Sentuhan

292 Words
Sentuhan Ryu mengikuti nalurinya. Tubuh gadis kecil itu menempel erat padanya. Tinggal sessat lagi keduanya akan menjadi satu, Ryu menggertakan giginya menahan napsu yang sudah hampir memuncak, telinganya sempat mendengar panggilan ibu Jeni pada anak gadisnya. Jeni tergopoh-gopoh menjauh dan mendatangi sang ibu. Ia sengaja memberi kesempatan pada Ryu untuk membetulkan celananya. Lelaki terbelakang itu mengikutinya dari belakang beberapa saat kemudian. Wajahnya memerah menahan hasrat yang masih terasa. Ia menginginkan Jeni dan merasa harus menyentuhnya lagi. Ibu Jeni sejenak terheran-heran dengan sikap Ryu yang hanya bergumam sebentar dan langsung pergi sambil menunduk dari hadapannya. "Kenapa dia?" Pertanyaan yang ditujukan pada Jeni itu hampir tak sanggup dijawab putrinya yang sedang melongo sambil memandangi punggung lelaki terbelakang itu. "Heh! Ibu tnaaya, kenapa dia?" Ibu Jeni mengulangi pertanyaannya sekali lagi sambil mencolek Jeni. "Uh oh uuhh dia...dia...marah karena Jeni digoda Dargo, Ibu!" Ibu Jeni memperhatikan anaknya lebih cermat, rambutnya awut-awutan. Pikiran buruk segera menyergapnya. "Apa dia melakukan sesuatu padamu?" Jeni yang masih syok malah memandangi ibunya dengan lemah. "Melakukan apa, maksud ibu?" Jeni dengan wajah polosnya menatap sang ibu takut-takut. Wajah Ibu Jeni seketika dipenuhi kekhawatiran. Ia teringat omongan para tetangga tentang kekhawatiran mereka melihat kedekatan mereka berdua yang terlihat ganjil. "Mama....aduh...sakit!" Teriakan Jeni penuh kepiluan ketika ibunya menghantamkan rotan ke arah betisnya untuk membuatnya jera. "Belum mengaku juga, kau!" Ibu Jeni memukul anak gadisnya, namun ia sendiri berlinang airmata. Ia tak sanggup menerima kenyatanaa terburuk jika anak gadisnya sudah b********h dengnaa pemuda terbelakang itu. Jeni bersikeras mengatakan bahwa pemuda itu tidak melakukan hal apa pun padanya. Akhirnya ibu Jeni menyerah, setelah sang ayah turun tangan menanyai Jeni dengan perlahan. Ayahnya menghentikan sang ibu. "Sudah, Bu! Dia mengatakan yang sebenarnya! Pemuda itu hanya menyentuhnya!" Ayahnya membubarkan beberapa oranag tetangga mereka yang datang menonton keramaian itu.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD