Enam 2

1498 Words

Satu kesimpulan yang kudapatkan. Kemarin Al memang membeli perempuan, tetapi tak bisa eksekusi karena pusakanya tak bisa tegang? Begitu? Mungkin itu sebabnya dia sulit bangun pagi ini, mungkin juga dia sulit tidur semalaman karena tak menemukan jawaban mengapa bisa begitu. "Aku yang salah?" ulangku, masih tak paham juga. "Iya!" "Gak masuk akal. Kasih tau alasannya, kenapa aku yang jadi disalahin, Al?” tuntutku serius. Al menggeleng. "Kalo aku bilang nanti kamu mikirnya jauh-jauh." "Maksudnya?! Makin bingungin aja.” Al berdecap lidah. "Udah, Qi. Gak usah dipikirin. Mau beli apa nih sarapannya?" "Jangan ngalihin pembicaraan, Al," ujarku sambil menepuk punggungnya. “Kenapa jadi aku yang disalahin?!” "Kamu juga gak ngasih tau kenapa sama El?” Aku tak mau menceritakan apa-apa tentang E

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD