itu sangat menyakitkan, kotoran hewa, sampah dan telur busuk memenuhi tubuhnya! Itu sangat bau dan menjijikan! Belum lagi hinaan yang ia dapatkan, semakin menambah rasa takut dalam hatinya. " Sepertinya benar apa yang dikatakan Nenek Lee, aku belum menikmati hidup," batin Fahmi dalam hati sembari menghela nafas panjang. " Mengapa aku tidak mencoba belajar untuk berani? Menikmati hidup dengan benar, bukankah itu suatu keharusan," gumam Fahmi. Lewat cerita kehidupan Nenek Lee, Fahmi sadar. Kebahagiaan itu miliki semua orang yang menikmatinya, jika ia terus berlari dan menghindar sebab rasa takutnya, maka apa bedanya sekarang dan beberapa tahun yang lalu. Fahmi tahu ia harus berubah, belajar berani dengan mengakui rasa takutnya kemudian menekannya dengan rasa percaya diri dan sikap berani. Pasti!! Semua orang butuh bahagia, tanpa terkecuali Fahmi. Langkah awal yang harus Fahmi ambil untuk meraih hal itu adalah 'Keberanian' . " Aku akan menghadapinya! " jerit Fahmi dalam hati. Perlahan Fahmi membuka ponselnya, segera ia membuka aplikasi Game Death Timer, dengan ikon gambar berupa api yang memiliki abjad 'DT'. Menekan panel misi pada layar menu, tampilan misi segera muncul. ' Misi Harian ' A. Memukul angin sebanyak 1000 kali. B. Pergi ke puncak Bogor dan makan somay disana. C. Memancing di sungai Kapuas. ' Misi Utama' A. Bertahan dari hinaan orang lain sebagai pemain terlemah dalam waktu dua belas bulan! B. Bertahan di pukul oleh pemain lain di dalam Game selama dua belas bulan. Setelah membaca tampilan panel Misi, Fahmi mengerutkan kening, dengan waktu yang tersisa ia hanya bisa menyelesaikan misi A dan itu pun, ia harus bekerja ekstra untuk menyelesaikannya. " Sekarang jam sembilan seperempat, untuk sampai di rumah membutuhkan waktu lima belas menit. Kira-kira ketika sampai di rumahku jam setengah sepuluh... Tersisa waktu dua jam sebelum pembaruan misi! Apa aku bisa melakukannya, memukul angin sebanyak seribu kali dalam waktu dua jam!? " Mental Fahmi kembali diuji! Bisa sahaja ia membuat pingsan dirinya supaya tidak menyelesaikan misi harian, dan tuduk pada rasa takutnya. Namun jika ia tidak melakukannya! Apa Fahmi akan bahagia? Bagaimana caranya ia menikmati hidup!! Sedangkan ia mengabaikan keberaniaan untuk maju. Fahmi menggigit bibirnya keras, jelas ia paham apa yang terjadi sekarang! Pelajaran yang Nenek Lee sampaikan benar-benar diuji sekarang! " Aku tidak boleh menyerah atau pun kalah! Aku akan menikmati hidup dengan berani! Kebahagiaan adalah milikiku! " Fahmi bertekad dalam hati, jika diuji ia menyerah atau lari, bagaimana bisa ia hidup bahagia, pernyataannya sebelumnya sudah jelas bahwa Fahmi ingin bahagia! Saat ini kepercayaan diri Fahmi melonjak," Pak, dipercepat jalannya, ada hal mendesak yang harus aku lakukan di rumah, " pinta Fahmi kepada pak sopir. " Oke Bang! " seru pak sopir sembari menyeringai seperti penjahat jalanan. Wusss Mobil sedan tua melesat dengan kecepatan tinggi, tidak terhitung berapa kendaraan yang berhasil mobil ini lewati, wajah pak Sopir nampak sangat serius. Matanya fokus memandang ke depan, pedal gas ia injak dengan sangat keras membuatnya harus tetap terjaga, mengantisipasi pejalan kaki atau kendaraan yang hendak menyebrang tanpa melihat jalanan. Di dalam mobil pun Fahmi ikut dibuat tergoncang!! Berkali-kali tubuhnya bertolak ke depan dan ke belakang karena sang sopir harus mengerem mendadak! Fahmi sendiri tidak mengumpat dalam hati, ini keinginannya sendiri untuk dapat sampai di rumah dengan cepat! Lebih cepat lima menit, sebelum jam menunjukkan pukulan setengah sepuluh Fahmi telah sampai di rumah! " Akhirnya ini berakhir juga, " Fahmi mendesah pelan. " Maksih ya pak, " kata Fahmi sembari membayar ongkos perjalanan. " Okk, Bang." Fahmi memasuki rumah, dengan perut yang terasa mual. Bagaimana pun juga tubuhnya benar-benar meraskan goncangan yang besar sewaktu di dalam mobil. Mengambil air minum dan minum beberapa gelas! Setelah beristirahat beberapa menit dengan meminum air putih, Fahmi bergegas menuju halaman belakang rumah untuk mengerjakannya misi. ' A. Meninju udara sebanyak seribu kali. ' Wuut Wutt Tuju puluh kali gerakan pukulan pertama yang Fahmi keluarkan hanya menghabiskan waktu kurang lebih sepuluh menit, bertambah lagi lima puluh pukulan dan itu semakin melambat. Satu jam berlalu, Wajah Fahmi nampak pucat sedangkan tubuhnya basah akan teringat, kaos berwarna Merah marunnya terlihat berbeda dengan banyaknya keringat yang membasahinya. Nafas Fahmi nampak kembang-kempis, satu jam ia lewati namun ia baru bisa memukul angin sebanyak empat ratus kali. Pandanganan Fahmi beralih ke jam dinding, satu jam dua puluh menit lagi pembaruan misi akan dimulai, bila dalam waktu tersebut ia belum bisa menyelesaikan misi maka Game over, atau pilihan terburuk harus Fahmi ambil dengan memukul kepalanya sendiri dan membuatnya pingsan! Tapi Fahmi yang sekarang jelas tidak akan memilih pilihan terakhir, ia tidak ingin lagi menyerah!! Merapatkan giginya!! Fahmi harus berjuang kali ini! Wut Fahmi kembali menuju angin dengan gerakan lamas, gerakan pukulan loyo tersebut ternyata tidak masuk dalam hitungan! " Sialan!! Mengapa fisikku sangat lemah! " Fahmi berteriak kesal, baru satu jam ia meninju angin, namun lenganannya terasa berat dan untuk menggerakannya kembali butuh usaha yang sangat besar. " b******k! Pukulan pelan ternyata tidak masuk dalam hitungan! " kata Fahmi setelah mencoba mengurangi kecepatan pukulannya karena kelelahan. Pembaruan misi sebentar lagi akan aktif! Pukulan yang lemas jelas tidak masuk dalam hitungan. Pikiran Fahmi saat ini sangat kacau! Apa yang harus ia lakukan!? Jarum jam pada jam dinding di belakang rumahnya membuatnya sangat gugup! Seakan-akan hidupnya akan berakhir saat jarum pendek tersebut mencapai angka dua belas. Fahmi melemaskan kedua lengan tangannya sembari menghela nafas beberapa kali! Ia harus pecaya diri! Mengingat kembali kata-kata Nenek Lee, Fahmi kembali meninju angin. Wuut Wuutt Wuutt Matanya fokus kedepan, ia memunggungi jam dinding dan mengabaikan kecemasan yang ia rasakan. Tidak peduli dengan waktu, Fahmi sudah bertekad untuk menyelesaikan misi! Ia ulangi terus kata-kata bijak Nenek Lee. " Tidak ada kebahagiaan tanpa perjuangan! " " Tidak ada kebahagiaan yang perjuangan! " " Tidak ada kebahagiaan tanpa perjuangan! " Seraya memukul angin Fahmi terus bergumam kata-kata bijak itu, wajahnya penuh dengan keringat dan sekarang ia telah bertelajang d**a saking basahnya baju yang ia kenakan. Keringat-keringat itu bahkan merembes sampai ke dalam matanya! Nafasnya masih terengah-engah, namun kata-kata bijak tersebut luput dari bibirnya. Kedua lengannya sebenarnya saat ini sangat sakit, mengangkatnya pun butuh perjuangan ekstra, tapi Fahmi masih terus meninju angin! Sorot mata yang tajam pada bola mata sipit itu terlihat seperti elang, keadaan Fahmi sekarang seperti petinju kelas dunia yang sedang berlatih. Keringat jelas terus mengucur pada kulitnya, menampilkan tubuh putih berkeringat seperti seseorang habis mandi, namun lupa menyekanya dengan handuk. Satu jam berganti terlewati, sekarang terisisa dua puluh menit lagi, maka pembaruan misi akan aktif! Fahmi berhenti sejenak sembari mengatur nafas, ia membuka ponselnya untuk melihat seberapa banyak tinjuan yang telah ia dapatkan. Segera! Mata Fahmi terbuka lebar, setelah ia melihat panel pada ponselnya, " Sama seperti sebelumnya!... Empat ratus kali!... Kurang dua ratus pukulan lagi dan itu tersisa dua puluh menit!" kata Fahmi dengan kata yang terputus-putus. Argghh Tidak ada waktu untuk berpikir!! Segera setelah melihat informasi misi yang telah Fahmi kerjakan, ia berteriak keras, dengan mata yang fokus pada jam dinding, ia memksa kedua lengannya untuk terus memukul angin! Masih tersisa dua ratus pukulan lagi!! Dengan waktu dua puluhan menit! Estimasi waktu yang Fahmi miliki adalah dua menit untuk sepuluh kali pukulan! Fahmi merapatkan giginya kembali, ia buang semua pikiran lelah dan sakit pada lengannya! Tidak peduli lagi dengan apa pun, Fahmi sudah bertekad jadi ia harus berhasil dengan waktu yang tersisa! Wuut!! Wuut!! Gerakan Fahmi memang melambat, namun semangat juangnya sangat tinggi!! Jadi setiap gerakan yang ia lesatkan terlihat sangat mantap. Meskipun pelan, tapi dalam waktu dua menit ia bisa melakukan dua puluhan kali pukulan! Kluntanggg Suara nada dering terdengar pada layar ponsel Fahmi! Pandangan Fahmi sepontan teralihkan oleh suara tersebut, namun sebelum tangannya meraih ponsel di meja ia langsung jatuh ke lantai bersama meja yang ikut ambruk! Tangannya sangat berat dan Fahmi tidak bertenaga untuk menggerakannya! Belum lagi kakinya sangat loyo dan terasa sangat lemas pada dengkulnya, Fahmi jatuh namun tidak bisa bangkit lagi! Sayup-sayup Fahmi melihat pesan terbaru dari Reni, pemberitahuan tersebut ternyata bukan informasi misi yang telah selesai!! Waktu terus berjalan, sedangkan misi yang saat ini Fahmi kerjakan belum selesai. Sedangkan pembaruan misi lima menit lagi akan aktif, waktu dalam game yang Fahmi miliki tinggal Lima menit! " Apakah aku akan mati!!" teriak Fahmi. Saat ini Fahmi tidak memiliki tenaga yang cukup untuk memukul kepalanya supaya pingsan!
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD