Jeruji Bambu

1080 Words

Jemari kokoh Amar menyusuri setiap lekuk wajah Dewi yang masih tak sadarkan diri. Geraknya seolah merangkum wajah yang sama seperti dulu saat Dewi pulang dalam keadaan kelelahan. Dulu ia sering kali meringis pilu ketika memerhatikan Dewi dalam keadaan kelelahan. Kali ini lebih parah, wajahnya pucat, tubuhnya kurus, membuat Amar merasa dadanya ditusuk ribuan belati. Janjinya dulu untuk menjaga Dewi belum sempurna ia tunaikan. Kini ketika Dewi kembali bisa ia rengkuh, wanita itu justru terkulai tak berdaya akibat abainya dirinya. Mata Amar berkaca-kaca. Hingga titik air di pelupuk mata jatuh selaras dengan air hujan di atas sana. Amar dan Dewi berada di jeruji yang sama, di atas jeruji tanpa atap dan di dalam dingin yang sama menggigitnya. Tetes air mulai membasahi dahi Amar. Amar me

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD