Jawaban Jeno membuat Yeji mengangkat matanya menatap pualam gelap itu. Beberapa detik saling menatap Yeji lalu mendengus.
Yeji sedang tidak memiliki tenaga ataupun kekuatan untuk melawan atau merasa takut. Cengkraman di perutnya semakin erat saat matanya mulai mengerjap karena berkunang-kunang.
Tubuh lemas Yeji hampir saja terjungkal saat tangannya ditarik secara paksa oleh seseorang. Yeji menahan diri untuk tak memaki dan mengeluarkan kata-kata kotor seperti mengabsen hewan liar ataupun hewan ternak.
Dengan tenaga yang tersisa 20% Yeji menghentakkan tangannya agar terlepas dari genggaman orang itu yang ternyata teman si b******k Theo. "Ikut gue!!"
Melihat Yeji yang sudah lemas Jisung bangun namun mundur saat Ryujin sudah maju terlebih dahulu melepaskan cengkraman kuat pria bertubuh lebih besar dan tinggi dari Jisung, bernama Jason. "Lepasin tangan lo!" Sentak Ryujin.
Ryujin yang memberi perlindungan pada Yeji membuat yang lain duduk lagi karena melihat Jeno hanya menatap pada drama yang ada dihadapannya.
"Bukan karena dia nolak gabung ke klan busuk lo dia jadi bagian dari Phoenix. Dia bukan bagian dari kita. Jadi jangan pake dia buat ngusik kita. Bodoh!" Sentak Ryujin lagi.
"Tapi dia udah dikenal sebagai bagian dari Phoenix semenjak dia jadi bagian keluarga Lee. Jadi kalau sampe ada apa-apa sama dia, siapa yang reputasinya bakal jatuh?" Kenapa Theo dan teman-temannya sering mengeluarkan seringaian itu.
Sungguh.
Yeji mual karena itu terlihat begitu jelek.
Berbeda dengan seringaian yang ia dapat dari seseorang yang langsung membuat dirinya menunduk dengan badan gemetar takut.
Astaga, Yeji ingin memukul kepalanya sendiri karena masih memuji si Elsa in real life itu.
Mendengar jawaban Jason, Jeno mengernyit aneh. Sejak kapan inisiasi member Phoenix bisa semudah itu?
Tapi Jeno sudah terlalu tahu akan jalan pikir klan Hawk yang selalu membuat ulah dengan klannya. Mungkin Theo rindu saling hajar dengan dirinya? Begitu pikir Jeno.
Jika diingat-ingat lagi, ia sudah 2 tahun ia tidak berhubungan langsung dengan Hawk. Biasanya Phoenix Korea yang lebih sering.
Bangkit karena merasa kesalahpahaman ini merugikan banyak pihak, terutama Yeji, dan ia tidak mau berurusan dengan gadis itu, Jeno bangkit berdiri. "Back off, Ryujin." Perintahnya.
Ryujin memang mundur tapi ia tidak duduk. Begitupula dengan yang lain. Jeno bangun setelah diusik maka tidak mungkin ia hanya akan memberikan senyuman dan kata 'Hai.'
Minimal satu memar dan satu sobekan. Karena itu mereka semua bangun dan berjaga dibelakang Jeno karena jika pria itu sudah mengamuk, maka bisa dipastikan tangan kanan Theo ini hanya tinggal nama.
Walaupun bertubuh tidak terlalu tinggi, merendahkan kekuatan Jeno adalah sebuah kesalahan besar.
Dan sepertinya Hawk tidak pernah belajar dari kesalahan setelah salah satu attacker mereka yang berukuran lebih besar dari Jason sekarat karena dihajar Jeno.
Renjun berpura-pura mengambil sendok yang sengaja dijatuhkan oleh Somi yang berakting begitu apik seolah tak disengaja dan langsung membuka smartphone nya lalu menonaktifkan CCTV kantin yang memang sudah ia hack.
Tak hanya kantin, seluruh kamera di sekolah sudah diretas oleh Renjun. Sedangkan Shuhua, Yuna, Chaeryeong, Somi, dan Jaemin beredar untuk menandai anak-anak yang merekam jika terjadi sesuatu.
Memberi senyuman penuh makna, Jeno tanpa aba-aba langsung memberikan sebuah tonjokan begitu keras di rahang kanan Jason.
Memekik kaget, Yeji melupakan sakit diperutnya dan menutup mulut dengan mata terbelalak.
BUGH!
Jeno lalu memberikan satu tendangan kuat pada perut pria itu yang tak sempat memberi tindakan defensive nya karena senyuman dan gelapnya manic mata Jeno yang memang bisa mengalikan focus lawannya.
Membuat sang lawan terfokus pada manic yang terlihat begitu mudah ditebak namun nyatanya tangan kiri Jeno bergerak memberikan sebuah hantaman yang amat sangat keras hingga membuat pening karena itu Jeno mengambil kesempatan untuk melayangkan sebuah tendangan.
Melihat Jeno yang akan mengarahkan satu tinjuan lagi ketika Jason berhasil bangun, Yeji mencoba menghentikan namun ditarik oleh Bomin untuk mundur.
Kali ini kekasih Bomin ikut menariknya dan menempatkan tubuh Yeji dibelakangnya.
Dari jawaban Jeno tadi mereka cukup tahu Jeno tidak akan menerima saudari tirinya ini dengan mudah. Karena itu ia ikut melindungi karena Yeji juga bisa kena imbas.
Bomin segera menggantikan posisi Yeji untuk menahan tangan Jeno sedangkan yang lain menghadang member Hawk yang berdatangangan.
Melepaskan cengkraman Bomin yang menahan tangannya dengan kasar lalu membuka jas almamater sekolah yang ia pakai. "Dia bukan bagian Phoenix dan gak akan pernah jadi bagian Phoenix. Jangan ganggu orang yang ga ada hubungannya dengan Phoenix cuma buat ngusik kita. Bilangin ketua pecundang lo itu. Malem ini, di Devil's tears. Gue sama dia. Man to man. One by one. Kalau dia berani." Tegas Jeno lalu memberikan senyum merendahkan pada kalimat terakhir yang ia ucapkan.
Jeno tidak pernah berteriak didepan lawannya. Itu ciri khasnya. Tapi sekalinya berbicara akan begitu tegas dan untuk beberapa member Hawk yang baru bergabung akan gemetar dan langsung memasang kuda-kuda untuk lari karena manic hitam itu memang begitu menakutkan ditambah dengan wajah tegas yang semakin membuat kesan menyeramkan semakin kuat.
"Pergi! Gue tunggu nanti malam kalo lo juga mau duel sama gue." Perintahnya yang mau tidak mau membuat member Hawk menurut pergi.
"Yang lain masuk ke kelas. Shin Yuna dan Zhong Chenle bawa dia ke UKS." Jeno mengarahkan dagunya kearah Yeji yang ternyata terpejam karena pusing dan perih perutnya makin tak terkendali.
Berdecak karena nyatanya iba dan kasihan itu masih ada dalam dirinya, Jeno beranjak pergi sambil menenteng jas nya lalu melonggarkan dasi dan melepas kancing kerah paling atas.
Berjalan keluar kantin, Jeno mendengus karena malaikat masih mendominasi hatinya ketika melihat ringisan sakit itu.
?
"BODOH!" Maki Theo begitu melihat Jason datang sambil memegangi perutnya dan sudut bibir sobek. Hidungnya juga sedikit mengeluarkan darah.
"Devil's tears, malem ini." Jason terlalu malas menjawab Theo yang malah memaki dirinya.
"Berati plan A kita batalin?" Tanya pria pendek berkacamata disamping Theo.
"Lanjutinlah, i***t! Buat Yeji masuk ke Hawk sebelum dia masuk ke kelompok sok suci itu! Dengan cara apapun buat Yeji masuk Hawk!"
Karena jika sampai Yeji masuk Phoenix, Theo akan ikut kesana walau jelas akan ditolak. Jadi satu-satunya cara adalah membuat Yeji terikat dengannya. Bagaimanapun caranya.
Berbeda dengan Phoenix, Hawk adalah geng besar yang menyangkut bisnis gelap. Mereka tak asing dengan obat-obatan terlarang.
Theo dan beberapa member di sekolah adalah agen untuk menyelundupkan obat-obatan tersebut. Jaemin sebagai pemilik sekolah jelas tidak terima.
Phoenix tidak sesuci itu. Mereka merokok dan meminum alkohol. Tapi untuk obat keras, itu menjadi larangan besar bagi mereka.
Jadi saat Theo gencar merekrut member untuk menjadi pemakai, disitulah Phoenix mulai bergerak.
Bukan untuk menunjukkan siapa yang lebih berpengaruh. Tapi dengan alasan membantu seorang saudara yang jika kasus narkoba itu meruak ke media maka sekolah itu sudah pasti ditutup.
Tapi semenjak itu Hawk merasa Phoenix sebagai penghalang dan melakukan banyak cara untuk menghancurkan kelompok itu.