Tiga 2

1200 Words

Tak salah jika Al heran dengan pinta yang kukemukakan tiba-tiba. Aku minta dipeluk olehnya. “Tumben,” komentarnya pelan. “Pengen dipeluk aja,” pintaku sengaja memelaskan suara. "Kamu pernah bilang 'kan. Selain sama kamu, aku bisa minta peluk sama siapa lagi?" Al tak berkomentar, tapi dia bergerak, berbaring di sisiku dan memelukku. “Capek banget ya, Qi?” tanyanya pelan-pelan. Saat kulitnya bersentuhan denganku, rasaku semua lelah itu bergulir terlepas dariku. Perlahan, seperti mentransfer energi buruk ke udara. Aku tak menjawab pertanyaan Al. Hanya saja aku mulai merasakan apa itu kedamaian dan apa itu memiliki tempat untuk pulang. Rasa hangat dalam pelukan Al adalah segalanya. Tercium pula aromanya yang tak sengaja terendus olehku. “Udah mandi ya? Wangi.” “Iya lah. Hampir Magrib di

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD