Gila. Itu saja rasanya yang cocok kukatakan untuk situasi ini. Di depanku makan dengan tenang seseorang. Dia tampan dan juga sama tak bisa diduganya seperti Al. Dia El. Satu kalimat tanya dari El berhasil membuat renggang hubunganku dengan Al. Bagus sekali. Di saat aku tengah jatuh secinta-cintanya dengan suamiku itu, El malah membuat Al menginginkan perceraian kami. Aku tak tahu lagi harus bagaimana. “El...” “Apa Sayang?” tanyanya manis. Aku lebih suka panggilan Al yang biasanya memanggilku Honey. Nafsu makanku hilang. Setelah sarapan pagi tadi dirusak Al, makan siang kini di rusak El. Apakah ini artinya mereka ingin aku kurus?! “Ingin mengatakan sesuatu, Sayangku?” “Jangan panggil aku begitu,” cegahku melirik sekitar. “Aku udah dengar dari Al. Dari adikmu juga.” “Dengar apa, Sayan

