Lima 2

1447 Words

Kepalaku penuh terisi dengan konsep laki-laki. Rasanya seperti kalah sebelum berperang. "Qi, mau diantar?" Aku menelaah penampilan Al. Dia seperti biasa saja memakai kemeja lengan panjang dan celana panjang juga. Rambutnya sudah rapi dan dia tampak tampan sekali. Rasanya tak wajar jika Al membeli perempuan, mungkin saja banyak perempuan suka rela ditiduri olehnya tanpa bayaran, apalagi caranya memperlakukan di atas ranjang memang menyenangkan, dan tak sembarangan. "Qi ..." "Hm?!" sahutku kesal tanpa alasan. "Pergi bareng, mau?" Aku menggeleng. Mengenyahkan bayangan malam yang bakal kurindukan bersamanya. Aku menggeleng lagi untuk menolak tawaran nyaman Al yang memabukkan. "Enggak, Al. Aku ada janji mau makan bareng sama teman pulang kerja nanti." "Hm." "Aku pergi dulu." "Hati-

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD