Kata Mbak Hira, baca suarah An-Naas, biar terselamatkan dari perasaan was-was dan jauh dari tipu daya syaiton dan manusia. Mungkin maksudnya manusia kayak Chana juga, yang bikin otak jadi suuzon berlebihan. Kami sedang di kamar, baru saja selesai salat Magrib. Al dipaksa salat ke masjid oleh ibunya, meski Al awalnya kukuh menolak, Chana tetap memenangkan perdebatan itu dengan mengungkit keberadaan surga di bawah kakinya. Kuakui, Al itu laki-laki yang ajaib sekali. Dia cukup patuh kepada ibunya yang ajaib pula. Chana selesai menjadi imamku. "Pinjam Al-Qur'an, Qi." Aku mengambilnya lalu memberikan kitab suci yang diminta. "Kamu sering baca ya? Gak berdebu," komentarnya. "Kadang-kadang." Chana kemudian membuka halaman Al-Qur'an. "Baca dari atas sampe 'ain." Aku tak nyaman, tak langsun

