Dalam perjalanan pulang setelah kerja dan sedang menuju warung mie ayam. “Gimana perasaan kamu?” “Maksudnya?” tanyaku tak paham. “Setelah pagi tadi haid.” Akhirnya topik tentang bayi dibuka juga. Syukurnya Al yang mengajukan tanya lebih dulu. “Kamu sendiri gimana?” “Aku nanya duluan, Qiya,” omel Al terdengar. “Ya udah, yang nanya duluan harus jawab duluan juga.” “Gitu ya?” “Iya.” “Hmm.” Al menghela napas. “Aku gak tau lho, Qi. Gak paham rasanya gimana. Sama kamu aja sampe kelepasan gitu. Khawatir ada bayi, tapi pas peluangnya jelas gagal, rasanya gak nyaman gitu.” “Kamu berharap aku hamil?” “Eng ... gak sih, tapi iya juga. Aku bingung.” “Aku yang dengerin juga bingung, Al,” timpalku heran. “Kamu mau punya anak?” “Gak ... iya juga.” “Gimana sih?!” “Tau ah! Bingung. Nanti aj

