Di K 3

1386 Words

Aku berdebar karena pelukannya, karena pengakuannya. Aku bisa memastikan kalau dalam percakapan ini akulah pemenangnya. Entah apa yang Al pikirkan sampai dia tak bisa memahami bahwa yang dirasakannya terhadapku adalah cinta. Aku yakin begitulah yang kurasakan kepadanya. Nyaman dan berbeda dari semua laki-laki di dunia. Jika aku selalu menghuni pikirannya, terlebih saat dia sedang dihadapkan pada perempuan dalam ruangan privasi, maka tak ada kesimpulan lain selain perasaannya yang begitu kuat kepadaku. Aku menunggu dia mengeluarkan kata-kata lagi. Bisa jadi akan ada lagi bukti lain yang menguatkan pradugaku. Namun, lama hanya diam saja di antara kami. Al tak segera meneruskan, mungkin saja menunggu respons dariku. “Qi?” Aku tak membalas. Masih ragu baiknya sikapku bagaimana. Aku yakin A

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD