Hidup tak selalu selaras dengan apa yang kita pikirkan. Sebenarnya permintaan Dewi tak muluk, dia hanya ingin mendapatkan keluarga yang utuh. Hanya saja dia bukan tipe wanita yang bisa berbagi dan berjuang untuk mempertahankan. Pagi itu, Dewi mendapatkan kenyataan pahit setelah seharian suntuk bergelung dengan benang, kain, jarum dan mesin jahit. Pikirannya untuk mengguyur tubuh dengan air hangat kemudian merebahkan diri setelah menenggak satu gelas s**u hangat harus sirna dengan penampakan memualkan itu. Selepas wanita sialan itu pergi, kiranya ia akan mudah keluar begitu saja. Faktanya dengan kekuatan tenaga yang Amar miliki membuat wanita itu tak mudah lepas dari rengkuhannya. “Udah aku bilang untuk tenang!” Amar berucap setengah berteriak. Pelukan pada tubuh Dewi tak sedikit pun ia

